Mari Kita Kembalikan Tanah Indonesia Menjadi yang Paling Subur di Dunia

15 Juni 2013 18:00:44 Dibaca :

(Jika tanah kebun anda masih memerlukan pupuk anorganik, NPK dll., berarti ada yang salah dengan tanah anda) ___ Tanah di Indonesia secara umum adalah tanah yang paling subur di dunia. Segala tanaman tropis tumbuh, orisinilnya, tanpa memerlukan pupuk. Untuk menjaga kesuburannya, yang anda lakukan hanyalah dengan membuat sistem jeda dan rotasi. Menjeda waktu penanaman suatu vegetasi, sebelum ditanami lagi di periode berikutnya; dan menanam tanaman yang berbeda di periode berikutnya, agar unsur hara dalam tanah tetap bervariasi. MENGAPA TUMBUHAN ANDA TIDAK TUMBUH OPTIMAL? Banyak petani mengeluh bahwa tanpa NPK tumbuhan mereka tidak tumbuh optimal, Namun sebenarnya faktor penyebabnya bukanlah tanamannya, alamiahnya tanah di Indonesia tak memerlukan pupuk. Namun penyebabnya adalah karena TANAH MEREKA SUDAH BERTAHUN-TAHUN DIRACUNI DENGAN PUPUK ANORGANIK dan pembasmi hama anorganik; sehingga tanah menjadi tidak alami lagi, bahkan beracun. MENGAPA PUPUK DIGUNAKAN, PENTINGKAH? PUPUK pada dasarnya hanya memperbaiki tampilan luar dan hal-hal superfisial lainnya, namun tak memperbaiki kualitas nutrisi di dalamnya. Alasan utama tampilan luar ini diperbaiki adalah karena alasan pasar, pasar menyukai hasil perkebunan yang berpenampilan bagus, dan seringkali tak peduli dengan kandungan kesehatannya. Penggunaan pupuk, anti hama dll. selain bisa merusak nutrisinya, juga bisa membuat makanan menjadi beracun. Jikapun tanah anda memerlukan boosting (percepatan pemulihan kesuburan) atau enhancement (peningkatan di suatu unsur hara tertentu), gunakanlah pupuk organik. Juga gunakan pengusir hama organik. Cari dan pelajari pengetahuannya, tidak sulit selama anda peduli. MENETRALISIR TANAH DARI RACUN Bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan pupuk anorganik, diperlukan langkah pendahuluan sebelum ditanami: bersihkanlah terlebih dahulu tanah anda dari racun-racun tersebut dengan beberapa cara, misal membakar kayu di atas kebun tersebut, atau dengan menanam singkong selama paling tidak dua periode tanam. Arang dari pembakaran kayu mengandung Karbon yang menyerap racun, demikian juga dengan singkong, umbinya menyerap racun dan semua zat berbahaya lainnya. Mari kita kembalikan kejayaan Bangsa dengan juga membangun Negaranya, dimulai dari memperbaiki Tanah, Air dan Udaranya.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?