Pilot Sukhoi Terjun Payung ?

13 Mei 2012 00:07:06 Dibaca :

Sabtu malam, 12 Mei 2012, Metro TV memberitakan ditemukannya seorang korban yang diduga pilot Sukhoi SJ 100. Disebutkan di dekat korban yang ditemukan meninggal itu ditemukan parasut.   Apakah ini jawaban atas keheranan seorang anggota Wanadri pada Sabtu siang atas penemuan sesosok korban di jalur Curug Nangka, artinya cukup jauh dari lokasi pesawat menabrak tebing?

Perlu penyelidikan lebih lanjut dari Basarnas dan KNKT atas berita ini, karena bila benar parasut yang ditemukan merupakan perangkat yang digunakan pilot, tentu mengherankan seorang pilot sipil menyiapkan dirinya bak seorang pilot pesawat tempur.  Beberapa tahun lalu pada saat uji coba penerbangan perdana pesawat super jumbo A 380, semua pilotnya mengenakan parasut, mereka diinstruksikan untuk melompat keluar dari pesawat begitu pesawat menunjukkan gagal terbang. Hanya saja saat uji terbang A 380, pesawat terbang di atas laut dan tidak membawa penumpang selain para penerbang penguji. Perbedaan lainnya penerbangan perdana A 380 merupakan test flight bukan demo flight atau joy flight.

Klarifikasi ini perlu mengingat tanggungjawab seorang pilot pesawat terbang komersial seperti halnya  seorang nakhoda kapal laut, dalam keadaan darurat mereka harus menyelamatkan para penumpangnya terlebih dahulu sebelum menyelamatkan jiwanya sendiri.

KLARIFIKASI 15 Mei 2012:

Penjelasan dari Kepala Basarnas  yang saya monitor di TV dan juga penjelasan Prof Mardjono Siswosumarno dari KNKT pada acara Indonesia Lawyers Club, Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak memang membawa parasut, tetapi parasut itu bukan digunakan pilot untuk menyelamatkan diri, melainkan untuk 'membawa' emergency kit.  Dicontohkan bila pesawat mendarat darurat di Siberia dan jauh dari mana-mana, maka emergency kit yang antara lain membawa makanan berguna untuk menyelamatkan awak dan penumpang pesawat yang selamat.

Demikian update untuk tulisan saya tanggal 13 Mei 2012.

Hendi Setiawan

/hendisetiawan

TERVERIFIKASI (BIRU)

Almost senior citizen, pengalaman kerja di pelbagai bidang, transmigrasi, HPH, modal ventura, logistik, sistem manajemen kualitas, TQC, AMS, sistem manajemen lingkungan, K3, general affair, procurement, security. Pernah mengunjungi sebagian besar Indonesia, melanglang buana dari Laut Merah sd Laut Jepang. Gemar membaca koran, majalah, novel, buku2 ekonomi/sosial-politik/biografi/Islam Penggemar sepakbola dan bulutangkis. Masih menjalin silaturahim dengan teman2 masa SD sampai Perguruan Tinggi.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
FOKUS TOPIK SUKHOI JATUH

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?