Bahagia Itu (mestinya) Sederhana

30 Mei 2013 04:25:19 Dibaca :

Siang ini aku terdiam Bingung... Karena jam dinding yang berhenti berdetak Buatku sempat salah menghitung waktu dan merencana Lalu, aku pun menurunkan jam ini dan mengganti baterainya. Wah! Jam dinding ini... Sudah belasan tahun umurnya Di lapisan plastik keras penutupnya tertera: "Selamat menempuh hidup di rumah baru." :-) Tanda bahwa jam ini hadiah dr seorang teman lama ayah. Aku pun mengenang ingatan lama Saat aku masih begitu kecil, sampai aku tak ingat lagi jelasnya kapan Tapi, aku tahu waktu itu sudah lebih dari 20 tahun lalu. Saat pertama aku pindah ke rumah tempatku tumbuh besar ini. Ayah memajang jam ini dengan bangga. Rumah yang ia bangun dengan jerih payah dan hasil kerjanya sendiri. Aku dan kakak adikku menatap jam baru kami dengan takjub. Mata membulat terpesona. Baru pertama kami punya jam dinding yang bisa mengeluarkan musik di setiap pertanda satu jamnya Hahaha Aku tertawa dalam hati sambil memandang jam ini. Di saat ini. Mengenang kembali kebahagiaan di masa yang lalu. Betapa mudahnya kami bahagia karena hal yang sederhana. Betapa senangnya kehidupan karena hal yang kecil bisa memesona. Seandainya saat ini kita mengingat kembali hal yang sudah kita bisa: bahagia karena hal yg sederhana Maka, kebahagiaan itu sunggulah sangat mudah. Siapa pun bisa memilikinya. Tak perlu bersusah hati dan bermuram saja.

Rudi Muliyono

/heart_charger

Cuma seorang yang suka menuliskan isi hati dan buah pikiran sendiri.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?