PILIHAN

Penjara Swasta Mungkin Perlu Ada

19 Mei 2017 12:03:28 Diperbarui: 19 Mei 2017 15:02:50 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Mari kita coba bayangkan misalnya ada penjara swasta yang narapidana (napi) harus bayar untuk biaya hidup dan fasilitas yang dia minta. Tentu ini akan menarik. Kamar bagus bisa, makan enak bisa, wifi-an bisa, nonton film bisa, semua tergantung biaya "kos"-nya saja.

Seandainya pemerintah mau memberi ijin untuk penjara swasta, maka napi bisa mendapatkan lingkungan yang lebih baik. Kita tahu bahwa tak jarang seorang penjahat amatir justru menjadi penjahat profesional setelah masuk penjara. Mengenai efek jera, kita bisa atur dengan membatasi penghuni penjara ini dengan biaya penjara yang sangat mahal.

Ide ini tentu saja bisa menjadi masalah sensitif, jadi ketika ada penjara swasta, aturannya harus SANGAT TEGAS dan risiko pelanggarannya bisa membuat ijin penjara dicabut atau malah membuat pengusaha penjara (pemilik penjara) ikut masuk penjara!

Aturan dibuat sangat ketat misalnya meliputi: napi sama sekali tidak boleh keluar LP. Begitu juga jam jenguk tetap seperti LP pada umumnya. Dan juga tidak boleh ada orang lain masuk ke area penjara selain napi dan petugas. Sanksi dari pelanggaran ini jelas: ijin dicabut dan pemilik penjara bisa dipidanakan. Jadi jelas, bahwa di penjara ini napi tetap terkurung (meski di sangkar emas), dan pemerintah bisa yakin bahwa aturan itu pasti dipenuhi oleh pengusaha penjara.

Di sisi lain, fasilitas penjara meliputi:

  • Standar: tempat tidur, makan, toilet, fasilitas olah raga dan tempat ibadah sangat layak.
  • Option: Kamar mandi dalam, AC, kipas angin, wifi, alat elektronik lain. Semua bisa dipilih dengan biaya tertentu.
  • Fungsi pemasyarakatan standar: pelatihan kewirausahaan yang diadakan sebulan sekali dan mendatangkan pembicara-pembicara seminar kewirausahaan, pendidikan kerja praktik sesuai minat yang diadakan setiap hari seperti memasak, teknik bangunan, teknik perkayuan, otomotif, elektronik, komputer, dll
  • Fungsi Agama: Menyadarkan napi dari sisi spiritual. Ceramah dan pengetahuan agama disediakan untuk seluruh napi sesuai agama masing-masing. Pemuka agama yang terkenal juga sesekali didatangkan untuk mempertajam keyakinan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Dan manfaat bagi negara:

  • Tanggungan negara karena jumlah napi jauh berkurang. Kita tahu hampir seluruh LP di negara ini over kapasitas. Hasilnya, beban negara tinggi dan rawan terjadi kerusuhan.
  • Alih-alih jadi beban, penjara swasta menjadi pemasukan besar bagi negara. Karena sifatnya fasilitas untuk orang-orang "khusus", maka pemerintah wajar jika menerapkan pajak yang sangat tinggi untuk penjara swasta seperti halnya pemerintah menarik cukai pada rokok atau minuman beralkohol. Penjara swasta bisa saja ditarik PPN sebesar 50%. Kira-kira apakah tetap laku? Dijamin tetap laku.

Penjara swasta, sebenarnya tidaklah terlalu aneh. Ini tidak lebih aneh dari ijin mengenai tempat prostitusi, tempat perjudian atau tempat hiburan malam.

Di Malaysia, Genting Highland adalah lokasi legal untuk perjudian yang konon pemerintah Malaysia mendapatkan pemasukan negara sebesar 50% dari omset yang terjadi di kasino. Selain memberi solusi kepada penjudi (yang sebenarnya tidak diharapkan keberadaannya terutama untuk warga negaranya sendiri), pemerintah Malaysia menjadikan ceruk pasar itu menjadi pemasukan negara.

Penjara swasta, tentu bukan berarti kita ingin agar jumlah napi meningkat, tapi memberi solusi ketika memang nyatanya kita mempunyai banyak napi. Dan ceruk pasar ini jelas bisa menambah pemasukan negara.

Ini juga bukan berarti kita memanjakan para napi sehingga mengurangi efek jera kepada para napi. Tapi justru harus dipandang dari sisi memperbaiki karakter serta memperluas wawasan para napi sehingga otomatis tidak kembali melakukan kejahatan yang pernah dilakukan.

Pemerintah mengurangi beban untuk napi, pemerintah mendapatkan pemasukan baru, pemerintah tidak perlu menambah pengeluaran untuk membangun penjara lagi, napi mendapatkan kehidupan dan masa depan yang lebih layak, lalu investor dan pengusaha mendapatkan peluang baru untuk bisnis mereka. Begitulah seandainya peraturan mengenai Penjara Swasta ini dibuka.

Tak usah dipungkiri bahwa di penjara publik yang ada sekarang, banyak pungutan untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas tertentu. Persoalannya, pungutan itu tidak menjadi pendapatan bagi negara, melainkan hanya masuk ke oknum-oknum petugas penjara.

Jadi, kenapa tidak itu semua dilegalkan dengan menyediakan penjara swasta di mana di semua transaksi, negara mendapatkan pemasukan yang tidak sedikit.

Hasyim MAH

/hasyimmah

TERVERIFIKASI

Berusaha mengusung wacana nasionalisme, pluralisme dan kepedulian pada alam ini dengan disertai pemikiran yang bijak dan arif... Begitu maunya...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana