Roman Picisan

22 Januari 2014 14:47:01 Dibaca :

Sebutlah namanya Rodrigo, seorang cowok lumayan ganteng berumur 24 dan saat ini sedang menyelesaikan skripsinya untuk bisa meraih titel s1. Rajin shalat, pandai mengaji, memliki IQ di atas rata-rata meskipun kadang kalo lagi konslet bisa berubah menjadi super lemot. Dengan wajahnya yang kearab-araban plus kepribadiannya yang menarik ga sedikit cewek yang naksir sama dia. Tapi naasnya hati Rodrigo hanya tertambat pada seorang cewek anak SMA berumur 17 tahun yang masih labil dan ga punya pendirian, sebutlah namanya Yani. Ibarat sebuah layangan yang lagi terbang tinggi di awan dia ga kuasa menahan hembusan angin, oleng ke sana-sini. Seperti itulah kondisi kejiwaan Yani si anak SMA, oleng ke sana kemari. Dan Rodrigo dengan setia terus  mencoba mengendalikan layangan itu.

Setahun yang lalu ketika Rodrigo berumur 23 mereka berdua sempet jadian. Tapi hanya seumur jagung mereka lalu putus. Di saat Rodrigo udah mulai bisa move on dan fokus lagi sama kuliahnya ternyata Yani datang lagi dengan membawa sebongkah harapan baru. Ya , Cuma harapan, ga ada lagi komitmen, apalagi  kepastian. Rodrigo sempet minta dia untuk ngucapin janji sehidup semati, tapi semuanya ditanggapi Yani dengan jawaban yang oleng ke sana kemari (inget, dia layangan), dia bilang pacaran ga dibolehin sama agama, dia mau fokus dulu sama sekolahnya, dan ga mau ngeganggu kuliah Rodrigo yang sebentar lagi rampung, dan berbagai jawaban dan alasan normatif lainnya. Tapi Rodrigo mencium ada niat baik dibalik baliknya Yani ke pangkuannya. So, dia terima kedatangan Yani dengan tangan terbuka.

Usut punya usut ternyata Yani udah biasa kaya gitu, dia suka ngasih harapan sama cowok-cowok, dan ketika cowok itu udah cinta mati sama dia dan minta komitmennya, maka Yani akan memberikan jawaban seperti yang tertera di paragraph kedua. Ga pernah ada kata jadian dalam hidupnya Yani (begitu pengakuan Yani). Ya, Rodrigo memang pengecualian, entah kenapa sang PHP kelas kakap ini bisa mau jadian sama Rodrigo, meskipun pada akhirnya cuma seumur mayzena (baca: jagung).

Walhasil, Rodrigo dan Yani saat ini menjalani hubungan tanpa status. Kurang lebih satu setengah tahun mereka lewati bersama. Dalam jangka waktu itu Rodrigo dengan sabar terus membujuk Yani untuk ngasih komitmennya (semua orang tau, hubungan tanpa status itu ibarat luka yang telaten dipelihara tapi tak kunjung sembuh). Tapi semakin keras Rodrigo membujuk, semakin dahsyat Yani menolak. Situasi jadi berbalik, kini Rodrigo yang menjadi layangan yang bisa dengan bebasnya ditarik ulur sama Yani. Waktu Yani kangen, Rodrigo Yani tarik, tapi ketika Yani bosen dan timbul keraguan akan masa depan hubungan mereka berdua, Rodrigo dia ulur lagi. Begitulah semuanya berlangsung, dan ini terasa sangat menyakitkan bagi Rodrigo. Rodrigo sempet berniat memotong benang penghubung dia dengan Yani, tapi apalah daya, dia cuma seonggok layangan yang ga punya gunting.

Ada pepatah yang bilang kalau menjilati luka sendiri itu memang nikmat, seperti itulah keadaan Rodrigo. Dia benar-benar sadar dan tahu bahwa ketidak pastian membuatnya sangat menderita, aksi tarik ulurnya Yani sangat menyiksa batinnya, tapi tak pernah muncul nyali di hati Rodrigo untuk mengakhiri semuanya, memutuskan benang nilon layangan yang menghubungkannya dengan Yani, karena memang percuma, jika pun Rodrigo – yang kini menjadi layangan – berhasil memotong tali penghubungnya dengan Yani, dan dengan bantuan angin kabur ke suatu tempat, tetap saja Yani akan kembali menemukannya, mengikatnya kembali dan menarik-ulurnya lagi. Ah, alangkah malangnya nasib Rodrigo.

Bohemian Rhapsody

/hashim.waqf

Sky Warrior. Amateur Interpreter with strong passion to keep on writting.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?