PILIHAN

Aku dan Keadaan

19 Februari 2012 20:30:19 Diperbarui: 25 Juni 2015 19:27:18 Dibaca : Komentar : Nilai :
Akulah jasad yang tak bosan bergerak


Melawan kerapuhan karena tuntutan nafsu yang bising


Menjadikan setiap hasrat menikmati hidangan yang menggoda


--


Akulah mata yang terus terpejam


Khawatir bila terus terobsesi pada pesona dara


Membuyarkan fokus karena resonansi jiwa yang terus memikirkannya


--


Akulah kaki yang ragu-ragu melangkah


Sebab tujuan selalu penuh terisi oleh tawa semu


Akhirnya mengebiri semangat dan mewajarkan disorientasi


--


Akulah tangan yang selalu mengepal


Mengantisipasi intimidasi dan serangan seketika


Sebab keamanan telah terkubur mati di rumah-rumah maupun di jalanan


--


Akulah jiwa yang terus memberontak


Tidak menerima keadaan yang semakin amburadul


Lenyapnya moral dan tersayatnya karakter, merupakan secuil dari bobroknya keadaan ini


--


Akulah pribadi yang terus diuji


Berbagai  tawaran kotor dan ajakan nista


Bersusah payah membuatku manut di bawah temaram


--


Akulah sisa-sisa harapan yang masih tegar


Melawan badai musibah yang datang silih berganti


Sementara pemangku kebijakan sedang sibuk menghitung untung-rugi


--


Akulah rakyat yang ada di pelosok sana


Menyaksikan modernisasi mengintervensi nilai adat dan agama


Hingga lambat laun menggerus nilai gotong royong dengan pragmatisme yang oportunistis


--


Akulah yang muak dengan keadaan ini


Ditambah lagi stagnasi kawula di bawah bayang-bayang


Akhirnya arah dan tujuan menghilang, begitu juga dilema yang terus menerjang


--


--


(Islamic Missions City, 25 Januari 2012 13.40 CLT)

Ahmad Satriawan Hariadi

/harijago

Lombok, Indonesia | Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah wal Arabiyah Universitas al-Azhar Kairo | Pecinta Sastra
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL puisi fiksi
Featured Article