HIGHLIGHT

Aku dan Keadaan

19 Februari 2012 20:30:19 Dibaca :

Akulah jasad yang tak bosan bergerak
Melawan kerapuhan karena tuntutan nafsu yang bising
Menjadikan setiap hasrat menikmati hidangan yang menggoda
--

Akulah mata yang terus terpejam
Khawatir bila terus terobsesi pada pesona dara
Membuyarkan fokus karena resonansi jiwa yang terus memikirkannya
--

Akulah kaki yang ragu-ragu melangkah
Sebab tujuan selalu penuh terisi oleh tawa semu
Akhirnya mengebiri semangat dan mewajarkan disorientasi
--

Akulah tangan yang selalu mengepal
Mengantisipasi intimidasi dan serangan seketika
Sebab keamanan telah terkubur mati di rumah-rumah maupun di jalanan
--

Akulah jiwa yang terus memberontak
Tidak menerima keadaan yang semakin amburadul
Lenyapnya moral dan tersayatnya karakter, merupakan secuil dari bobroknya keadaan ini
--

Akulah pribadi yang terus diuji
Berbagai  tawaran kotor dan ajakan nista
Bersusah payah membuatku manut di bawah temaram
--

Akulah sisa-sisa harapan yang masih tegar
Melawan badai musibah yang datang silih berganti
Sementara pemangku kebijakan sedang sibuk menghitung untung-rugi
--

Akulah rakyat yang ada di pelosok sana
Menyaksikan modernisasi mengintervensi nilai adat dan agama
Hingga lambat laun menggerus nilai gotong royong dengan pragmatisme yang oportunistis
--

Akulah yang muak dengan keadaan ini
Ditambah lagi stagnasi kawula di bawah bayang-bayang
Akhirnya arah dan tujuan menghilang, begitu juga dilema yang terus menerjang
--
--

(Islamic Missions City, 25 Januari 2012 13.40 CLT)

Ahmad Satriawan Hariadi

/harijago

Lombok, Indonesia | Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah wal Arabiyah Universitas al-Azhar Kairo | Pecinta Sastra
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?