Belajar Bahasa Jerman 2

17 Mei 2012 08:11:16 Diperbarui: 25 Juni 2015 05:11:08 Dibaca : Komentar : Nilai :

Ein weiteres Merkmal für Kurzgeschichten ist die Sprache. Die Autoren verwenden meistens einfache Sätze und benutzen altägliche im altagsgebrauch vorkommende Worte. Neben der Sprache und der Wortwahl ist auch die Grammatik einfach gehalten. Sprache und Grammatik passen sich der beschriebenen Situation an. Eine alttägliche Situation wird mit normalen alttäglichen Worten beschrieben. Die Gefühle der Personen werden meisten nicht direkt beschrieben, der Leser erfährt sie durch Beschriebungen oder erlebte Rede.



VERBEN:


·Ist: Verbanya adalah ist karena:


1.Ist menerangkan subjeknya yaitu” Ein weiteres Merkmal”



Subjekt+Sein/Verb




Ein weiteres Merkmal für Kurzgeschichtenist



Subjektsein


Subjeknya “Ein weiteres Merkmal” adalah subjek unbestimmt/kata Benda singular sehingga memakai verba “ist”.


2.Ist menerangkan bahwa bentuk kata/kalimatnya dalam bentuk “Prӓsens” atau bentuk sekarang.


3.Kalimat tersebut jika dilihat dari verbanya “ist” maka kalimat tersebut berbentuk “Indikativ” yaitu menerangkan realitas (bentuk nyata)


·Verwenden: Verbanya adalah verwenden karena:


1.Verwenden menerangkan subjeknya yaitu “Die Autoren”=sie



Subjekt+Verb/Sein




Die Autoren verwenden




SubjektStamm+en (Verb)



Subjeknya “Die Autoren” adalah subjek bestimmt/kata Benda Plural sehingga memakai verba “verwenden”.


2.Verwenden menerangkan bahwa bentuk kata/kalimatnya dalam bentuk “Prӓsens” atau bentuk sekarang.


3.Kalimat tersebut jika dilihat dari verbanya “verwenden” maka kalimat tersebut berbentuk “Indikativ” yaitu menerangkan realitas (bentuk nyata).


·Benutzen:Verbanya adalah benutzen karena:


1.Benutzen menerangkan subjeknya yaitu “Die Autoren”=sie (plural)



Subjekt+Verb/sein



































Die Autorenverwenden meistens einfache Sätzeundbenutzen



SubjektverbAdj.Deklinationkonjunktionverb



SubjektStammt + en


Subjeknya “Die Autoren” adalah subjek bestimmt/kata Benda Plural sehingga memakai verba “benutzen”.


2.Benutzen menerangkan bahwa bentuk kata/kalimatnya dalam bentuk “Prӓsens” atau bentuk sekarang.


3.Kalimat tersebut jika dilihat dari verbanya “benutzen” maka kalimat tersebut berbentuk “Indikativ” yaitu menerangkan realitas (bentuk nyata).


·Ist+ gehalten:Verbanya adalah ist gehalten karena:


1.Ist gehalten (ist + gehalten) menerangkan subjeknya yaitu “Neben der Sprache und der Wortwahl”


Subjekt+ sein/haben+Partizip II



Neben der Sprache und der Wortwahl ist auch die Grammatik einfach gehalten.



SubjektSeinNomenPartizip II



Subjeknya “Der Sprache und der Wortwahl” adalah subjek bestimmt/kata Benda Singular sehingga memakai verba (perfekt) “ist gehalten”.


2.Ist gehalten (ist + gehalten) menerangkan bahwa bentuk kata/kalimatnya dalam bentuk “Perfekt” atau bentuk lampau.


3.Kalimat tersebut jika dilihat dari verbanya “ist gehalten” maka kalimat tersebut berbentuk “Indikativ” yaitu menerangkan realitas (bentuk nyata).


·Anpassen:Verbanya adalah anpassen sich (reflexive verben) karena:


1.Anpassen menerangkan subjeknya yaitu “Sprache und Grammatik”




Subjekt+verb+sich
















Sprache und Grammatikpassen sich der beschriebenen Situation an




Subjektreflexive verbenatrenbare verb



Subjeknya “Sprache und Gramatik” adalah subjek/ada dua kata Benda Singular sehingga menjadi Plural,jadi memakai verba “anpassen”.


Anpassen adalah kata kerja “reflexive verben” atau bias jadi juga “trenbare verbena” jadi :


























Subjekt+verb+ sich+ (an)



Reflexive verben



Trenbare Verben


2.Anpassen menerangkan bahwa bentuk kata/kalimatnya dalam bentuk “Prӓsens” atau bentuk sekarang.


3.Kalimat tersebut jika dilihat dari verbanya “anpassen” maka kalimat tersebut berbentuk “Indikativ” yaitu menerangkan realitas (bentuk nyata).


·Wird + beschrieben: Verbanya wird beschrieben karena:


1.Wird beschrieben menerangkan subjeknya yaitu “Eine alttägliche Situation”



Subjekt+werden+partizip II
























Eine alttägliche Situationwirdmit normalen alttäglichen Worten beschrieben




SubjektwerdenprӓpositionPartizip II


Subjeknya “Eine alttägliche Situation” adalah subjek unbestimmt/kata Benda Singular sehingga memakai verba (passiv) “wird beschrieben”.


2.Wirdbeschrieb menenerangkan bahwa bentuk kata/kalimatnya dalam bentuk “Passiv”.


3.Kalimat tersebut jika dilihat dari verbanya “wird beschrieben” maka kalimat tersebut berbentuk “Indikativ” yaitu menerangkan realitas (bentuk nyata).


·Werden + beschrieben:Verbanya adalah werden beschrieben karena:


1.Werden beschrieben menerangkan subyeknya yaitu “Die Gefühle der Personen”




Subjekt+werden+partizip II




Die Gefühle der Personen werden meisten nicht direkt beschrieben



Subjektwerdenpartizip II


Subjeknya “Die Gefühle der Personen” adalah subjek bestimmt/kata Benda Plural sehingga memakai verba (passiv) “werden + beschrieben”.


2.Werden beschrieben menerangkan bahwa bentuk kata/kalimatnya dalam bentuk “Prӓsens-Passiv” atau bentuk sekarang.


3.Kalimat tersebut jika dilihat dari verbanya “wird beschrieben” maka kalimat tersebut berbentuk “Indikativ” yaitu menerangkan realitas (bentuk nyata).


·Erfӓhrt: Verbanya adalah erfӓhrt karena:


1.Erfӓhrt menerangkan subjeknya yaitu “der Leser”.Erfӓhrt berasal dari kata “erfahren”.



Subjekt+verb















der Lesererfährt



Subjektstammt+t


Subjeknya “Der Leser” adalah subjek bestimmt/kata Benda Singular sehingga memakai verba“erfӓhrt”.


2.Erfӓhrt menerangkan bahwa bentuk kata/kalimatnya dalam bentuk “Prӓsens” atau bentuk sekarang.


3.Kalimat tersebut jika dilihat dari verbanya “erfӓhrt” maka kalimat tersebut berbentuk “Indikativ” yaitu menerangkan realitas (bentuk nyata).



SUMBER:


www.google.com


http://hausaufgaben222.ha.funpic.de/index.php/deutsch/3-kurzgeschichte-merkmale-und-beispiel.html




KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article