Indonesia Berhasil Merusak Citra Agama Import di PBB

11 Juni 2012 00:15:01 Dibaca :
Indonesia Berhasil Merusak Citra Agama Import di PBB

Kebaktian Aksi Damai Bagi Bangsa GKI Yasmin HKBP Filadelfia hari ini, 10 Juni 2012 sangat Istimewa! Basar Daniel Jevri Tampubolon datang nun jauh dari Bandung bersama belasan temannya untuk mendukung. Teman-teman dari Sekolah Tinggi Agama Budha Nalanda bersama rektornya, juga ikut bergabung. Teman-teman dari agama Sunda wiwitan ikut nimbrung. Puluhan wanita berjilbab dan lelaki berbaju koko dan berkopiah tentu saja datang untuk ikut mendukung tanpa mengacung-acungkan KEFALAN dan FENTUNG sambil menyandang FEDANG. Saya tidak mau membesar-besarkannya, namun, benar, hari ini 1000 lebih WARGA negara Republik Indonesia, dari bebagai latar pendidikan, suku bangsa, agama, partai politik, status sosial, usia dan daerah, cantik, tampan maupun jelek, umat beragama maupun ATEIS, KAFIR bahkan ATEIS KAFIR LIBERAL: ber-BHINEKA TUNGGAL IKA menyatakan TEKAD MEMBANGUN negeri dengan menyanyikan lagu: PADAMU negeri kami BEJANJI Padamu negeri, kami BERBAKTI Padamu negeri kami MENGABDI Bagimu negeri, JIWA RAGA kami Ketika ngobrol dengan teman-teman GKI Yasmin, mereka bercerita riang tentang pertemuannya dengan Badan Pengurus Majelis Sinode (BPMS) yang menghasilkan kesepakatan untuk TETAP KEKEH JUMEKEH menolak tawaran RELOKASI dan menjunjung keputusan Pengadilan Republik Indonesia. Senang sekali mendengar cerita mereka. Indah sekali diajak merasakan sukacita mereka. Dan bangga sekali diberi kesempatan untuk berjuang bersama mereka untuk menggugah pemerintah untuk menjunjung dan  menegakkan hukum Republik Indonesia. Bagi haihai, tentu saja yang paling asyk adalah tanpa disangka-sangka bertemu dengan sahabat lama yang sudah lumayan lama nggak bersua yaitu si ATEIS KAFIR LIBERAL, Dadang Ismawan. Sebagai orang ATEIS KAFIR, dengan JIWA BESAR dia mengulurkan tangan menyelamatiku, orang BERAGAMA, dan berkata kira-kira begini, "Wow, selamat ya! Akhirnya MAYORITAS bangsa Indonesia berhasil MERUSAK CITRA agama IMPORT di PBB. Ini kesempatan bagi agama LOKAL Indonesia untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersaing dengan agama-agama MANCANEGARA di kancah Internasional." Konon, sudah lama si ATEIS KAFIR LIBERAL, Dadang Ismawan DIBENCI oleh umat beragama Indonesia dan satu-satunya alasan dia masih hidup makmur loh jinawi adalah: Darah Kafir itu HALAL sehingga nggak boleh DITUMPAHKAN sedangkan darah umat beriman itu HARAM sehingga nggak boleh DIJAMAH." Setelah beberapa menit diskusi kami pun SEPAKAT, saya mewakili umat beragama dan dia mewakili JAKAR (JARINGAN ATEIS KAFIR LIBERAL) bahwa Indonesia tidak memerlukan Presiden dan Menteri Dalam Negeri lagi sebab Walikota Bogor dan Bupati Bekasi sudah membuktikan bahwa Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kota sudah MERDEKA dan tidak DIJAJAH lagi oleh Pemerintah Pusat Republik Indonesia. Di samping itu, baik bupati maupun walikota, sudah pinter-pinter membuat SK (Surat Keputusan) yang lebih SAKTI dibandingkan Surat Keputusan PK Mahkamah Agung. Itu sebabnya Walikota Bogor pun membuat SK pencabutan IMB GKI Yasmin untuk MEMENTUNG Putusan PK Mahkamah Agung RI hingga mati kutu. Oleh karena itu Bupati Bekasi pun menerbitkan SK pencabutan IMB HKBP Filadelfia untuk MEMEDANG Putusan PK Mahkamah Agung jadi tidak berdaya. Dalam kondisi sehat jasmani dan sehat rohani serta sehat akal budi, tanpa tekanan apalagi diancam orang-orang yang mengacung-acungkan FENTUNG dan KEFALAN serta FEDANG, kami pun sepakat mengeluarkan SK alias SURAT KHILAF tentang ke-KHILAFAN memilih SBY menjadi presiden Republik Indonesia Periode 2009 – 2014 padahal Indonesia SUDAH tidak memerlukan Presiden dan Menteri Dalam Negeri lagi sebab PEMDA dan PEMKOT sudah MERDEKA dan BERDAULAT serta TIDAK takluk lagi kepada Perundang-Undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia apalagi PEMERINTAH Pusat. INDONESIA BERGERAK Bila Rakyat BIJAKSANA mustahil PEJABAT menjadi PENJAHAT.

Haihai Bengcu

/haihai

Hanya seorang Tionghoa Kristen yang mencoba untuk melakukan sebanyak mungkin hal benar. Saling MENULIS agar tidak saling MENISTA. Saling MEMAKI namun tidak saling MEMBENCI. Saling MENGISI agar semua BERISI. Saling MEMBINA agar sama-sama BIJAKSANA.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?