HEADLINE HIGHLIGHT

Menjawab Kontroversi Safee

27 Desember 2010 14:46:54 Dibaca :
Menjawab Kontroversi Safee
Editan di Wikipedia Bahasa Inggris/Sumber: twitter.com/iloveaceh

ENAM tahun peringatan tsunami kali ini beragam 'rasa' di negeri kita Indonesia, di Aceh sana memperingati musibah 6 tahun gempa dan tsunami yang silam, namun dilain kesempatan di Bukit Jalil, Malaysia, pasukan timnas Indonesia berjuang dalam rangkaian final leg-1 AFF Suzuki Cup 2010. Animo masyarakat, bahkan media cukup antusias meliput perhelatan internasional tersebut dimana Indonesia kini kian mengepak sayap dengan burung garuda di dada. Tapi sayang, nasib euforia kadang bisa menghakimi pendukung fanatik. Ya, begitulah yang saya lihat dari berbagai media yang bertebar informasi. Dari twitter misalnya, animo masyarakat Indonesia juga mengira tsunami yang enam tahun lalu meluluhlantakkan Aceh serta Nias, hanya terdengar sekilas saja di televisi. Cukup berbeda dengan liputan dari tahun-tahun sebelumnya, yang diliput secara khusus oleh berbagai media. Status Palsu Namun, disini saya bukan menjelaskan masalah, toh bukan masalah yang ingin saya utarakan melainkan meluruskan berita HOAX (atau kebohongan) publik yang sangat lazim terjadi di dunia maya. Salah satunya adalah pada malam laga Malaysia vs Indonesia. Dibalik segala tantangan, munculnya laser, rusuh di GBK, PSSI yang bermuatan politisasi atau sering disebut juga #nurdinturun, dan beragam hal lainnya. Saya mencoba meluruskan kontroversi yang sempat terjadi (sepengetahuan dan ilmu yang ada), bahkan sampai tulisan ini saya turunkan masih sangat banyak beredar info bohong ini, dan menurut saya ini adalah akibat dari rendahnya kontrol masyarakat (baca: kadang labil) pengguna media sosial dalam menyikapi berbagai hal, terkait dalam hal ini adalah harga diri Indonesia dimata negeri tetangga, Malaysia. Karena saat Indonesia dan Malaysia disandingkan dalam arena dunia maya, berbagai provokasi dari aktor-aktor yang tidak bertanggung jawab sangat banyak. Lihat saja munculnya blog-blog yang berisi penghinaan, akun-akun media sosial yang memaki-memaki satu negara atau sebaliknya. Langsung saja pada poin-poinnya, Safee atau bernama lengkap Mohd. Safee bin Mohd Sali menjadi pembicaraan hangat dan sempat menjadi Trending Topic di Twitter, setelah berhasil merobek gawang Indonesia pada menit ke-73. Salah satunya, status provokasi yang muncul setelah pesta gol tersebut seperti dibawah ini: 1293451406760376323 Memang terkesan biasa saja, tapi itu ternyata membuat banyak orang yang "menuduh" bahkan sampai ke arah memaki-maki yang tidak diharapkan + menghabiskan 'energi' yang sudi kira dihiraukan sampai detik ini masih beranjak seputar itu (termasuk saya mungkin yang menghiraukan dan harus menulis ini). Sempat-sempat semalam, saya juga menelusuri keberadaan informasi tersebut bersama pengelola @iloveaceh, bahkan pengelola Twitter @iloveaceh hampir sempat terbawa emosi dan syukurnya #ATwitLovers dengan siap siaga langsung mengingatkannya. 1293453087156985527 Tidak hanya itu, @iloveaceh juga sempat menurunkan analisa singkatnya terkait pemberitaan tweet tersebut, lagi-lagi hal di atas telah membawa nama #Aceh dan Indonesia akibat konflik yang silam (terlihat jelas ada prakter adu domba di dunia maya ditambah lagi dengan kekalahan, akun tersebut menilai emosi rakyat Indonesia akan memuncak). Kembali  lagi pada penelusuran saya terhadap informasi yang beredar dari akun Sokernet itu, ternyata hanya ditemukan di Wikipedia Bahasa Inggris (dengan update terakhir per tanggal 27 Desember 2010). Lalu, setelah melihat lagi ke Wikipedia Bahasa Indonesia juga sudah ada yang memuatnya. Tapi justru lebih baik di Wikipedia Bahasa Indonesia dibandingkan dengan Wikipedia  Bahasa Inggris, karena sebelumnya ada kerancuan dari sang wikipediawan (kontributor) dalam menulis tempat lahir Safee. Hal itu bisa diperjelas dari apa yang Anda lihat di gambar paling atas dengan lingkaran merah itu, sebelumnya Wikipedia Bahasa Inggris memuat, Mohd Safee Mohd Sali (born on January 29, 1984 in Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia), namun dibawah fotonya sendiri tertulis jelas Place of birth Kajang, Selangor, Malaysia (lengkap dengan link rujukan tulisan untuk tempat), sedangkan untuk Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia (tidak ada link yang merujuk untuk tulisan tersebut). Inilah yang bisa saya jawab atas segala kontroversi netter di dunia maya terlebih di mikroblog Twitter, semoga tidak salah persepsi dan terus menanyakan siapa Safee itu sebenarnya. Analisa dari @iloveaceh di atas dalam 5 poin tersebut mungkin juga bisa dibaca. Bagi pembaca yang mempunyai padangan lain atau mau berbagai analisa tentang HOAX  yang sangat sering terjadi atau juga ingin memberikan berbagai tips #internetsehat bagi pengguna sosial media, sangat diperbolehkan.[] NB: Bagi yang belum tahu bagaimana cara kerja dan apa itu Wikipedia, silahkan baca disini. Satu hal lagi, Wikipedia Bahasa Inggris telah mengubahnya lagi terkait tempat kelahiran tersebut. Walaupun itu bukan hal permanen untuk diubah oleh siapa saja.

Aulia Fitri

/hack87

Seorang narablog yang kini tergabung di Aceh Blogger Community dan beberapa Media Wiki. Tertarik pada Socmed sembari ngeblog di "OWL".
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?