Meskipun Kalah, Ahok Masih Istimewa

21 April 2017 01:33:41 Diperbarui: 21 April 2017 17:39:27 Dibaca : 211 Komentar : 0 Nilai : 2 Durasi Baca :

Hasil perhitungan sementara KPU menunjukkan kekalahan Ahok. Bahkan, selisih persentase antara keduanya berada pada angka dua dijit. Klaim dukungan besar masyarakat dan dukungan besar partai politik tidak terlihat. 

Pasca kekalahan, Ahok begitu yakin akan menyelesaikan programnya sebelum periode masa jabatannya berakhir. Keyakinan yang begitu tinggi, meskipun dalam kesempatan lain, Ahok masih harus menjalani sidang penistaan agama, yang mana, jika jaksa menuntutnya 5 tahun, maka seketika Ahok diberhentikan dari gubernur, yang mana Ahok akan segera menerima vonis hakim yang memberikan kemungkinan ia segera masuk penjara, sehingga Ahok tidak dapat menjalani sisa periodenya. 

Ahok Masih Sakti

Namun, keyakinan Ahok tidak diberhentikan terjawab sudah. Ahok tidak dituntut jaksa sesuai dengan UU, Ahok hqnya dituntut 1 tahun dengan 2 tahun percobaan. Sungguh aneh, Ahok tidak mendapat hukuman penjara meskipun ada dua pasal yang dilanggar yang ancamannya 4 tahun dan 5 tahun penjara. 

Ternyata, Ahok masih mendapatkan keistimewaan meskipun sudah diketahui Ahok kalah dalam pilkada. Jika awalnya, saya menduga kesaktian Ahok surut, ternyata tidak. Tim jaksa sidang Ahok kembali melakukan terobosan yang membingungkan, kejaksaan tidak sedang menuntut, tetapi menuntut Hakim mengambil.keputusan yang terbaik.untuk.Ahok.

Kita masih lihat, bagaiamana hakim mengambil keputusan. Apakah Ahok kembali mendapat keistimewaan, yaitu hakim.memutuskan hukuman yang jauh lebih berat dibandingkan jaksa.

Ahok mendapat Nobel

Dari sisi pemilih Ahok, nampaknya empat  dan simpati untuk.Ahok masih tinggi. Meskipun kecewa dengan hasil.pilkada, mereka masih ingin Ahok mendapat peran lain. Ada yang ingin Ahok menjadi menteri, KPK atau pulang kampung ke Bangka Belitung.

Bahkan kemarin saya mendapat poatingan untuk mendukung Ahok meraih nobel. Bayangkan, penghargaan nobel yang istimewa tersebut diperoleh Ahok. Ahok yang seringkali menjadi sumber masalah keributan, yang mendiskrimnasi kelompok tertentu, yang memaksa penganut agama lain menerima tafsir kitab orang muslim, yang menggusur ribuan orang, yang sering menghina lembaga negara diupayakan merauh nobel.

Ahok tidak.seistimewa rakyatnya.

Ahok dimata warga bukanlah istimewa. Rasa sukacita karena menerima karyu jakarta pintar, jamkesmas tidak membuat warga Jakarta emosional. Mereka tetap rasional memilij pemimpinnya. 

Keistimewaan Ahok hanyalah dillevel elit. Tidak untuk untuk akar rumput. Semoga pak Hakim dapat merasakan sakitnya orang yang agamanya dihina Ahok.. Saya masih percaya hakim memiliki hati nurani.

 

Guntur Saragih

/guntur_saragih

Saya adalah orang yang bermimpi menjadi Guru, bukan sekedar Dosen atau Trainer.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana