Menelusuri Ke-mubalighannya Rhoma Irama...

05 September 2012 03:53:20 Dibaca :

Setelah melihat ceramahnya H. Rhoma Irama di masjid Al-Isra Jakarta (siaran ILC, TV One, 14 Agustus 2012), yang menurut sebagian orang menyinggung SARA  dan FITNAH....  Dengan alasan menurut  H. Rhoma Irama bahwa JOKOWI - AHOK haram bagi umat muslim untuk dipilih menjadi pemimpin DKI lebih jauhnya lagi beliau mengatakan pasangan tersebut kafir, karena bertentangan dengan ayat yang terkandung dalam Al-Quran.... dan satu lagi beliau telah membuat fitnah terhadap orang tua JOKOWI dengan mengatakan bahwa orang tua JOKOWI itu Non Muslim dengan data informasi yang beliau  dapatkan di internet yang menurut beliau  informasi dari internet pasti valid (benar atau shahih)...

Untuk poin Fitnah H. Rhoma Irama  terhadap orang tua Jokowi sudah dibantah oleh Jokowi sendiri  diacaranya ILC 14 Agustus 2012, "Jokowi bilang" : Mulai dari kakek, nenek, ibu, bapak serta adik2nya Jokowi adalah muslim dan sudah naik  haji semua.. Untuk poin ini H. Rhoma Irama minta maaf (artinya dia salah karena pendapatnya tidak sesuai dengan realita... adalah sebuah kecerobohan besar bagi seorang Mubaligh,  jika beliau "Rhoma Irama" itu benar2 seorang Mubaligh... Dan merupakan  sebuah kewajaran jika ke-Mubalighannya itu dipertanyakan..??!! sebab dalam masalah ini citra mengenai  Islam dan  mubaligh benar2 dipertaruhkan kepada publik yang notabene heterogen).... Dilain pihak  Jokowi beserta  Ibundanya sudah jauh  hari sebelumnya mereka telah memaafkan Rhoma Irama  (kalau dilihat dari sisi ini keluarga jokowi sudah sangat jelas memperlihatkan moral ke-Islamannya)

Poin berikutnya H. Rhoma Irama masih tetap ngotot dengan pendapatnya bahwa Jokowi-Ahok tidak layak menjadi pemimpin DKI karena kafir, alasan beliau   walaupun Jokowi seorang muslim tetap saja akan  menjadi kafir jika wakilnya bukan non Muslim karena  kepemimpinan itu satu paket...  Untuk poin yang ini, apakah Rhoma Irama akan membuat kesalahan yang kedua seperti poin sebelumnya...?? Mari kita lihat...!!!

Sebenarnya ada mubaligh satu lagi dan beliau bukan hanya sekedar mubaligh tapi boleh dibilang seorang ulama yang terlibat di arena Pilkada DKI-2012 kali ini yaitu; Hidayat Nurwahid lulusan Al-Azhar,... sebelum gerbongnya PKS mendukung Foke-Nara beliau beserta gerbongnya sudah akan mendukung Jokowi-Ahok berarti secara logika tidak ada yang salah dengan calon kepemimpinan Jokowi-Ahok (tidak bertentangan dengan pemahaman ke-islamannya Hidayat Nurwahid)...

Kalaupun ada yang salah menurut pemahaman Islam mengenai kepemimpinan Jokowi-Ahok di Pilkada DKI kali ini,  pasti yang akan bicara keras adalah Bapak Amien Rais (beliau adalah orang yang paling berani bicara dibanding Rhoma Irama apalagi jika menyangkut kebenaran soal agama karena beliau juga seorang mubaligh sekaligus ulama) artinya ketika beliau diam berarti  kepemimpinan Jokowi-Ahok itu sah dan tidak bertentangan dengan  pemahaman dan pandangan ke- Islamannya Bapak Amien Rais.

Walaupun satu kubu dengan Rhoma Irama , Amien Rais malah menyoroti sisi lain mengenai Jokowi (walikota teladan yang menyesatkan dan KPK harus cepat memproses pembiaran korupsi di Solo) dan tidak pernah menyoroti sisi  muslim/non muslim....

Yang terakhir adalah pernyataan petinggi NU yang berpengaruh di Timur Tengah " Habib Mohsin Al habsy" yang secara terbuka mendukung Jokowi-Ahok (seperti di tribune : http://jakarta.tribunnews.com/2012/09/03/petinggi-nadhlatul-ulama-di-timur-tengah-dukung-jokowi-ahok)

Artinya : secara jelas kepemimpinan jokowi-Ahok adalah Halal untuk memimpin DKI menurut pemahaman habib Mohsin al habsy, berarti petinggi Islam (Ulama besar seperti ; Habib Mohsin Al Habsy, Hidayat Nurwahid, serta  Amien Rais) ...secara prinsif mereka tidak mempermasalahkan kehadiran   Jokowi - ahok dalam Pilkada DKI 2012, .....artinya tidak bertentangan dengan pemahaman ke-Islamannya mereka.

Pertanyaannya : Darimana H. Rhoma Irama bisa berkesimpulan dan berpandangan  berbeda dengan mereka..? padahal Al-quran nya sama (di negara Mesir  saja tidak ada yang  mempermasalahkan kehadiran calon wakil presidennya yang non muslim dan seorang wanita lagi, padahal disana banyak ulama Islam apalagi Presidennya sendiri termasuk muslim garis keras)

Jika H. Rhoma Irama benar dengan pemahaman ayatnya, haruskah para petinggi Islam (mubaligh) yang ada di Indonesia dan Mesir itu berguru soal kebenaran mengenai Islam kepada H. Rhoma Irama...? Ataukah sebaliknya....??? poin  terakhir kayaknya tidak mungkin sebab kalau dilihat di tayangan ILC 14 agustus 2012 TV-One tersebut H. Rhoma Irama merasa sudah benar...

Jika pendapatnya H. Rhoma Irama sudah benar dengan ke-Islamannya...??? kenapa mereka (para petinggi Islam itu mesti  jauh2 mempelajari pendidikan Islam sampai ke Al-Azhar (Mesir), sudah saja mereka "para Ulama" tersebut belajar mengenai ke-Islamannya kepada Rhoma  Irama  supaya menjadi benar..???  walaupun disisi lain beliau " Rhoma Irama " sebagai mubaligh masih termasuk orang yang sangat ceroboh dalam menyampaikan pendapat sehingga berhasil menimbulkan fitnah dan  termasuk dzolim terhadap sesama muslim ""menuduh orang tuanya Jokowi non muslim"" (hal ini sangat jelas bertentangan dengan moral Islam yang sebenarnya apalagi data + informasinya cuman diperoleh dari internet, dan bukannya dari kesaksian yang telah disertai sumpah atau penulusurannya sendiri selaras dengan moral dan etika ke Islaman)....  kalaupun itu benar sebagai sebuah realita yang ada,.. bukankah kita mestinya harus saling menutupi aib apalagi jika aib tersebut dibicarakan didalam Mesjid... Dan yang paling mengejutkan hal itu dilakukan terhadap sesama muslim...

" JANGAN SEKALI-SEKALI MEMPERCAYAI ORANG YANG SUKA MEMFITNAH "

Wallahualam

Agus Gunawan

/gunawanagus

Hanya sekedar ikut menyumbangkan suara pemikiran...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?