Mohon tunggu...
Gordi SX
Gordi SX Mohon Tunggu... Freelancer - Pellegrinaggio

Alumnus STF Driyarkara Jakarta 2012. The Pilgrim, La vita è bella. Menulis untuk berbagi. Lainnya: http://www.kompasiana.com/15021987

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Dari 'Ciao' ke 'Bravo' a la Italia

8 Mei 2017   02:24 Diperbarui: 12 Mei 2017   05:21 3020
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Emma Marrone, penyanyi Italia yang selalu diberi pujian 'brava' setelah membawakan sebuah lagu, FOTO: quotidiano.net

Mengucapak satu kata dalam bahasa Inggris itu sudah biasa. Orang asing dari mana saja pernah melakukannya. Tetapi, mengucapkan satu kata dalam bahasa Indonesia itu luar biasa. Hanya sedikit dari orang asing yang mengucapkannya.

Orang asing ini yang saya jumpai di Yogyakarta sekitar 5 tahun lalu. Dia yang baru tiba dari Meksiko itu langsung menawarkan untuk mengucapkan satu kata dalam bahasa Indonesia. Tawaran itu memang muncul sekadar untuk memulai obrolan saja. Perkiraan waktu itu adalah kata ‘terima kasih’. Rupanya bukan itu. Dia mengucapkan kata ‘orangutan’.

Dia sudah akrab dengan kata ini. Saat itu, dia memang sedang mengunjungi adik perempuannya yang sedang mengambil program CRCS (Center for Religious and Cross-cultural Studies), Graduate Schooldi UGM-Yogyakarta. “Di Meksiko kata ini sudah terkenal. Kami semua tahu kata ini adalah milik orang Indonesia,” katanya sambil menunjukkan kebanggaannya mengucapkan kata ini.

Rupanya satu dari beberapa kata dalam bahasa Indonesia sudah mendunia. Selain ini, ada beberapa yang kiranya sudah terkenal: terima kasih, rambutan (buah-buahan), komodo, dan sebagainya. Dengan ‘orangutan’, dunia mengenal Indonesia sebagai pelestari hutan. Citra yang saat ini sedang diuji oleh dunia internasional. Dengan ‘rambutan’, Indonesia dianggap sebagai negara yang kaya buah-buahan. Ini kiranya amat nyata meski di sana-sini penguatan untuk cinta produk dalam negeri masih berjalan setengah-setengah. Dengan ‘komodo’, Indonesia menjadi tempat wisata yang layak dikunjungi.

Andrea Bocelli, penyanyi tenor Italia yang mendunia, selalui diberi tepuk tangan 'bravo' setiap kali selesai konser, FOTO: nanopress.it
Andrea Bocelli, penyanyi tenor Italia yang mendunia, selalui diberi tepuk tangan 'bravo' setiap kali selesai konser, FOTO: nanopress.it
Mendengar orang asing mengucapkan kata-kata ini membuat rasa bangga makin besar. Rasa ini rupanya justru menjadi hadiah terbesar dari orang asing untuk kita warga Indonesia. Kebanggaan ini juga dirasakan oleh penduduk Italia. Italia dengan kekayaan budaya, musik, makanan, seni, dan pariwisata justru menjadi amat terkenal di dunia.

Seperti sebagian dari warga Indonesia, orang Italia kadang-kadang kurang percaya diri dengan bahasa mereka. Mereka menganggap hanya bahasa Inggris saja yang mendunia. Di sini ada rasa pesimis dan merasa kecil hati. Kiranya sikap ini tidak beda dengan kecenderungan artis Indonesia, juga pejabat dan terutama warga DKI Jakarta yang suka memakai kata Inggris ketimbang menggunakan kata Indonesia yang lebih mudah dipahami oleh pemirsa.

Untunglah, orang Italia berbeda dengan orang Indonesia. Orang Italia tidak menggunakan kata Inggris itu untuk menjelasakan sesuatu kepada kerabat Italia mereka. Mereka tahu bahasa Inggris memang mendunia tetapi tidak mesti harus mengubah komunikasi mereka. Italia ya Italia, Inggris ya Inggris. Sikap seperti ini yang kiranya patut dipuji jika ingin meninggikan semangat nasionalisme dalam bidang bahasa dan budaya.

Banyak bahasa musik berasal dari kata dalam bahasa Italia. Sebut saja istilah ‘sopran, tenor, alto’ dan sebagainya. Kata ini muncul karena dunia musik lahir dan besar di Italia. Selain istilah musik, ada beberapa kata Italia yang mendunia: pizza, tagliatelle, gondola, mafia (kata ini akarnya dari bahasa Arab ‘mo’afiah atau ma hias yang berarti arogan dan kekerasan), ciao e bravo(Popotus 28/3/2017).

Menurut koran Popotus dua kata terakhir paling terkenal saat ini. Dua kata ini sudah masuk dalam kosa kata di sekitar 29 negara. Ini berarti betapa besar pengaruh dua kata ini. Ibarat bahasa Inggris yang mendunia, dua kata Italia ini juga menjadi kosa kata internasional. Warga dunia pun kiranya tidak asing menggunakan kata ini. Dari sekian negara ini, Indonesia termasuk di dalamnya. Kata ‘bravo’ misalnya sering diucapkan oleh orang Indonesia, apalagi komentator TV. Dalam bahasa aslinya, kata ‘bravo’ menunjuk pada laki-laki, sedangkan kalau menunjuk pada perempuan harus diubah menjadi ‘brava’. Tetapi, karena komentator TV Indonesia tidak mesti (?) memahami setiap kata yang digunakan, pemakaiannya pun sekadar ala kadarnya saja.

Ciao, hallo, olà dalam berbagai bahasa, FOTO: pixabay.com
Ciao, hallo, olà dalam berbagai bahasa, FOTO: pixabay.com
Jika Anda pernah datang ke kota Venezia, Anda pasti kenal kata ‘gondola’. Gondola adalah perahu tradisional khas Venezia yang digunakan sebagai alat trasnposrtasi di sekitar pulau-pulau dan kanal-kanal kota seni ini. Selain ‘gondola’, kota Venezia juga memiliki kata ‘ciao’. Seperti gondola, kata ‘ciao’ juga sudah terkenal di seluruh dunia.

Kata ‘ciao’ dalam bahasa Venezia kuno ditulis ‘schiao’, dibaca ‘ciao’. Kata ‘schiao’berarti budak atau schiavo. Kata ini dalam budaya aslinya digunakan untuk menyalami dengan penuh hormat. Saat seorang pekerja menyalami pemimpinya, dia akan menggunakan ciao ini. Itulah sebabnya, kata ini juga bisa diterjemahkan sebagai ‘pelayanmu’.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun