Pasar Pohe

04 Mei 2013 16:54:30 Dibaca :




Menyapa pagi dalam buaian mendung putih

rinai gerimis masih terlihat dari jendela

membasahi burung-burung sampai mengigil

sang surya enyah entah kemana....


Rintihan anak-anak kecil berbaris...


menahan lapar

menyapa hati yang masih membeku

di pasar ikan ujung tanjung pantai Pohe

menjadi irama lagu kalahkan perang mortir


Sajian ikan di bawah meja....


menjadi pesta "kucing kurap" yang liar

menindas...mengejar....dan mencengkram

tertawalah para penguasa....


Satu sudut masih kita baca


dengan mata mata yang malas memandang

mereka hanya terlena dalam buaian malam

pada saat bintang mulai bertebaran


Masih adakah kedahsyatan perang...


di balik bilik bambu yang menghadang

walau samar namun masih jelas Aku pandang

fenomena bangsa di alam yang kaya


Apakah masih ada kanvas yang tersisa...


agar Aku pertegas dengan sejuta kuas yang berbeda

bahwa sesungguhnya warna pelangi

tak akan pernah ada bila bangsa masih bermimpi.



Gorontalo,  19 Jan 2011
RASULL ABIDIN , —

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?