Mohon tunggu...
Rasull abidin
Rasull abidin Mohon Tunggu... Auditor - Sekelumit tentang kita

hidup itu indah

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Indahnya Wanita

13 September 2017   21:35 Diperbarui: 13 September 2017   22:31 1605
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Art paint by. Huanim

wanita itu berhati lembut...nalurinya sebening titik titik embun di atas daun rerumputan...bila saat mentari bersinar...airnya jatuh menetes menyerap sampai di ujung bumi...menumbuhkan berjuta bijian menjadi tunas tunas muda yang hijau bersemi...

Wanita itu berperasaan halus...kehalusannya mampu merobohkan kekerasan bukit batu yang sombong...menjadikan hatinya laksana samudera akhir dari sungai sungai yang bermuara...

Wanita itu berjiwa kesatria...ketegaran hatinya bagai barisan batu karang dibibir pantai...tak luluh dari terjangan badai yang bergemuruh...tak gentar oleh hempasan gelombang laut pasang...dan tak bergeming dari buruknya angin musim barat...

Aku terpukau...memandang di kedalaman jiwanya...

Yang indah rupawan seperti bunga bunga mekar di saat pagi menanti sinar harapan...

Wanita itu bisa berhati keras...bagai batu pualam di malam gelap...mampu melumatkan hati para kumbang kumbang dalam sekejap...emosinya bagai gelombang.... mampu menggulung bahtera yang dilaluinya...

Wanita itu bisa menjadi angkara...seperti api yang berlidah panjang...kobarannya menghanguskan seluruh jiwa...menjadi debu debu yang berhamburan di terjang deru angin yang mendesing

Aku menutup mataku saat memandang jiwanya...sehalus dan sekeras itukah hatinya...???

Wanita laksana kembang dan api...tak akan tersulut bila bara tiada di hati....harum semerbak menyelumuti bumi...Bila kembang selalu ada di hati...

Bila engkau ingin mengerti...mari kita sama sama duduk belajar disini...dari seorang wanita yang kita hormati...dari seorang wanita ibu kita sendiri.

Rasull abidin, 31 Des 2011.

Surabaya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun