GONG2017
GONG2017 kenek dan supir angkot

Kenek dan Supir Angkot. Peace.

Selanjutnya

Tutup

Puisi highlight

Puisi | Sublim

19 Juni 2017   20:09 Diperbarui: 19 Juni 2017   20:25 25 6 5
Puisi | Sublim
Kompasiana image by Gong 2017

Bunga kecil membisik di telingaku "Para filsuf meninggalkan gading yang tak retak."

Belum bisa di pastikan apakah bumi pada waktu megatruh akan berhenti. Lagi pertanyaan jelek itu hadir diantara kebun jambu. Menuju jalan setapak menjauh semakin menjauh semakin bias transparan jernih. Apa ini menuju ruang-ruang cahayaMu. Aku semakin menjauh...

Aku tetap mendengar kearifan Mu dalam syahdu. Khusyuk.

Kanjeng Gusti Pangeran. Aku menuju rumah Mu. Rumah bagi semua penghuni planet. Kalau masih engkau ijinkan aku akan mencari hal pernah aku janjikan. Di sepuluh juta ruang dan waktu, di sepuluh juta pulau di taman-taman hijau.

Serupa janji bushido kepada perawan putri ayu alami bermukim di lereng-lereng bukit musim berbunga. Jika aku masih diijinkan. Apakah mungkin aku ke surgaMu jika janji belum aku tepati. Janji ketika aku mencium bunga surga di bahunya. Janji ketika aku membersihkan air akan menetes di tepian kelopak mata sebening air di surgaMu.

Ampuni aku Gusti Pangeran. Pada perjalanan menuju padang luas kini, aku masih menyimpan mimpi untuk mencari kesetiaan di sepuluh juta kecepatan cahaya. Di manapun kesetiaan itu bersembunyi di antara sepuluh juta ruang-ruang tanpa batas sekalipun, aku berjanji menemuinya.

Jakarta, Indonesia, June 19, 2017.