Githa
Githa Architect

No Diskriminasi.Bebas menyuarakan Kebebasan.Membaca kompasiana, sesekali menulis untuk menyuarakan pendapat.

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara

Hanya "Keajaiban" yang Bisa Memenangkan dan Menenangkan Ahok

18 April 2017   11:21 Diperbarui: 18 April 2017   11:36 226 5 4

Komentar ringan keluar dari percakapan tukang ojek yang mangkal di pertigaan Fatmawati (Jaksel).dan saya secara langsung mendengarkan tukang ojek itu mengatakan kalimatnya kepada tukang buah, "hanya keajaiban yang bisa memenangkan Ahok, liat tuh survei akhir."

Mulut ini tersenyum dan hati ini berkata "luar biasa kalimat itu." betapa tidak luar biasa, masa sich Ahok bisa menang jika ada keajaiban. dengan berbekal pikiran kalimat tukang ojek tersebut saya mulai mencari kliping berita penguat. Apakah Ahok akan kalah hanya berdasar survei akhir?

Lembaga survei (dalam survei akhirnya) secara mayoritas atau lebih banyaknya memenangkan Anies. mungkin survei-survei itu barangkali salah atau bisa juga keliru. dengan memflasback 2012 ternyata lembaga survei itu tepat (memenangkan Jokowi-Ahok). Saya sempat ragu. akhirnya saya klik lagi Pilpres 2014. dan hasilnya lembaga survei yang itu-itu juga tepat (memenangkan Jokowi-JK). Saya pun masih ragu. gegara survei Ahok kalah.

karena keraguan-keraguan itu saya mencoba lagi mencari sumber-sumber tentang survei akhir pemilihan. hasilnya tetap sama, lembaga-lembaga survei itulah yang selalu mengatakan "siapa yang unggul." bukan pada survei kali ini saja.

Tapi saya mempunyai pendapat sendiri, jika pendapat tukang ojek karena survei akhir (hasil survei paling mendekati hari pencoblosan),pendapat saya Ahok memang bisa kalah, dan kekalahan itu bukan karena lembaga survei yang di akhir mengunggulkan Anies. tapi karena Ahok memang melakukan blunder dengan "mulut besarnya." dan Al-Maidah," hingga membuat pengusungnya juga risih. namun apakah harus ada keajaiban untuk bisa memenangkan Ahok? yuk kita tunggu saja, karena Keajaiban itu sifatnya bisa bermacam-macam dan beraneka ragam. Semoga Ahok bisa tenang.

Sumber bacaan