Mohon tunggu...
Giri Lumakto
Giri Lumakto Mohon Tunggu... Guru - Pegiat Literasi Digital

Digital Ethicist | Pemerhati Pendidikan Literasi Digital, Teknologi, dan Budaya | Curriculum Developer for Tular Nalar from Google.org | K'ers of The Year 2018 | LPDP 2016 | STA Australia Awards 2019 | LinkedIn: girilumakto | Twitter: @lumaktonian | email: lumakto.giri@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Yuk Mengenal "International Fact Checking Day"

2 April 2019   22:42 Diperbarui: 29 Maret 2022   01:44 334
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
International Fact Checking Day - Ilustrasi: poynter.org

Fakta bukan sekadar entitas normatif di era disrupsi informasi. Fakta kini sudah menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat. Bahkan telah diupayakan diajarkan di bangku sekolah dengan medium literasi media dan informasi.

Sebegitu pentingnya fakta dengan hiperkonetivitas kehidupan kita. Maka menyaring dan menelusuri fakta sudah sepatutnya menjadi kebiasaan kita. Karena kita tahu betul dampak misinformasi berpotensi cukup membahayakan.

Mulai dari kabar bohong menang undian mobil, walk-in interview kerja tak pernah ada, sampai kabar bohong kebencanaan. Hoaks seperti ini tidak hanya menyulut kegaduhan personal atau komunal. Misinformasi yang terjadi dan terulang dapat mengancam demokrasi di beberapa negara.

Mengingat pentingnya fakta di dunia digital. Kini setiap tanggal 2 April diperingati sebagai International Fact-Checking Day (IFCD). 

Diperkenalkan oleh Poynter Institute pada 2016. IFCD adalah program dari International Fact Checking Network (IFCN) dari Poynter. IFCN sendiri merupakan program inisiatif global yang memberi sertifikasi fact-checking kepada media, organisasi, dan LSM di seluruh dunia.

Kini ada 66 media/organisasi di seluruh dunia memiliki sertifikat IFCN. Dengan 5 media/organisasi ber-IFCN di Indonesia. Media/organisasi tersebut antara lain kompas.com, liputan6.com, tirto.id, tempo.co, dan Mafindo.

Tujuan utama IFCD intinya adalah merayakan kebenaran pada informasi. Lebih jauh lagi, IFCD dirayakan untuk membekali jurnalis, profesi fact-checker, dan publik pada umumnya dengan tools dan media yang lebih baik dalam mencek fakta.

IFCD didasari pada keyakinan sederhana. Bahwa kegiatan cek fakta bukan saja tugas profesi fact-checker. Namun masyarakat secara umum, harus mampu dan mau mencek fakta. Semua demi akurasi informasi yang menunjang kehidupan demokrasi yang kondusif.

International Fact Checking 2017 Drawing - Ilustrasi: channeldraw.blogspot.com
International Fact Checking 2017 Drawing - Ilustrasi: channeldraw.blogspot.com
Apa saja yang kita bisa lakukan saat IFCD?

Banyak sekali aktivitas offline dan online yang bisa dilakukan secara praktis. Dan tentunya bisa dilakukan semua orang, golongan, dan profesi.

Untuk para guru, mulai menyelipkan edukasi cek fakta. Sumber belajar seperti RPP cek fakta bisa diunduh di lesson-plan fact check. Quiz online tentang cek fakta juga bisa diberikan kepada siswa. Atau 200 lebih metode cek fakta untuk ruang kelas bisa ditelusur gratis di EduCheck Map.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun