HEADLINE HIGHLIGHT

Pencarian dalam Seni Murni Fotografi

26 Juni 2012 21:14:15 Dibaca :
Pencarian dalam Seni Murni Fotografi

Sulit mengejawantahkan definisi fine art dalam genre fotografi dalam benak saya, karena ini berkaitan dengan ‘rasa pangrasa’ dimana fine art adalah sebuah seni murni. Sedangkan seni itu sendiripun sudah sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Masing-masing individu sebagai artis atau sang kreator memilih sendiri peraturan-peraturan yang menuntunnya untuk menghasilkan sebuah karya seni, seni juga butuh medium dan saya rasa fine art photography, seni murni yang menggunakan sebuah kamera.

Kembali ke Fine Art atau seni murni, ada petikan yang menarik dan menggugah saat saya baca buku the art of war (seni berperang) Sun Tzu, yaitu seni adalah “tehnik dasar yang diulang terus menerus”. Banyak orang bisa bermain sepakbola, tapi berapa yang bisa membawakannya dengan indah seperti CR-7 ataupun Messi. Sama dengan hal lainnya seperti musik misalnya, bila saya bisa bermain gitar dan menyanyikan lagu-lagu Slank apakah saya sama kualitasnya dengan seorang Abdee Negara? Tidak saya hanya bisa ‘menggenjreng’ dan hafal kunci-kuncinya bukan bermain seni musik.

Lantas saya jadi ingat, kawan-kawan seperjuangan saya dulu yang bisa tembus masuk ISI Jogja jurusan seni rupa, rata-rata mereka juga ‘nungging’ saat ada tugas menggambar anatomi, mulai dari hewan sampai manusia, dan sekarang karya-karya mereka jika dilihat sekilas hanya seperti coretan-coretan anak sd. Lalu kemana hasil berlatih berulang-ulang sejak masih duduk menimba ilmu apakah terlupakan, bukan mereka telah mencapai tataran ‘pencerahan’ dimana seni telah merasuk dalam nadi seiring denyut-denyut darah yang mengaliri tubuh, latihan-latihan dasar sudah menjelma menjadi sebuah master piece, sama seperti seorang Pablo Picasso menggambar manusia berbentuk kotak dan kemudian dikenal dengan aliran kubisme.

Maka dari itu, amatlah sulit bagi saya untuk mencoba membuat sebuah karya fine art photography, bukan tidak bisa tapi belum pada tataran menciptakan sebuah karya. Dasar-dasar fotografi belum sepenuhnya saya kuasai, seperti exposure triangle dimana ada keterkaitan antara Aperture, ISO, dan Speed sering saya lupakan, saya masih belum bisa menempatkan objek yang ada masuk dalam komposisi yang benar, belum lagi penguasaan alat atau kamera yang saya miliki. Namun sebagai seseorang yang masih dan masih terus mencoba, inilah karya saya dalam proses pembelajaran.

Kopi, doc pribadi

Coke, doc pribadi

Plafon, doc pribadi

Prosesi, doc pribadi Hujan dan sandal, doc pribadi

Hanya sampai disini pembelajaran saya, bersama kampret, kami mencoba menggali lebih dalam atas semua pencarian kami dalam dunia fotografi. Postingan ini dalam rangka ikut serta dalam WPC 10.

Ajie Nugroho

/geyonk

TERVERIFIKASI (HIJAU)

photomoods
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?