Gatot Swandito
Gatot Swandito lainnya

Yang kutahu, aku tidak tahu apa-apa Email: gatotswandito@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Screenshot Chat Mesum WA antara Akun Rizieq Shihab dan Akun Firza Husain 100 % Asli, tetapi ...

30 Januari 2017   14:56 Diperbarui: 31 Januari 2017   15:45 58451 50 75
Screenshot Chat Mesum WA antara Akun Rizieq Shihab dan Akun Firza Husain 100 % Asli, tetapi ...
Dok Pri

Foto layar percakapan WhatsApp antara akun Rizieq Shihab dan akun Firza Husain dipastikan asli. Tetapi, apakah pemilik dua akun yang bercakap-cakap tersebut adalah Rizieq Shihab yang dikenal sebagai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) dan Firza Husain yang diketahui sebagai Ketua Yayan Solidaritas Keluarga Cendana (SSC)? Kepastian tentang pemilik dua akun inilah yang belum diketahui secara pasti.

Demikina juga dengan video yang mengungkapkan kekesalan sesorang yang mengaku bernama Firza Husain kepada Rizieq Shihab. Apakah benar suara yang terdengar dari video itu milik Firza? Demikian juga apakah “habib: yang disebut dalam video tersebut adalah Habib Rizieq Shihab? Karena dalam video berdurasi hampir 4 menit tersebut yang hanya memperdengarkan suara tersebut tidak terdengar kata “Rizieq Shihab” atau “Rizieq” hanya kata “habib” yang terdengar.

Soal akun WA. Akun WA sama saja dengan akun-akun jejaring sosial lainnya, seperti Facebook, Twitter, Kompasiana, dll. Siapa pun bisa membuat akun WA, FB, Twitter, Kompasiana, dll dan siapa pun bisa menggunakan nama apa saja sebagai identitas akun.

Belakangan banyak sekali beredar lewat media sosial foto layar WA yang mengungkapkan adanya percakapan antar akun. Biasanya percakapan yang di-screenshot itu adalah chat para tokoh politik. Dan, dalam tempo singkat foto layar percakapan WA tersebut menyebar secara viral.

Sebelumnya, menyebar foto layar WA pernyataan akun Choel Mallaranggeng tentang logistik.  “Logistik sdh tdk mungkin ditarik balik mrk jg tahu itu,” cakap akun Choel. Oleh para pendukung Ahok, “logistik” yang maksud akun Choel adalah dana Aksi 411 yang digelar pada 4 November 2016.

Entah bagaimana cara para pendukung Ahok dan situs-situs pendukung Ahok lainnya mengartikan “logistik” dalam foto layar WA tersebut sebagai dana Aksi 411? Karena dari seluruh foto layar yang terkait akun Choel Mallarangeng dalam soal logistik tidak ada satu pun yang mengarah kepada dana Aksi 411. Bukan hanya itu, sampai sekarang pun belum jelas, apakah akun Choel Mallarangeng yang bercakap tersebut benar-benar milik Choel Mallarangeng yang dikenal sebagai adik dari terpidana kasus korupsi Andi Mallarangeng?

Tetapi, apapun itu, foto layar percakapan WA akun Choel Mallarangeng telah menyebar dan dipercaya kebenarannya. Apalagi sampai saat ini pun pihak Choel atau Ckeas belum mengklarifikasi persoalan ini.

Benar atau tidaknya percakapan WA antara akun Rizieq Shibab dengan akun Firza Husain sangat sulit dibuktikan. Dari pihak Rizieq sudah membantahnya dengan mengatakan kalau nomor teleponnya dikloning. Artinya, Rizieq sudah mengakui kalau nomor telepon yang terdapat dalam foto layar WA adalah nomor telepon miliknya.

Tetapi, apakah sanggahan Rizieq tentang nomor teleponnya sudah dikloning dapat dibuktikan? Sebenarnya untuk membuktikan masalah ini sangat sederhana. Cukup dengan membuka Call Data Record (CDR) nomor telepon yang dimaksud.

Dari CDR dapat diketahui lokasi BTS yang melayani nomor telepon Rizieq.Wajarnya, satu nomor yang sama tidak mungkin tercatat oleh dua atau lebih BTS dalam waktu yang sama. Kalau ada satu nomor yang sama tercatat dilayani oleh dua BTS, artinya nomor telepon tersebut sudah dikloning.

Tetapi, kalau ternyata hanya satu BTS yang mencatat nomor telepon Rizieq, berarti nomor telepon tersebut tidak dikloning. Dengan demikian, berarti akun Rizieq Shihab dalam foto layar tersebut memang (mungkin) benar milik Habib Rizieq Shihab yang dikenal sebagai ketua FPI. Disebut “mungkin” karena belum diketahui apakah nomor telepon yang ter-screenshot tersebut adalah asli, tetapi bisa juga hasil editan.

Masalah ini akan menjadi sulit mencari kebenaranya mengingat baik Rizieq sedang dalam “incaran” pihak tertentu, sementara Firza diduga terlibat dalam kasus makar. Dalam posisinya yang tidak menguntungkan, Firza dapat saja diarahkan untuk membangun persepsi buruk pada Rizeq. Maka, apapun klarifikasi dari Firza, baik mengakui atau pun tidak, tentang adanya percakapan WA tersebut, masalah ini tetap akan sulit dibuktikan kebenarannya.

Kerenanya kebenaran persoalan ini tidak dapat dipecahkan hanya lewat klarifikasi, tetapi harus dengan teknologi, dalam hal ini CDR dan analisa foto. Dari CDR itulah bisa diketahui apakah nomor telepon Rizieq tidak dikloning. Sementara dari analisa foto dapat diketahui bahwa foto layar WA yang beredar tersebut bukan hasil editan.