HIGHLIGHT

Copet Wanita Berkedok Jilbab Merajalela di Pasar Jatinegara

16 September 2012 08:12:15 Dibaca :
Copet Wanita Berkedok Jilbab Merajalela di Pasar Jatinegara
Pasar Jatinegara (gambar diambil dari irrasistible.wordpress.com)

Hiruk pikuk dan riuh rendah adalah pemandangan biasa di pasar Jatinegara, Jumlah pedagang asongan yang menawarkan dagangannya berupa keset, gantungan jilbab dan pedagang minuman dingin home industri berbaur menjadi satu dengan pengunjung yang membludak disana sehingga lahan kosong  untuk pejalan kaki menjadi sempit, ditambah lagi dengan hilir mudiknya mobil pengunjung dan angkutan beroda tiga (baja) yang menaik turunkan penumpang menambah semakin sesaknya suasana pasar jatinegara.

Aku yang kala itu sedang berada di pasar Jatinegara ikut merasakan atmosfer tersebut,  tetapi karena ada bebrapa barang yang harus dibeli tetap menjalaninya, walaupun harus berbagib rasa dengan pengunjung lainnya karena koridor jalan menjadi sempit dikarenakan banyaknya  pedagangan tenda dadakan yang didirikan di depan kios permanen,

Didahului dengan mampir ke pedagang kaki lima yang menjual payung lipat berkarakter boneka yang lucu dan unik. pandanganku tertegun sesaat dan berfikir sejanak apa salahnya sedia payung sebelum hujan datang  dan walaupun belum musim hujan tetapi masih bermanfaat untuk  mengurangi terik matahari disiang hari

13477828341937497973
Payung lipat seperti ini yang aku beli (gambar diambil dari maxi24-id.com)

Setelah menyepakati harga payung dan membungkusny akhirnya melanjutkan perjalananan kembali. Kala itu mataku tertuju pada pasangan pengemis tua, Si istrinya menuntun suaminya yang ternyata kehilangan pandangan matanya, Kurogoh dompet kecil yang sudah disiapkan sebelumnya agar tidak mengeluarkan uang dari dompet utama untuk mengambil selembar kertas dua ribuan untuk diberikan kepada pengemis tersebut untuk selanjutnya meneruskan kembali menelusuri pasar Jatinegara.

Perabot-perabot keperluaan rumah tangga seperti piring, gelas,garpu sendok dan cetakan kue aku lewati suda dan akhirnya bertemu bertemu kembali dengan pedagang buah yang menjual jeruk, pikiranku langsung menerawang seminggu yang lalu sempat aku membeli jeruk dari penjual ini, dimana jika kita tidak jeli, pada saat buah telah dipilih si abang dengan suara yang cepat selalu berkata nambah setengah kilo lagi ya dan memasukan beberapa buah ke dalam kantong plastik buah yang telah kita pilih sebelumnya. Karena cepatnya berbicara, sering kita terkecoh dan mengiyakan dan baru tersadar pada saat akan membayar tidak sesuai dengan harga . Awalnya aku pikir penjual memberikan bonus beberapa buah jeruk lagi ternyata terkecoh. Hmmm ada ada saja strategy pemasaran penjual buah jeruk tersebut.

Ketika berada di persimpangan jalan, ku belokan  langkahku kearah kiri dan tidak jauh dri sana dan terhenti ketika sampai di kios yang menjual aneka macam jilbab. Kutanyakan kepada penjualnya jilbab berbentuk selendang dengan dua sisi warna yang berbeda yang sekarang sedang nge trend tetapi yang ada hanyalah jilbab selendang panjang berbahan dasar kaos..Karena kiosnya sepi pengunjung, penjaga kios jilbab yang ternyata masih sangat muda sekali (kisaran usia 25 tahun) dengan leluasa  melayani aku beberapa saat,  sampai akhirnya datanglah seorang ibi bertubuh subur  dan memakai bergo standart  menayakan sebuah bergo mirip yang diapakai tetapi ternyata tidak ada, karena modelnya sudah sangat jadul.

Berbarengan dengan kedatangan ibu bertubuh subur tadi aku merasakan tubuhku ada yang menyengol dari belakang. Dan beberapa saat kemudian ketika akan membayar selendang, tas besar berlogo carefour yang berbahan kaiin, bagian sampingnya sobek sebesar 30 cm dan ternyata dompet kecilkupun ikut raib juga, tetapi alhamdulilah dompet utama yang bertali panjang masih berada disana, sehingga denga sisa uang yang ada aku masih bisa membayar kerudung panjang tersebut.

1347781898330760618
Tasku yang tersayat oleh pencopet (gambar koleksi pribadi)

Kutunjukan hasil sayatan kepada mba penjual selendang tersebut sembari menginformsikan bahwa aku baru saja dicopet. Segera kukalungkan dileher tas utamaku sembari mengintip apakah ada yang lenyap disana, alhamdulilah beberapa atm dan kartu identitas masih berada disana. Tetapi semua uang belanjaanku ada di dompet kecil, jadi tidak semua daftar belanjaan tidak bisa dibeli, mengingat uang yang ada di dompet utama hanya uang kecil saja.   Setelah menghela nafas sejenak, aku segera berjalan menyusuri lorong pasar Jatinegara sembari memegang erat tas utama dan memasukan belanjaan ketas yang  sobek tadi sehingga posisi tas ada didepan.

Teringat akan pesanan ibuku untuk membeli buah kolang kaling yang berada diujung jalan keluar Jatinegara, karena uang yang tersisa tidak mencukupi, akhirnya aku hanya membeli satu kilo saja dengan meminta diskon lebih karena habis kecopetan dengan mengunjukan tasku yang tersayat.

Dari pengojek diperoleh informasi bahwa para pencopet di pasar Jatinegara ini  pelakunya kebanyakan adalah ibu-ibi dan menggunakan jilbab. Hal ini dibuktikan pada saat ramadhan lalu, banyak sekali para pencopet wanita yang tertangkap, diborgol dan digiring untuk dimasukan kedalam mobil polisi.

Sungguh suatu hal yang sangat memalukan dan merusak citra sebagai muslimah yang menggunakan jilbab, hal inilah yang nantinya merusak stereotipe wanita yang tulus menggunakan jilbab karena ke imanannya di rusak dengan ulah penjahat dari kelas teri hingga kelas kakap yang selalu menutupi wajahnya dengan menggunakan jilbab untuk menutup aibnya sendiri.

Tika Gartikayati

/galing

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Wanita biasa yang tidak punya pengaruh apa apa dan tidak bisa dipengaruhi
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?