1 dari 8 bunGlon di kampungfiksi.com, ngetwit di: @paraGrafbyG atau @gratciasiahaya, ngeblog untuk J50K di gratcianulis.blogspot.com, ngeblog untuk catatan khusus di gratciasiahayablog.blogspot.com
Kompasianer sejak
11 July 2009
Dirimu adalah puisi, yang bermain dijemariku, ketika kuketik satu demi satu huruf, menjelmakan: Kamu. Aku. Cinta. Kita. Dirimu adalah puisi, anak-anak kita adalah rima. Kita berdua serupa simili. Lalu prosa ...
19 December 2011 18:09Atap-atapnya adalah rinduku kepadamu dan rindumu kepadaku, menguncup. Dinding-dindingnya adalah kesetiaan. Lantainya keramik sakramen perjanjian dalam ikatan kudus. Kamar-kamarnya adalah cinta kita yang tak mengenal musim, ...
13 December 2011 21:41Dengan mata setengah tertutup, Suparman mengintip gerak-gerik perempuan muda yang baru saja naik, bis melaju perlahan, agak merayap, jalan raya siang itu, sepadat biasanya, tubuh ...
7 December 2011 21:00“For the despondent, every day brings trouble; But for the happy heart, life is a continual feast.” —Proverbs 15:15 (NLT) Beberapa waktu yang lalu, entah itu ...
5 December 2011 07:53~”Be still, and know that I am God.” Psalm 46:10 NIV.~ Be still, means: Stop worrying. Calm down. Don’t be afraid. Stop trying to figure ...
4 December 2011 20:03Kisah ini diawali dengan kegundahan seorang Pungky memikirkan bagaimana caranya mencetak kembali buku antologi cerita anak berjudul Peri-peri Bersayap Pelangi untuk dibagi-bagikan secara gratis ke ...
3 December 2011 13:47Di sini aku, Kekasih di sini, aku setelah lelah berlari dari Cintamu sehakekat embun yang gemetar, aku tahu sebentar lagi Pagi penghabisan, Siang akan menjadi Kekal, lalu aku? aku terhapus begitu saja, ...
25 November 2011 10:27Lawan! kataku, Lawan! Lawan robot kata-kata itu. Lawan segerombolan mesin pencetak kalimat. Lawan robot-robot cerita tentang itu dari itu dan untuk itu-itu lagi. Lawan! kataku, Lawan! Lawan industrialisasi pikir, ...
23 November 2011 15:04Bahkan aspal-aspal kongkrit itu tak lagi memiliki bentuk Dan langit pagi malas-malasan, mengintip, saat kutengok sebentar dari balik pintu kertas Kertas-kertas kardus. Sekotak banyaknya. Cukup untuk melindungi ...
23 November 2011 00:11Dia, mengusap keringat dari tepi-tepi dahinya. yang lebar. selebar debar-debar di dadaku. setiap memandangnya, ada simpul yang terurai, lalu aku rapihkan kembali. Dia mengusap keringat dari tepi-tepi wajahnya. yang tirus. menuju kepada debar-debar di dadaku. tak ...
22 November 2011 20:46ada sepoci mimpi, Mbak G hehe kau-basahi-lagi-sepoci-mimpi. salam …
coba jawab jika ada dua hati bertemu … titip Mbak G hehe http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/11/30/antara-darahku-dan-darahmu/ Tks, salam …
mari kita mabuk. titip link, Mbak hehe … http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/11/24/haiku-mabuk-cintamu/. salam …
nitip lagi ya hehe http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/11/19/kau-genggam-indonesia-amsal-sisa-mimpi-terlarang/. tks. salam …