Ahmad Fuad Afdhal
Ahmad Fuad Afdhal Dosen

Pengamat isu sosial

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Media Sosial dan Public Relations

11 Agustus 2017   15:13 Diperbarui: 11 Agustus 2017   15:30 349 1 1
Media Sosial dan Public Relations
sumber: blog.docoblast.com


Begitu berjayanya koran, tidak pernah ada yang menyangka bahwa koran bisa terpinggirkan. Awalnya ketika televisi mulai digemari dan menjadi kebutuhan masyarakat, para pengamat media memperkirakan televisi akan menggantikan koran. Ternyata televisi hanya pelengkap dari koran dan  media cetak lainnya. Memang belakangan diakui adanya alasan-alasan tertentu yang menyebabkan televisi tidak mampu menggeser koran. Bahkan ditambah radio, yang masuk dalam kelompok media elektronika, juga tidak bisa menggantikan koran.

Situasi yang mirip ketika internet mulai muncul, koran tidak ada masalah sebagai sumber berita. Internet yang jelas hanya menggusur pemakaian faksimili di kantor-kantor. Dampak internet mulai terasa ketika handphone yang semula hanya untuk berbicara mulai berkembang sehingga dikenal sms (short message services). Belakangan, ketika handphone yang semula sederhana berkembang pesat teknologinya sehingga panggilannya berubah menjadi gadget, dengan berbagai fiturnya mulai menggeser televisi. Apalagi setelah berbagai aplikasi muncul, dikenal facebook, twitter, dan whatsapp, maka bukan hanya televisi, koran juga mulai tergantikan.

Jika awalnya hanya disebut dot.com maka kemudian berubah menjadi media sosial. Dengan perangkat gadget yang semakin canggih, menonton pertandingan sepakbola bisa melalui gadget dengan life-streamingnya. Sementara itu, bisnis berita melalui media sosial, yang dikenal sebagai portal atau website bergerak dengan cepat mengambil hati masyarakat terutama para kawula muda. Koran dan berbagai jenis media cetak sudah mulai kurang dilirik oleh masyarakat terutama generasi mudanya. Koran yang terbit di pagi hari dianggap lamban oleh para profesional muda yang tidak sabar memburu berita terkini. Ini memang ciri utama dar generasi millennial yang tidak sabar dan tidak mudah puas.  Apalagi koran sore dan majalah yang semakin dirasakan kurang manfaatnya bagai kaum muda.

Media sosial:

Entah siapa yang pertama kali memakai istilah media sosial. Namun yang pasti pers dan penggunanya sendiri yang mempopulerkan istilah ini.Ada berbagai pengertian tentang media sosial yang salah satu di antaranya adalah teknologi yang dimediasi oleh komputer yang memfasilitasi penciptaan dan berbagi informasi, gagasan, dan minat karir dan bentuk-bentuk lainnya yang diekspresikan melalui jejaring dan komunitas virtual. Selain itu, media sosial adalah aplikasi yang berbasis internet interaktif Web 2.0.

Media sosial terdapat beragam bentuk. Bentuknya cenderung bertambah dari waktu ke waktu karena pada dasarnya media sosial adalah produk teknologi. Bentuk-bentuk yang dikenal antara lain blog, blog sosial, wiki, podcast, dan video.Sementara itu ada juga yang menggolongkan media sosial ke dalam berbagai klasifikasi termasuk konten, situs jejaring sosial, dan blog.

Walau media sosial terdapat dalam berbagai jenis dan klasifikasi ada ciri-ciri yang sama bagi semua jenis media. Ciri yang utama adalah bahwa pesan-pesan yang akan disampaikan melalui media sosial bukan untuk satu orang melainkan untuk banyak orang. Artinya pengirim pesan bisa berbagi informasi dengan khalayak yang banyak jumlahnya. Selain itu, masa kini penggunaan media sosial semakin banyak peminatnya karena pesan yang disampaikan melalui media sosial akan berjalan dengan sangat cepat. Nampaknya kedua ciri ini yang menyebabkan pengguna media sosial sangat menikmatinya. Apalagi pesan-pesan bisa disampaikan bersamaan ke banyak orang dalam waktu singkat walau penerima pesan tersebut berada berjauhan , lintas negara, dan bahkan lintas benua.

Manfaat:

Pada dasarnya, mekanisme kerja media sosial yang menyebarkan pada satu kesempatan ke banyak sasaran sangat  cocok dengan filosofi dasar public relations. Sebelum muncul media sosial, kegiatan penyampaian pesan ke para pemangku kepentingan dilakukan melalui media cetak dan media elektronik. Efektifitas penyampaian pesan sangat tinggi selama tepat dalam memilih media cetak dan media elektronika. Karena kecocokan antara pesan daro produk atau jasa atau pesan politik dengan media cetak dan media elektronik merupakan syarat utama. Tentu saja masih ada aspek lain seperti narasi dari pesan yang akan disampaikan dan ada atau tidaknya tokoh yang akan ditampilkan bersamaan dengan pesan tersebut.

Namun, konstelasi pemakaian media cetak dan media elektronik berubah secara drastis dengan munculnya media sosial. Kecenderungan generasi muda atau generasi millennial memakai media sosial telah secara signifikan merusak tatanan media dengan khalayak atau lebih spesifik adalah para pemangku kepentingan. Perusahaan sangat paham akan terjadinya perubahan ini. Perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan asing yang sangat cepat dalam membaca situasi ini dan mendayagunakan media sosial dalam strategi public relations mereka. Sementara, perusahaan Nasional walau sedikit terlambat tidak ketinggalan dalam mengkapitalisasi media sosial untuk kepentingan bisnis dan peningkatan reputasi. Bahkan instansi-instansi pemerintah tidak ketinggalan dalam kegiatan berpacu dengan media sosial ini.

Ke depannya. Jelas sekali prospek penggunaan media sosial untuk kegiatan-kegiatan public relations sangat bagus. Selain efektifitas juga terjamin, juga efisiensi terjaga. Wajar jika saat ini sudah ada kecenderungan yang meningkat bahwa perusahaan-perusahaan merekrut para profesional public relations yang paham, mampu, dan menguasai media sosial mulai dari aspek perencanaan, implementasi, sampai ke aspek pengontrolannya. Peluang ini juga dibaca oleh para profesional public relations untuk berkiprah dalam suasana yang kompetitif ini dengan belajar ekstra tentang media sosial.