Fredi Setyono
Fredi Setyono

"Menjadikan rasul sebagai tauladanku dan Allah sebagai tuhanku"\r\nsalah satu penulis buku di "Kejora Yang Setia Berpijar" penerbit FAM Publishing (2012).\r\n10 Nominator lomba penulisan surat "Jazirah Arab, Jejak-Jejak Sang Murobi" Forum Aktif Menulis Indonesia (januari 2013)\r\nAntologi Puisi Bersama Cinta itu bernama Indonesia dengan judul Surga Khatulistiwa (Maret 2014, WR)\r\nAktif dalam organisasi kepenulisan dan ekonomi Islam.\r\nPenghargaan yang diraih:\r\nJuara 2 Debat Competition SET 2 2014 Fossei Komisariat Surakarta\r\nJuara 1 LKTEI Islamic Economic Competition 2014 Fresh IAIN Surakarta\r\nJuara 3 LKTI Milad 2 Windu BMT Tumang 2014\r\n7 Besar Finalis Sharia Paper Competition Sensation SEF Universitas Gajah Mada 2014\r\nThe Candidate Xl Future Leaders batch 3- selection 1 2014\r\n5 Besar finalis esai UMKM Syariah tingkat nasional ukmf cies Universitas Negri Yogyakarta 2014\r\nSemifinalis LKTI Al-Qur'an Geological Islamic Day GEMA Universitas Padjajaran 2014

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Peran Mahasiswa Sebagai Agent of Change

5 Maret 2014   17:24 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:13 10942 0 0
Peran Mahasiswa Sebagai Agent of Change
13939896761875172747










Mahasiswa merupakan golongan terpelajar yang sangat disegani oleh masyarakat karena ikut andil besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari masa ke masa mahasiswa sangat berpengaruh dengan pemerintahan. Coba lihat saja pada masa orde baru tidak mungkin indonesia reformasi tanpa adanya mahasiswa. Mahasiswa saat itu berjuang gigih untuk menjadikan indonesia lebih baik. Kebobrokan pada masa itu tidak bisa dihindari oleh semua rakyat di negeri ini.


Penikaman dan kebisuan untuk mengungkap tabir dan kurangnya kebebasan dalam menyampaikan aspirasi menimbulkan gejolak yang buruk bagi pemerintah RI. Perilaku Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) merajalela pada saat itu. Hal ini membuat geram para mahasiswa untuk bertindak tangan mengatasi permasalahan yang terjadi. Kebodohan yang dilakukan rezim soeharto mengenai kebijakan kontrol pusat yang sangat keras. Pengetahuan dibelokan dari fakta sejarah agar semua rakyat tidak melakukan radikalisme terhadap pemerintah.


Maka meletuslah revolusi perjuangan mahasiswa untukmelakukan perubahan terhadap sistem pemerintahan indonesia dan menuntut adanya reformasi. Pahlawan reformasi terutama para mahasiswa yaitu mahasiswa Trisakti yang diataranya Elang Mulia Lesmana, Rudi hartanto,dkk melakukan demonstrasi besar besaran untuk menggulingkan rezim soeharto. Tanpa mereka kita tidak mungkin seperti ini. Mereka adalah puspa bangsa bagi mahasiswa di negeri ini. Kita tidak mungkin bisa bangkit tanpa mereka dan terbebas dari belenggu orde baru.


Peran serta militer alias ABRI pada pemerintahan ini semakin tertawa.apakah negeri ini akan terus dipimpin oleh kalangan militer saja? padahal,negara ini tidak mungkin bergantung pada kaum militer saja karena profesi selain militer juga berpengaruh. Inilah pembodohan zaman yang menjadi penyakit negeri ini. Dwi fungsi ABRI pada pemerintahan soeharto menjadi suburnya kaum militer dan gendutnya mereka akan kekayaan yang dimiliki. Oh malangnya negeri ini? hanya uang saja yang dipikirkan mereka. Skandal terkuak soeharto menggondol uang negara135 trilyun.


Kalau tidak ada mahasiswa,mngkinkah negara ini hancur? hem...mungkin...kalangan elit saja tidak tahu tentang nasib rakyat kecil. Mereka cuma mementingkan dirinya sendiri. Bayangkan yang hidup di pemukiman kumuh sana. Banyak yang menjerit untuk mencari sesuap nasi dengan kerja keras hingga keringat bercucuran. Sedangkan di dpr saja tinggal duduk manis tinggal berkata "intruksi pak ketua?berdasarkan UU...." mereka sudah dapat uang banyak.


Tapi masih saja beberapa anggota dpr yang tidur di saat sidang dpr! alangkah lucunya negeri ini! Kejahatan kerah putih yang dilakukan pejabat negeri ini apa tidak membuat kita malu? malu akan keegoisan mereka dengan memperkaya diri. Mereka sudah tidak bermoral lagi bahkan sudah degradasi moral. Kita salut dengan semangat mahasiswa pada saat orde baru yang menuntut perubahan yang revolusioner. Hidup mahasiswa! Hidup mahasiswa slogan yang tidak mungkin terlupakan dibenak mahasiswa. Andai aku bisa berdemonstrasi pada orde baru akan ku persembahkan jiwa ragaku untuk negeri ini.


Pasca reformasi kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin banyak. Peran mahasiswa untuk negeri ini sangat berpengaruh. Beberapa mahasiswa banyak yang turun ke jalan untuk menegakan keadilan. Mereka dituntut aktif untuk menyongsong hari esok yang akan lebih baik. Namun, masih ada kendala yang dihadapi negeri ini hingga bumi pertiwi ini meneteskan air mata. Kesenjangan multidimensional yang dialami oleh masyarakat memperburuk keadaan. Pergantian elit yang silih berganti mengubah kemiskinan struktural dalam pemerintahan. Pejabat hanya mementingkan partai politiknya, tidak mementingkan aspirasi rakyat. Kekejaman kehidupan membuat tanah air merana.


Banyak rakyat yang miskin dan pengangguran bahkan sudah menjamur. Dengan adanya banyak polemik yang terjadi, mahasiswa dituntut untuk membina dan sebagai contoh masyarakat. Peran serta indonesia dimata dunia didalam menangani kasus masih saja lemah. Hal ini terbukti saat kelengahan presiden megawati soekarno putri menangani kisruh pulau sipadan dan ligitan antara malaysia dan indonesia di mahkamah internasional.


Kasus-kasus di negeri ini saja tidak selesai-selesai pada pemerintahan SBY saat ini misalnya: kasus century, kasus hambalang, kasus mafia pajak gayus tambunan. Rasanya sebagai mahasiswa tidak mungkin kita diam mengenai kasus ini yang merugikan uang negara. Rasa yang menyedihkan terutama buat mahasiswa! mengapa hukum di negara ini sangat lemah?


Penegakkan hukum di negeri ini sangat kurang relevan hanya memihak pada golongan tertentu. Suap-menyuap di instansi pemerintah sudah menggerogoti pemerintahan. Inilah tugas bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Sepatutnya mahasiswa menyadarkan para golongan elit. Tidak mungkin negara ini hening tanpa adanya suara mahasiswa.


Mahasiswa juga harus berjuang di era yang serba canggih dan arus modernisasi yang berkembang. Kediktatoran penguasa dan penyelewengan-penyelewengan salah satu yang sangat dibenci oleh mahasiswa. Bila dirasa penguasa melakukan tindakan yang terlalu berlebihan dan melanggar ketentuan yang ada mungkin nanti akan terulang kerusuhan seperti mei 1998.


Mahasiswa dituntut tanggap terhadap perubahan karena sebagai agent of change (agen perubahan). Mentalitas bangsa berada ditangan mahasiswa dimana mahasiswa sebagai golongan terpelajar pendorong terwujudnya peningkatan kualitas bangsa yang lebih baik. Seandainya mahasiswanya kurang tanggap oleh suatu hal, mahasiswa akan tergerus oleh jaman dan dibodohi oleh kalangan elit saja.


Pemikiran-pemikiran yang individualisme mahasiswa seharusnya dibuang dan beralih kepada pemikiran sosial dengan mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa yang bertoleransi dan berjiwa sosial terhadap lingkungan sekitar dalam era globalisasi ini sangat dibutuhkan oleh bangsa ini.


Kesalahan-kesalahan yang dilakukan penguasa sepatutnya mahasiswa amati dan tidak acuh. Mahasiswa harus menjadi generasi yang cerdas tidak diam begitu saja ketika masyarakatnya bergeming. Mahasiswa harus berkontribusi untuk negeri ini disaat masyarakat tertindas. Niscaya, kalau mahasiswa bersatu padu untuk negeri ini mungkin...negara ini akan bangkit dari keterpurukan. Dari sabang sampai merauke... dari Miangas sampai Pulau Rote...


Sesuai falsafah hidup bangsa yaitu pancasila sila ke 3 mahasiswa dituntut bersatu menjadi satu kesatuan dan tidak terpecah-pecah. Inilah cara ampuh mengatasi kekuasaan elit yang melakukan tindakan yang tidak mendengarkan aspirasi rakyat dan kebijakan yang melanggar undang-undang. Jika mahasiswa bersatu sesuai sumpah pemuda kekuasaan elit akan takut...takut akan digulingkan! dengan titik darah penghabisan dan cucuran keringat mahasiswa tanpa menyerah turun ke jalan untuk menyuarakan aksinya. Walaupun harus ada kekerasan seperti kerusuhan Mei 1998, mahasiswa menuntut adanya perubahan.


Stratifikasi sosial antara yang kaya dan yang miskin membawa negara ini semakin merana dimana yang miskin sulit mencari sesuap nasi sedangkan yang kaya menghamburkan uang haramnya. Rasa yang mungkin menyiksa bagi relung jiwa mahasiswa ditengah masyarakat yang sengsara hidup di zamrud khatulistiwa.


Memiliki kekayaan alam yang melimpah namun, rakyatnya masih terluka dan sulit untuk mendapatkan sepeser uang. Inilah momentum mahasiswa sebagai agent of change untuk mengharumkan negeri ini agar bangsa ini disegani bangsa lain agar tidak dihina bahkan diinjak-injak harkat dan martabatnya oleh para penguasa. Kita harus bisa ewujudkan generasi yang lebih baik dan menjadi negara yang beradab. Tugas perkembangan bangsa ditangan kita sebagai mahasiswa di negeri yang elok dan rupawan ini.


Kesenjangan sosial yang memburuk dan kreatifitas masyarakat diuji oleh keberadaan barang-barang impor. Hal ini mengurangi pendapatan masyarakat dan kandasnya usaha-usaha lokal. Yang miskin semakin miskin yang kaya semakin kaya. Mahasiswa juga harus berupaya untuk menjaga kearifan lokal dan mencintai produk indonesia. Sekarang ini mahasiswa banyak yang terpengaruh westernisasi dan moral bangsapun diuji. Mode pakaian selalu berubah-ubah bahkan ada yang tidak menutup aurat. Seharusnya mahasiswa menyaring dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk.


Citra mahasiswa harus baik tidak boleh buruk...!kapan negara ini maju kalau mahasiswa citranya buruk!beban negara tanggungan kita sebagai mahasiswa apakah kita bisa merubahnya atau tidak. Perkembangan perekonomian nasional tergantung kita sendiri. Apakah kita mampu memerangi produk impor? mungkin kita bisa melakukan itu jika kita bisa berjiwa kewirausahaan dan terus menggunakan produk lokal agar pasar domestik tetap jaya dan bangkit dari keterpurukan.


Mahasiswa harus tangguh menciptakan inovasi yang baru dan diterima oleh masyarakat. Menciptakan produk yang ramah lingkungan adalah dambaan semua orang terutama sekarang telah terjadi pemanasan global yang menyebabkan kutub utara dan kutub selatan mencair. Semua mahasiswa bersaing untuk menciptakan ide-idenya yang akan dikembangkan baik mahasiswa ternama seperti ugm, itb, its, dll. Produk smk yang menghebohkan pada saat ini. Jika pemerintah bisa memproduksinya secara massal mungkin negara kita bisa mengekspor mobil ke luar negeri dan tidak kalah dengan produk dari jepang.


Inilah kebangkitan bagi siapa saja...termasuk mahasiswa untuk terdepan menggapai prestasi. Mahasiswa dituntut untuk melakukan penelitian dan mengembangkannya lebih mendalam mengenai produk produk yang berkembang. Kelangkaan (scarcity) barang memicu mahasiswa untuk berkreativitas lebih dari yang lain. Sekarang hanya beberapa saja yang sadar mengenai permasalahan yang terjadi.


Tertinggalnya mahasiswa dari dunia luar akan memberikan dampak buruk bagi kelangsungan kehidupan bangsa. Negara kita akan mengalami kehancuran jiaka para mahasiswanya tidak bias mengembangkan potensi di era globalisasi ini. Mahasiswa akan mengalami kebangkrutan ide dan daya saingnya . Langkah demi langkah harus kita lakukan untuk sukses yang akan dating.


Pluralisme yang menambah keanekaragaman mahasiswa yang memiliki satu tujuan walaupun berbeda-beda pendapat sesuai semboyan bhineka tunggal ika yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu jua, Sesuai alenia ke 4 mengenai tujuan bangsa : melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa,memajukan kesejahteraan umum dan mengikuti ketertiban dunia.


Mahasiswa harus berpatokan seperti itu… andaikata bisa mungkin Negara ini akan makmur. Keberadaan persatuan mahasiswa sangat memberikan bantuan untuk kemajuan di negeri ini. Jika pasif apa kata dunia nantinya ? kita harus mengharumkan bangsa ini dikancah internasional.


Seperti masa renessaince yaitu masa pencerah dimana pemikir-pemikir mulai muncul pada abad pertengahan di eropa. Mungkin nantinya akan muncul para tokoh mahasiswa yang bisa memberikan pengaruh bagi semua orang. Kebebasan dalam berdemokrasi sangat membantu mengungkapkan isi hatinya. Ingin sekali mahasiswa nanti bisa terbang tinggi seperti burung garuda.


Kita hanya bisa berharap kepada mahasiswa untuk berjwa sang merah putih,menghormati HAM dan terus menjadikan Negara ini sebagai Negara yang bersatu sesuai konggres pemuda II di Jakarta tanggal 28 oktober 1928. Inilah semangat mahasiswa untuk memejukan bangsa ini dan membuat bumi pertiwi tetap menampakan diri dan kembali tersenyum dimana mahasiswa sebagai agent of change. (fredi setyono)