Forlan Muda
Forlan Muda

Waktu ku adalah Menikmati Pahitnya Hidup | Dan Berharap Pada Tujuan ada Rasa Manis

Selanjutnya

Tutup

Wanita

Resiko Memakai Make-up Tidak Sesuai Petunjuk?

20 Juni 2017   11:33 Diperbarui: 20 Juni 2017   11:33 9 0 0
Resiko Memakai Make-up Tidak Sesuai Petunjuk?
mak-up-5948a53e6e7e61bd082a2410.jpg

 Pada umumnya Remaja zaman sekarang menjaga citra diri dengan mempertahankan kecantikan atau percaya diri dengan cara bertopeng alias make up.Bahkan, beberapa  yang menolak bila meninggalkan rumah tanpa bertopeng. Sayangnya, makeup bisa memiliki efek merusak pada kulit remaja dan bahkan memperburuk kulit bila dipakai setiap hari .Mungkin mereka mempunyai persepsi masing-masing  terhadap make up,atau mungkin mereka tidak sepenuhnya memahami pengaruh make up terhadap masalah kulit seperti jerawat.

Karena pengaruh gaya hidup atau perubahan pandangan terhadap  perubahan teknologi , mereka lebih suka tampil beda tapi lebih cantik atau telihat manis bagi yang hanya membedak.Ini sangat jelas bahwa kesempatan lebih besar untuk menderita masalah kulit adalah remaja.Selain itu,merasa tertekan karena bekas jerawat masih ada atau gengsi terhadap sesama temannya akan mendorong mereka untuk menutupi noda dengan make up yang lebih banyak lagi. Padahal faktanya bahwa, tindakan ini akan memperburuk jerawat,meningkatkan kerusakan kulit yang mana  memerlukan waktu berbulan-bulan atau tahun untuk membalikkan keadaan kulit yang normal.

Dalam sebuah survei, periset makeup online menemukan bahwa remaja-remaja atau  gadis-gadis muda mulai menggunakan makeup secara teratur sejak usia 11 tahun. Dan periset membuktikan bahwa  sebuah penelitian di Brasil, 45 persen wanita yang menggunakan make-up secara teratur saja masih  memiliki penyakit kulit terkait dengan makeup yang mereka kenakan.Pada saat bersamaan, 14 persen menderita lesi jerawat akibat riasan. Jenis jerawat spesifik ini sebenarnya memiliki istilah medis sendiri dengan sebutan acne cosmetica atau Jerawat Kosmetik.Fakta lain bahwa make up dapat mengakibatkan infeksi mata seperti mata merah muda, infeksi staph,kanker kulit bahkan masalah kesehatan lainnya. AdapunPeriset telah menghubungkan bahan kimia ini dengan berbagai masalah kesehatan karena diketahui atau diduga efeknya pada hormon pertumbuhan.Pada remaja muda yang hormonnya baru berkembang, bahan kimia ini menyebabkan efek merugikan seperti ketidaksuburan dan bahkan kanker kulit.

Pada saat bersamaan, make-up sendiri bisa mengembangbiakkan bakteri dari waktu ke waktu, menyebabkan kerusakan kepada yang  tanpa make up. Mak-up menyediakan tempat berkembang biak yang subur bagi bakteri, terutama cairan seperti  foundation, maskara, dan lip gloss. Ini sering terjadi bagi pengguna make- up yang mana saling bertukaran make-up,dan kebiasaan menyentuh bahan yang mengandung minyak disaat tidak mencuci tangan sesudah make-up.

Oleh karena itu, cara termudah untuk menghindari akibat ber-make-up adalah dengan membeli produk pelembab dan perawatan kulit yang 'non-comedogenic' atau 'nonacnegenic. Istilah non-comedogenic dan non-acnegenic berarti hal yang sama: Produk ini tidak akan menyebabkan komedo,atau jerawat. Pelembab ini hampir selalu bebas minyak, dan mudah ditemukan. Bahkan produk tersebut telah terbukti secara ilmiah bahwa bermanfaat untuk kulit yang meradang.(kata Dr. Susan Goodlerner, Profesor Dermatologi Klinis di Pusat Medis Harbour-UCLA di Torrance, California.)

 Dia juga menunjukkan bahwa istilah ini, sementara membantu saat melihat label dan memilih pelembab, sebenarnya tidak diatur oleh Food and Drug Administration (FDA). Jadi, hati-hati di toko pelembab atau make up.Setelah Anda menemukan pelembab dapat merawa kulit anda maka tetaplah dengan itu.


 Bila para remaja yang memang memakai make-up, haruslah berhati-hati menggunakan make-up berbasis air dan menerapkannya dengan sentuhan ringan dan sikat yang bersih. Selain itu,hindari make-up dengan bahan berbahaya seperti paraben dan phthalate. Mengapa demikian? karena beberapa penelitian menduga  bahwa bahan kimia seperti phthalate dan paraben dapat mengganggu hormon tubuh, terutama hormon reproduksi seperti estrogen dan testosteron. Risiko kesehatan yang mungkin terjadi meliputi penyakit kronis, kanker dan sejumlah gangguan perkembangan dan masalah kesuburan.

 Akhir dari itu bahwa remaja harus menjalani rutinitas perawatan kulit yang tepat, menemukan yang paling sesuai untuk jenis kulit sendiri. Untuk kulit berminyak, remaja perlu mencari pembersih berbasis air dan pelembab ringan.

 Untuk kulit kering, remaja harus fokus pada perawatan kulit untuk mengunci kelembaban lebih. Dengan jenis kulit apapun, pengguna harus menemukan produk yang bebas dari bahan kimia berbahaya untuk mendukung kesehatan  tubuh.