Mohon tunggu...
Arief Firhanusa
Arief Firhanusa Mohon Tunggu... karyawan swasta -

Pria yang sangat gentar pada ular

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Eksploitasi Ular dan Tubuh Jenny Cortez di Acara "Berburu" Trans7

7 April 2014   16:16 Diperbarui: 23 Juni 2015   23:58 13237
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ULAR dan dada Jenny Cortez sebegitu dekatnya di acara "Berburu" Trans7 tiap Minggu malam, sampai-sampai penonton yang memerlukan pengetahuan tentang ular maupun buaya terkurung dalam sensasi tubuh bintang film horor saru itu.

Pemilihan Jenny sangat tidak mungkin kalau tanpa tujuan. Ini yang membedakan Riyani Djangkaru di "Jejak Petualang", atau Arandella Crista di "Berburu' versi menembaki celeng, babi, dan sempat pula gajah yang menuai protes keras itu. Protes yang antara lain dilontarkan oleh organisasi Profauna dan Anti Perdagangan Satwa kepada KPI, 6 Januari 2013 silam.

Riyani dan Arandella dikontrak Trans7 menjadi presenter dua acara tersebut dengan berbusana sewajarnya. Mereka tampak bersenyawa dengan kearifan lokal lokasi syuting serta para pengisi acara, sehingga mata kita lebih nanar ke obyek (binatang), sementara Jenny Cortez seolah merampas fokus kita ke ular maupun buaya lewat kausnya yang selalu tanpa lengan, dengan dada yang senantiasa membusung.

Pemerhati film-film horor pengumbar syahwat tentu tak asing lagi dengan Jenny. Ia membintangi film-film mendebarkan pria macam Air Terjun Pengantin, Tiran: Mati di Ranjang, Pulau Hantu 3, Kutukan Arwah Santet, Bangkitnya Suster Gepeng, dan semacamnya. Ia juga berprofesi DJ yang tak lekang dari geliat tubuhnya yang molek. Belakangan saja ia bermain di dua film produk Malaysia, berjudul Paku dan Suti at Facebook.

Cobalah ketik "Jenny Cortez" di Google. Maka yang muncul adalah banyak komentar-komentarnya mengenai cara dia membersihkan alat vital, dan seterusnya ...

Sebab itu, acara "Berburu" versi Jenny ini tidak ditayangkan saat prime time, apalagi sore hari, ketika anak-anak SMP masih melek. Anda ingat, kan, acara-acara macam "Komedi Tengah Malam" atau "Mata Lelaki" yang dulu sempat memanjakan pria dewasa tak pernah ditayangkan sore atau malam setelah Isya?

Maka, "Berburu" versi anyar (mulai tayang medium 2013) ini sesungguhnya juga membidik pria dewasa lewat Jenny Cortez, dan tak memedulikan misi edukasi seperti cita-cita awalnya. Trans7 memang mengubah acara menembaki babi dengan tayangan tentang pawang-pawang (dengan Jenny Cortez di sela-selanya) yang blusukan ke semak belukar untuk mencari-cari ular, plus bonus pengetahuan mengenai marga dan jenis ular yang mereka tangkap guna memenuhi keinginan para pecinta binatang yang komplain. Tapi, apakah pria-pria dewasa peduli pada marga-marga ular? Apakah iya bahwa kita menonton acara ini untuk mencatat nama-nama ular yang ditangkapi para pawang tersebut? Saya yakin, lebih dari separuh orang yang menonton program ini hanya untuk menyimak Jenny Cortez yang senantiasa memakai kaus tank top!

1396836647824988177
1396836647824988177

13968366701904729968
13968366701904729968

13968366941528016878
13968366941528016878

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun