HEADLINE

Mahasiswi Korban Penipuan Dengan Photo Polisi “ Rendy Tuejeh” Belasan Juta Melayang

12 Juli 2015 01:44:38 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Mahasiswi Korban Penipuan Dengan Photo Polisi “ Rendy Tuejeh” Belasan Juta Melayang

Setiap saya menerima curahan hati korban korban penipuan, hati saya ikut pedih. Apalagi jika korban sampai pinjam uang atau menjual barang demi sang penipu yang nyolong photo cowok ganteng. Tak pernah bosan saya mengingatkan tapi masih saja jatuh korban.

Awal July lalu saya menerima email dari seorang mahasiswi asal Sumatera sebut saja namanya Novi.

“ Selamat siang bunda Fey,beberapa hari lalu saya membaca salah satu kisah di FB page " WSC"   yang berjudul “ Seorang Sekretaris Menjadi Korban Penipu Dengan Photo AKP. Agung Permana” Saya langsung berpikir, mungkin saya juga tertipu. Dia mengaku anggota polisi asal Jakarta yang sedang tugas di Palembang dengan pangkat Briptu. Dia bilang nama aslinya Rendi Aldiansyah, usia 28 tahun. Rekening bank atas nama yang sama. Saya bingung apakah dia asli atau fake bun? “

Tanpa menunggu lama saya balas email Novi karena pikiran saya langsung tertuju pada dua nama Rendi yaitu tentara yang dinas di Jakarta bernama Rendhy Jauri dan polisi yang dinas di Sulawesi Utara bernama Rendy Tuejeh . Photo keduanya saya sertakan dalam balasan email saya.

Lalu Novi membalas :

“ Benar sekali bun, dia pakai pakai photonya Mas Rendy Tuejeh. Ya Allah kenapa saya tahunya setelah ludes begini bun! Bagaimana saya harus membayar hutang hutang saya demi membantu si penipu. Ini manusia kalau ngomong manis begitu. Maaf bun, ini doa saya dibulan puasa. Siapapun kamu Rendi Aldiansyah karma Allah akan menghampirimu. Semoga ibumu meninggal beneran dan semua yang kamu miliki hilang tak bersisa. Amin”

Awal Perkenalan :

Bulan Mei 2015 Novi berkenalan dengan seorang pria bernama Rendi Aldiansyah lewat applikasi Waplog lalu mulai chat lewat BBM. Mengaku tinggal di Kramat Jati Jakarta. Nomor HP : 081239426904. Nama di FB : : Rendy Aldiyansha (dengan photo photo polisi Rendy Tuejeh – penulis)

Saat itu semuanya biasa saja. ( si penipu lagi sibuk nipu yang lain – penulis). Sebulan kemudian tepatnya awal Juni 2015 mereka menjadi sepasang kekasih. Komunikasi makin sering, baik lewat BBM, HP, WA dan Video Call lewat Skype tapi sayang si cowok tak pernah memperlihatkan wajahnya dengan alasan second cameranya rusak. (disini harusnya Novi mulai curiga- penulis). Novi  percaya saja pada kekasihnya yang penting sudah video call. Selama menjalin hubungan, Rendi sempat memperlihatkan photo rumah mewah di Jakarta yang katanya itu rumahnya. (Paling copy dari Google – penulis)

Saat Novi bilang pada saya setiap Rendi telpon muncul tulisan “Anggota Kepolisian” makanya dia yakin kekasihnya polisi asli. Langsung saya jawab, ya gampang itu sih, di kolom nama tinggal ketik “ Anggota Kepolisian”

Mulai Minjam Uang Dengan Seribu Alasan :

Cuti Sebagai Anggota Polisi Harus Bayar :

Betapa bahagia hati Novi saat Rendi Aldiansyah akan cuti 15 hari ( 18 Juni – 3 Juli 2015)  untuk menghadiri ulang tahun dan menemui keluarga Novi di kota P. Dengan alasan izin cuti harus membayar Rp. 9.000.000,- sedang Rendi hanya ada separuhnya. Lalu Rendi minta tolong pada Novi yang hanya sanggup membantu Rp. 3.500.000. Uang di kirim pada hari Rabu tanggal 16 Juni 2015.

Ibunya Butuh Dana Operasi Ginjal

Sore hari tanggal 18 Juni Novi mendapat SMS “ Mas berangkat sekarang ya sayang.” Tujuan menemui keluarga Novi. Esoknya 19 Juni 2015, Novi diminta membantu dana untuk operasi ginjal ibu Rendi. Ia langsung kirim dua kali yaitu 2 juta dan 3,1 juta (bukti pengiriman dua juta tidak dicantumkan dalam emailnya pada saya – penulis). Total kiriman 5,1 juta

 Ditengah Jalan Nabrak Anak Kecil :

Sabtu, tanggal 20 Juni 2015, saat selesai sholat subuh, Novi mendapat kabar bahwa kekasihnya menabrak anak kecil di daerah Jambi.

“ Yank, mas dapat musibah nyerempet anak orang. Memang mas yang salah sih sudah ngantuk masih nyetir terus. “

Tentu saja Novi panik, apalagi luka anak yang ditabrak katanya parah.

“ Ini photo orang tua si anak dan mas hanya punya uang sejuta, masih kurang 3 juta. Tolong cariin ya dek? Nanti kalau rumah mas yang di Jakarta sudah laku dijual, mas akan ganti uang yang pernah kamu kirim sebelumnya.”

Tanpa pikir panjang, Novi cari pinjaman dan langsung mengirim dana 3 juta yang diminta Rendi.

(Rendi memperlihatkan photo orang tua si anak, tapi photo si anak yang ditabrak kagak ada entah photo siapa yang dicuri– penulis)

Alasan Ibunya Meninggal :

Sabtu malam tanggal 20 Juni , tepat di hari ulang tahun Novi harusnya Rendi sudah sampai, tapi terpaksa putar balik menuju Jakarta karena ibunya meninggal pasca operasi. Dengan alasan tak punya pegangan Rendi minta bantuan lagi. Novi sudah tak punya uang saku dan tabungan, sedang hutang makin bertambah. Karena ngga tega esoknya tanggal 21 Juni 2015, ia kirim lagi 1,2 juta.

Alasan Kecelakaan :

Tiba di Jakarta Rendi mengaku kecelakaan dan butuh dana, tapi Novi tak punya uang. Mereka sempat marahan lalu baikan lagi. Saat itu juga sang kekasih cerita kalau kartu ATM nya hilang tapi kartu indentitas lain masih ada. Novi masih saja percaya dengan kata kata sang kekasih maya.

Beli Mobil Uangnya Kurang :

Menurut Novi, Rendi ingin beli mobil di Jakarta , harganya 19 juta tapi hanya punya dana 9 juta, masih kurang 10 juta. Lagi lagi minta bantuan Novi cari pinjaman. Ia menyanggupi 5 juta saja. Rendi memberikan nomor rekening yang katanya itu milik kakaknya di Bogor bernama Hayati. Uang dikirim dua kali tanggal 29 dan 30 Juni 2015 yaitu 3,3 juta dan 1,7 juta.

Di sini Novi masih belum sadar kalau dirinya ditipu oleh Rendi. Ia masih percaya bahwa hari Selasa tanggal 30 Juni sang kekasih sudah terbang dari Jakarta ke kota P. Novi menunggu di airport namun hingga penerbangan terakhir dari Jakarta, sang kekasih tak pernah muncul. Saat di hubungi telpon tidak aktif tapi Novi sempat kirim pesan tentang rasa kecewa menunggu sang kekasih

Tak lama kemudian ada sms balasan dari Rendi, katanya pesawat delay dan akan tiba esok pagi tanggal 1 July jam 10. Mereka bicara lama di telpon dan salah satu pembicaraan :

“ Dek, mas lagi bingung nih mau tidur dimana , walau mas polisi tapi kalau ditembak mati juga. Saat ini mas bawa uang tak sedikit, ini ada 88 juta hasil jual mobil.”

(Bawa duit 88 juta bingung mau tidur dimana, hotel bintang 5 kan banyak di Jakarta – penulis)

Hari itu Novi tidur cepat karena tak sabar menunggu sang pujaan tiba di kotanya. Namun sayang saat ia bangun sahur jam 3 pagi ada pesan dari Rendi lewat BBM, SMS, WA bahwa ia sudah membuang tiketnya karena kesal uang 88 juta hilang dari kantong celana. Novi sangat shock tapi berbalik disalahkan oleh Rendi.

“ Kan kamu yang bikin jadi kacau, sekarang siapa yang susah. Saya kan sudah bilang tunggu kabar dari saya, biar saya nunggu di bandara gpp. Kalau begini gimana? Uang sudah hilang dan tiket sudah saya buang ke got!”

Novi sangat histeris dan tak bisa bicara apa apa tapi masih saja percaya katanya terdengar suara Rendi sangat lelah karena kurang tidur.

Sore hari tanggal 1 July, Novi kirim email pada saya dan menceritakan semua. Saya bilang jangan kirim uang lagi dan Rendi si penipu  tak akan pernah datang. Saya kirim  pemilik photo yang asli yaitu Rendy Tuejeh bersama yayangnya Thari Regitha

“ Saya bingung bun, kemana harus membayar hutang belasan juta ini.  Saya masih komunikasi dengan Rendi dan pura pura tak tahu kalau saya ditipu. Saat saya tawarkan membelikan tiket pesawat, dia tetap ingin uangnya saja. Terima kasih atas segala informasinya. “

Biasanya penipu langsung menghilang jika merasa korbannya sudah tak bisa kirim uang lagi, kecuali si korban sudah kirim photo bugil maka tanpa henti si penipu akan terus mengancam dan memeras. Kadang dibuat akun palsu agar korban makin ketakutan Semoga saja Novi bukan salah satunya.

Data Rekening Penerima Uang :

BRI atas Nama Rendi Aldiansyah, No rek : 571201009731533
Dana yang dikirim, 3,5 juta, 2 juta ( bukti ada pada korban) 3,1 juta, 3 juta, 1,2 juta
BRI atas nama Hayati 559201011308536
Dana yang dikirim, 3,7 juta dan 1,3 juta
Total kerugian Rp. 17.800.000

Tak bosan saya ingatkan kaum wanita dimana saja. Kenal cowok dumay rapopo tapi biasakan Googling cari info dan cerita pada sahabat dekat. Selalu ajak  video call atau selfie dan suruh tulis nama kita dikertas. Itu cara tahu apakah dia asli apa palsu. Kalau banyak alasan tendang yang jauh. Mau asli atau palsu, ingat selalu  " Jangan kirim apapun dengan alasan apapun"

Salam Waspada Dibulan Puasa

 

Catatan :

Novi nama samaran

Photo yang dipakai penipu sudah ada di  FB Page  " Waspada Scammer Cinta" 

Bukti kiriman uang dari korban. Terima kasih untuk "Novi" yang sudah mengizinkan saya menulis kisahnya.

 

 

Fey Down

/feyfey

TERVERIFIKASI

A simple lady who likes the simple things in life. Anti scam activist yang menetap di kota Perth, Western Australia. FB Page : www.facebook.com/waspadapenipu Twitter/IG/Line : @feydown. Email : waspadascam@gmail.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL humaniora

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana