HIGHLIGHT

Hati-hati Penipuan Pengiriman Paket Dari Scammers

13 Maret 2013 23:39:43 Dibaca :
Hati-hati Penipuan Pengiriman Paket Dari Scammers
-

Seorang wanita Indonesia sebut saja namanya Indri hampir saja tertipu scammer  bernama David Walters. Mengaku bekerja di Qatar Petroleum , Doha. Photo ganteng si David dan rayuan mautnya membuat Indri jatuh cinta.

Photo orang tak bersalah digunakan scammer bernama David Walters untuk merayu wanita

David , si scammer  mulai menjalankan aksinya. Sebagai bukti bahwa ia serius maka dikirimlah paket tanda cinta berisi perhiasan dan uang,  lengkap dengan no pengiriman  :  DNZ 740 BN 9917 05 dari Global Express Courier.    Tak lama Indri  yang lugu ditelpon oleh seseorang  yang mengatakan bahwa paket sudah sampai di Bandara Soekarno - Hatta tapi tidak bisa keluar kalau belum membayar pajak sebesar Rp. 20.000.000,- Si penelpon memberikan nomor rekening sebuah bank terkenal di Indonesia , dan penelpon asli orang Indonesia.  Mungkin ia diperalat atau bisa juga komplotan scammers ini dari  Indonesia atau mereka orang Nigeria yang  berada di Indonesia.

Indri menolak membayar dengan alasan tak memiliki uang sebanyak itu tapi  pihak Global Express Couriers di Jakarta (?) memaksa Indri membayar pajak tsb. Anehnya pembayaran harus ditransfer ke rekening pribadi seseorang di Bank BXX  dengan nomor rekening 110 (xxxxxxx)  atas nama H.I.T. (Nama dan nomor account bank  ada pada saya).  Jika uang sudah masuk ke rekening penipu, jangan harap bisa kembali. Lapor ke bank ybs  juga percuma, prosesnya lama karena harus ada laporan dari kepolisian. DUIT KEBURU TERBANG DIMAKAN SETAN.

Sedang pegawai yang mengaku bekerja di Global Express Jakarta bernama SR dengan nomor telpon 021-975xxxxx dan 081 318 xxx xxx .(nama dan telp lengkap saya simpan) .  Jika mereka hanya diperalat koq mau ya dibudakin scammers demi uang?  Jika scammernya orang Indonesia berarti mereka telah meniru cara menipu ala Nigerian scammers, sungguh terlalu!!

Setelah saya minta bantuan Google , ternyata pada tahun 2009 pernah ada korban asal Surabaya dengan modus kiriman paket dari pria bernama Axello asal  UK. Nomor resi pengiriman dan courier juga  sama yaitu DNZ 740 BN 9917 05 dari Global Express Courier .  Korban bernama Eti Karmila dan  ia sudah mentransfer uang sebesar 500 US dollar dari total yang diminta 1500 US dollar. Setelah uang terkirim, ia mulai curiga dan menulis pesan di website complaintboard.

Contoh bukti pengiriman. Nama dan alamat penerima saya hapus demi menjaga privacy . Tanggal kirim 24 Feb 2013.

1363191098436271852

Setelah saya meneliti bukti pengiriman maka saya temukan banyak kejanggalan :

1. Alamat tidak lengkap, hanya dari David Walters, Doha. Mana mungkin perusahaan jasa pengiriman paket tak mencantumkan alamat lengkap sipengirim.

2. Pengirim dari Qatar Petroleum, Doha, tapi nomor telpon UK + 4470 129 55590. Jelas ini nipu banget. Perlu diketahui bahwa nomor  awal +44 70  adalah sebuah system telekomunikasi  di UK yang disebut 070 Follow me Numbers. Bisa diakses dari negara mana saja termasuk Nigeria.

Menurut pendapat saya, jika seseorang mengirim paket dari luar negeri maka nomor telpon, website dan email perusahaan jelas. Jika harus membayar fee/pajak  maka nomor account bank yang digunakan atas nama perusahaan, bukan atas nama perorangan seperti  yang diminta penipu di atas.

Sungguh saya tak rela wanita/pria bangsaku ditipu scammers. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita  dari kejahatan yang nyata ataupun tersembunyi. Amin

Catatan :

Terima kasih untuk teman FB ku,  Bona Lacher yang sudah berbagi kisah yang dialami oleh temannya.

Fey Down

/feyfey

TERVERIFIKASI (BIRU)

A simple lady who likes the simple things in life. Menetap di kota Perth bersama suami tercinta. Berusaha menulis yang bermanfaat bagi sesama. FB Page : www.facebook.com/waspadapenipu Twitter : @feydown Fb : Fey Down
email : fennydown@gmail.com


Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?