HIGHLIGHT

Trend Media Lebay Saat Ini

21 September 2012 03:55:19 Dibaca :
Trend Media Lebay Saat Ini
Stereotypebyinternet.wordpress.com

Trend Lebay dalam Media

Siapa sih diantara anak muda jaman sekarang yang tidak kenal dengan aktifitas dunia maya atau online? Perkembangan teknologi yang semakin pesat mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku yang dialami generasi pada saat itu. Contoh mudahnya adalah saat ini, hampir setiap golongan anak muda pasti telah mengenal dunia maya dan menjadi salah satu bagian di dalamnya. Mulai dari game online, social media, biro jodoh online, dan masih banyak lagi media – media komunikasi yang berkaitan dengan internet.

Dari sinilah perkembangan pola perilaku masyarakat jaman sekarang cenderung mudah ditebak dan homogen, dikarenakan apabila terdapat suatu trend terbaru yang sedang ramai, maka dengan sangat mudah trend tersebut menjadi trend masyarakat diseluruh dunia yang mengakibatkan homogenitas trend, ambil contoh mudahnya adalah trend “Gangnam Style” yang sedang ramai dibicarakan masyarakat di hampir seantero belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Awalnya video milik PSY, seorang artis korea yang sudah berkarir selama 12 tahun ini di pasarkan melalui media online Youtube, dari sini para fans men-share-nya melalui media Twitter, dari twitter video ini tersebar dengan sangat cepat dan menjadi salah satu trending topic di media Twitter tersebut, pembicaraan “Gangnam Style” tidak berhenti disitu, setelah tersebar secara luas di twitter, video ini pun merambah social media lainnya yaitu Facebook. Melalui berbagai social media ini, video Gangnam Style dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan telah disaksikan oleh lebih dari 100 juta penonton. Hal ini sungguh menakjubkan bahkan total penontonnya melebihi total penonton artis-artis dunia seperti Britney Spears, Avril Lavigne, bahkan Justin Bieber.

Tentunya disini tidak akan dibahas lagi apa itu Gangnam Style atau siapa itu PSY. Yang menariknya adalah trend tariannya, yang sudah merambah ke seluruh penikmat seni di dunia. Tidak hanya pada golongan yang mengerti tentang artis korea namun bahkan pada kalangan masyarakat awam yang sama sekali tidak mengerti tentang budaya korea pun jika ditanya tentang Gangnam Style tentunya mereka akan sedikit paham. Kenapa bisa begitu? Mari kita lihat, seberapa hebohnya masyarakat Indonesia tentang Gangnam Style.  Hampir setiap hari dalam kurun waktu kurang lebih seminggu ini seluruh media di televisi, radio, harian online, forum-forum online membahas tentang hal tersebut.

Tidak hanya Gangnam Style yang sedang menjadi trend besar-besar an di Indonesia, tapi masih ada lagi yang menjadi pemberitaan secara besar-besaran di seluruh media terutama televisi, yaitu Pemilukada DKI Jakarta. Betapa tidak, pemberitaan yang ada bahkan lebih ramai dibandingkan pemilihan presiden yang lalu. Mungkin banyak faktor yang mempengaruhi kenapa media begitu antusias membahas ini. Jika berandai-andai semisal Jokowi mencalonkan diri menjadi Gubernur Kalimantan atau daerah lain selain DKI Jakarta, mungkin tidak ada pemberitaan yang sensasional seperti saat ini.

Apa sih sebenarnya yang membuat Pemilukada DKI Jakarta saat ini begitu sensasional, bahkan melebihi berita para artis. Para cagub dan cawagub  DKI Jakarta saat ini bagaikan artis yang setiap langkahnya, gerak-geriknya, dan rutinitasnya menjadi bahan berita yang layak untuk diperbincangkan? Bila kita telisik dari berbagai berita dan opini masyarakat saat ini, banyak yang mengatakan bahwa masyarakat jakarta saat ini merindukan sesosok pemimpin yang mampu membuat mereka merasakan udara segar Jakarta dan mengatasi kepenatan kota Jakarta.

Trend yang berkembang saat ini adalah bagaimana media mampu mengemas suatu berita menjadi menarik dan sensasional karena hal itu meningkatkan nilai jual. Lagi-lagi media pun harus tunduk pada uang, namun memang benar bahwa tanpa hal itu media tidak akan berjalan.

Apapun itu media selayaknya menjadi suatu patokan masyarakat untuk menilai dan bukan memojokkan pihak-pihak tertentu. Trend media dalam melebihkan suatu hal pun akan lebih baik bila dapat dikurangi karena dapat menyesatkan masyarakat dan terlebih lagi dapat mengarahkan masyarakat pada kebenaran yang tidak jelas.

Fendy R. Widianto

/fendyrwidianto

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Prodi Ilmu Komunikasi '11 | Barista | Comic | Freelance Writer | @FendyRWidianto
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?