HIGHLIGHT

Jerawat di Daun Telinga, Bahayakah?

14 Februari 2010 05:53:00 Dibaca :

Kehadiranmu membelenggu senyumku Kehadiranmu menutup indahku Kehadiranmu mengurangi cantikku Ouh…… tapi kau selalu egois Selalu membuatku menangis Dan terlihat tragis Kau selalu ingin kuraba Kau selalu ingin kusentuh Duhai jerawat…… Segeralah kau berangkat Menuju liang lahat

Hmm, lagi sebel sama jerawat yang sering nongkrong di daun telinga neh. Ada yang ngalamin gak seh? jerawatan di daun telinga? Jarawatku ini memang selalu aneh-aneh, kebanyakan orang jerawatan di pipi atau di jidat, eh kalau aku enggak. Jarawat suka nongkrong kalau gak di alis, di idung, tepi bibir, yang paling yebelin lagi di daun telinga.

Bahaya gak seh, jerawat di daun telinga?

Sebenernya takut juga kalau ini adalah tanda-tanda kelainan (jiwa) apa gitu, kaya penyakit atau apa. Untuk itu aku mencoba browsing mencari tahu lebih banyak tentang jarawat ini.

Di sini, saya mendapatkan info jika "Itu sejenis jerawat pada bagian kelenjar lemak kulit. Tidak bermasalah benar, dan tak perlu dicemaskan. Lebih penting menjaga kebersihan kulit wajah, terlebih bila kelewat berminyak. Sering-seringlah membasuh wajah dengan sabun suam-suam kuku, dan tidak memijit-mijit bila teraba mulai membenjol di situ."

Dan ada lagi artikel mengenai jerawat yang ku dapat di sini, yang menyebutkan tentang mitos timbulnya jerawat. Diantaranya adalah :

Mitos 1: Jerawat muncul karena kurang higienis Mitos ini muncul karena adanya infeksi kulit yang merupakan pemicu jerawat. Tapi jika kita lihat proses terjadinya jerawat diatas, maka sudah jelas bahwa higiene sama sekali bukan faktor yang dapat memicu jerawat. Tapi memang kebersihan kulit dapat mengurangi terjadinya jerawat. Bilas muka dengan sabun lembut maksimal dua kali dalam sehari untuk mengurangi kemungkinan kulit wajah menjadi terlalu kering. Mitos 2: Jerawat dipicu oleh makanan tertentu Makanan seperti coklat, kacang, keju, keripik dan kerupuk yang berlemak sering dituding secara tidak adil sebagai penyebab timbulnya jerawat. Tidak pernah berhasil dibuktikan dalam penelitian manapun bahwa makanan seperti ini memicu timbulnya jerawat. Kemungkinan besar adalah makanan tersebut dikonsumsi karena stress, dan stress adalah faktor yang sangat berperanan dalam pertumbuhan jerawat. Tapi memang, lebih baik kurangi makanan diatas, walaupun bukan untuk mencegah jerawat, tapi setidaknya lemak dalam makanan tadi cukup berpotensi mengganggu kesehatan! Mitos 3: Jerawat berhubungan dengan seks Ada juga mitos yang menguhubungkan antara masturbasi, dan kurangnya hubungan seks akan memicu jerawat. Pemikiran dibalik ini adalah karena "hormon yang tidak tersalurkan" . Permasalahannya, hormon seks sama sekali tidak berhubungan dengan produksi sebum yang merupakan pemicu jerawat. Karena produksi hormon juga terpengaruh oleh stress dan rasa marah, maka tidak selalu orang berjerawat adalah orang yang memiliki "hormon yang terpendam" Mitos 4: Jerawat harus dialami Mitos ini aneh, jika bisa dihindari, kenapa tidak? Anda tidak harus merasakan sakitnya atau malunya menderita "serangan jerawat" jika anda mau berkonsultasi dengan dokter kulit, dengan perawatan dan obat-obatan yang tepat. Mitos 5: Jerawat hanyalah masalah remaja Memang benar bahwa jerawat banyak sekali dikalangan remaja, tapi bukan berarti masalah ini tidak dapat ditemui diantara orang dewasa. Jangan kuatir jika anda tiba-tiba mendapat serangan jerawat, karena faktor pemicu jerawat juga dapat anda alami ketika dewasa. Mitos 6: Jerawat hanyalah masalah kulit Jika kita baca penyebab munculnya jerawat, maka sudah jelas, bahwa selain adanya perkembangan hormon pada masa remaja, jerawat sering kali merupakan tanda jelas adanya masalah dari sisi psikologis seseorang. Sering kali timbulnya jerawat adalah tanda adanya depresi dan rasa rendah diri yang harus segera diatasi. Mitos 7: Jerawat? Pencet aja! Kecuali anda mau menyiksa diri dengan bertambahnya jerawat, silahkan teruskan praktek berbahaya bagi kesehatan kulit anda. Kegiatan pencet memencet ini selain akan menyebarkan bakteri ke permukaan kulit, juga ternyata akan menimbulkan luka yang malah akan berbekas selamanya. Mitos 8: Jerawat? Cegah dengan mandi matahari! Ups, mandi matahari malah akan membuat kulit kering, dan timbunan minyak yang seharusnya dibuang dengna sabun dan air, akan mengering dan mengeras. Dengan kata lain, pemicu jerawat lagi! Mitos 9: Semakin parah jerawat, semakin banyak obat! Semakin banyak anda membalurkan obat anti jerawat ke wajah anda, kemungkinan yang muncul adalah bahwa anda akan semakin membuat kulit anda kering, karena minyak yang diproduksi oleh kelenjar tadi habis terserap. Konsultasikan dengan dokter cara terbaik menggunakan obat jerawat untuk mengurangi resiko berbahaya bagi jerawat!

Nah sekarang ada kan yang mau berbagi pengalaman tentang jerawat? apalagi yang di daun telinga tuh!! Mau kan??? Mau doonkkk!!!

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?