"Indonesia Sukses Besar Mengatasi Pengangguran"

26 Oktober 2011 01:18:00 Dibaca :

Saat ini masalah pengangguran menjadi menjadi tantangan terberat yang harus diselesaikan pemerintah dan masyarakat.  Benar... Pemerintah DAN Masyarakat.  Benar perundang-undangan mengamanatkan pemerintah yang berkewajiban mengatasi pengangguran, tapi tanpa peran serta masyarakat hasilnya cenderung akan  GAGAL. Pemerintah tidak mungkin dan tidak akan bisa bekerja sendirian. Justru masyarakatlah yang memiliki potensi besar mengatasi permasalahan ini.


Peran pemerintah adalah mendorong,  menfasilitasi dan mengorganisasi masyarakat dalam mengurangi pengangguran. Bukan mengambil alih peran tersebut.  Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di departement terkait dilatih untuk menjadi pelayan masyarakat dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran, menjadi solusi kebuntuan dalam gerakan ini,   bukan malah  sebaliknya berperilaku birokrat yang cenderung menghambat. kuncinya adalah  para PNS yang berperilaku birokrat harus dilatih dan didorong untuk MERUBAH mindset yang lama sebagai "penghambat" menjadi paradigma baru sebagai "pendorong". Memang ini membutuhkan proses dan waktu. Tapi harus dimulai dari sekarang, Pemerintah  bertugas  mempercepat proses dan waktu  yang dibutuhkan tersebut.


Masyarakat apapun profesinya bisa berperan dalam mengatasi pengangguran baik secara langsung maupun melalaui sentuhan lain. Hanya besar kecilnya peran tersebut yang membedakan. Namun sekecil apapun peran tersebut tetap akan berguna. misalnya yang menjadi PNS di departemen pengembangan mikro dan UKM, perannya adalah membuat program untuk menciptakan dan mengembangkan UKM  sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya.


Menciptakan UKM dengan cara misalnya, membuat program sejuta UKM baru dari mahasiswa. mahasiswa yang membuka usaha dan merekrut karyawan minimal 3 orang akan mendapat beasiswa setiap tahun.   Contoh lain mengembangkan UKM yg sudah berjalan menjadi mentor bisnis bagi UKM-UKM baru dengan imbalan permodalan 20%  bagi UKM yang berhasil membina UKM baru minimal 10 unit  dengan menyerap  minimal 30 tenaga kerja.


Bagaimana dengan guru?. Seorang guru bisa mendorong dan memotivasi murid-muridnya untuk berani belajar berdagang sejak sekolah, memberi nilai tambahan bagi siswa yang bisa mandiri dengan tambahan nilai kemandirian 2 poin. Jadi jika nilainya murninya 7 akan menjadi 9,  loh kok enak? wah curang dong?.  Belum tentu karena siswa-siswa yang bermental mandiri inilah yang 5-10 tahun akan datang  merekrut siswa lain yang nilainya murni tanpa tambahan nilai kemandirian. Apakah itu curang?.


Bagaimana dengan saya, anda dan orang-orang di sekitar kita? mari kita gali potensi kita untuk mengatasi pengangguran di negara ini. kita mulai dari sekarang, dari yang kecil-kecilan dan dari kita sendiri dengan merubah mindset dari  pengangguran  (masalah)  menjadi  penyedia pekerjaan (solusi).


Apabila semua individu berubaha dan bergerak maka  beberapa tahun yang akan datang akan muncul Headline besar di media massa dengan judul  " Indonesia Sukses Besar Mengatasi Pengangguran".


Fatkhul Ghoni

/fatkhul

Saat ini aktif sebagai penulis di jawa tengah
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?