Apakah "Kopasus" Bertanggung Jawab atas Kematian 3 Tokoh Papua?

16 Agustus 2011 18:49:21 Diperbarui: 26 Juni 2015 02:43:27 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Detik-detik terakhir kematian 3 Tokoh papua penuh kontroversial,

I. Alm. Theis H Eluay, (Ketua Persedium Dewan Papua - PDP)

Kronologis kematian Alm. Theys H Eluay, Tepatnya sabtu, 11/11-2001 Mayat alm Theys H Eluay ditemukan

Sabtu (10/11-2001)

18.00 WIT Theys berada di Hotel Matoa, Jayapura, setelah menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan di Pemda Irian Jaya. Saat itu ia masih sempat dihubungi Sekjen Presidium Dewan Papua, Taha Al Hamid.

Sore itu ia berencana menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan di Markas Tribuana Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, di Hamadi, Kecamatan Jayapura Selatan. Sepulang dari acara di acara di Markas Kopassus, Theys sempat menghubungi istrinya, Yaneke Ohee, bahwa dia sedang dalam perjalanan pulang, menggunakan kendaraan Kijang bernomor B 8029 TO.

22.10 WIT Sopir Theys, Ari Masoka, menghubungi ke rumah Theys. Ia mengatakan dirinya bersama Theys tengah diculik oleh orang-orang amber (bukan Irian) di kawasan Skyline, antara Entrop dan Kotaraja, sekitar 10 kilometer dari Jayapura. Ari menangis saat menelepon. Belum selesai bicara, sambungan telepon terputus.

Minggu (11/11)

08.00 WIT Polisi mendapat laporan ditemukan mobil Kijang, terperosok ke jurang di kawasan Koya, dekat perbatasan dengan Papua Nugini. Di dalamnya ditemukan Theys dalam keadaan sudah tewas.

09.00-10.00 WIT Yaneke, ditemani Taha Al Hamid, melaporkan penculikan ke Mapolda Irian Jaya.

  • Dari Mapolda, Taha dan Yaneke serta rombongan menuju ke Koya untuk mengambil jenasah Theys.
  • Polisi, yang dipimpin oleh Kepala Polres Jayapura, Ajun Komisaris Besar Daud Sihombing, mengevakuasi jenasah Theys.
  • Untuk kepentingan penyelidikan, lokasi di Koya langsung ditutup untuk umum oleh pasukan kepolisian dan TNI.
  • Penyelidikan sementara menunjukkan, mobil Theys terperosok ke jurang saat mesin mati, terlihat dari kunci strarter yang dalam posisi “off”. Posisi mobil tersangkut pohon, empat meter di bawah jalan.
  • Menjelang sore, jenasah Theys dibawa ke Rumah Sakit Dok II, Jayapura untuk diotopsi.
  • Polisi membentuk tim khusus untuk mengusut penculikan dan pembunuhan Theys.
  • Nasib Ari Masoka belum diketahui

II. Kronologis Kematian Alm. Dr.JP. Salosa (Mantan Gubernur)

Ini kronologis:

  1. Seini, 19 Desember 2005, sekitar pukul 09.30. Solossa menghadiri acara ikatakan auditor se papua di jayapura. Sepulang dari acara itu, ia kembali mengerjakan tugas rutinnya sebagai gubernur di Gedung Negara Dok II, Jayapura.
  2. Pada pukul 17.45, ia berangkat ke Dok VIII Atas untuk mengikuti acara HUT SMU II Jayapura. Dari pukul 18.00 - 20.00 waktu Papua.
  3. Sepulang dari Dok VIII, ia merasa sakit dan tak tahan lagi sehingga tersandar di jok mobil. Lalu ia meminta untuk diantar ke RSU Dok II.
  4. Sesampai di DRSU Dok II, ia sudah tak sadarkan diri lagi sehingga diberikan napas buatan.
  5. Sekitar pukul 21.30 Waktu Papua, Drs Jacobus Prividiya Solossa Meninggal.

III. Kronologis Kematian Alm. Agus Alue Alua, M.Th, Mantan Ketua Majelis Rakyat Papua- MRP)

Tokong Vokal ini Menghembuskan nefas terakhir Kamis (7/3/2011) di RS Dian Harapan, Kematian Agus Alue Alua Sangat mengejutkan semua pihak, Kerena di hari paginya dia mengikuti kegiatan di Dok IV jayapura bersama Pemda Prov. Papua, setelah pulang beliau terpelosok kamar dan di temukan oleh anaknya, saat itu juga di larikan ke rumah sakit Dian harapan yang jaraknya hanya 200M dari kediaman, Tetapi tidak tertolong karena alm. sudah meninggal dalam perjalanan katanya.

Sebelumnya Agus A Alua

  • Menanda tangani SK No14 Tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Agus Alue Alua. Dalam SK tersebut berisi rekomendasi bahwa bupati/wakil bupati di Papua harus berasal dari orang asli Papua
  • Meloloskan Perdasus Lagu, Lambang, Bendera Kultur orang Asli papua sebagai panji kebesaran  (Hai tanahku Papua, Burung mambruk, Bintang Kejora) tapi akhirnya jakarta menolak dan mengeluarkan PP no. 77
  • Menanda tangani 11 Hasil Rekomendasi Mubes MRP salah satunya menuntut Referendum
  • Jakarta  melabel Agus Alua sebagai bagian dari kelompok separatis yang ada dalam jajaran pimpinan MRP. “Itu sebabnya, Jakarta tidak mau kalau dia kembali terpilih
  • Dianggap satu ancaman bagi pemerintah, maka Indonesia mau Agus tidak boleh masuk lagi di MRP
  • Di tengah ketidakjelasan dengan berbagai polemik tentang Papua, ia telah meninggal dan berita duka itu memang sangat mengejutkan.
  • Agus merupakan seorang pemimpin yang memiliki konsep keberpihakan kepada masyarakat asli Papua. Keberpihakan itu kerap membuat Agus Alue Alua berada pada tekanan pemerintah pusat dan warga. Sebabnya, MRP yang mengemban tugas untuk membela kaum orang asli Papua tidak diberi kewenangan yang strategis.

Dari Cronologis dan ulasan di atas ini, Patut menjadi perhatian dan tanda tanya besar bagi rakyat papua, kematian ketiga tokoh ini memang tidak wajar dan penuh controversial.

Bocoran Dokumen Rahasia Kopasus “Anatomi Separatis Papua

Dokumen Incaran Kopasus telah bocor dan di publikasikan media Fairfax, melalui Camberatimes per tanggal 13 Agustus 2011 dengan judul dokumen Anatomi Separatis di papua.

Dokumen Rahasia Kopasus sebelumnya juga bocor di tangan pihak asing, Jurnalis dari amerika allan Nairm Judul Secret Files Show Kopassus, Indonesia's Special Forces, Targets Papuan Churches, Civilians. Documents Leak from Notorious US-Backed Unit as Obama Lands in Indonesia. Dalam dokumen itu terdapat pula 3 tokoh nama tersebut di atas, termasuk beberapa aktivis yang telah meninggal dunia, seperti Yustinus murip, Kelly Kwalik dll.

Pertanyaannya?

1.Apakah kematian ini terkait dengan bocoran dokumen ini?

2.Kalau memang kematian mereka terkait dengan dokumen ini maka akankah Negara akan bertanggung jawab atas nyawa ketiga Tokoh ternama ini?

3.Kalau tidak terkait dengan dokumen ini, maka siapa yang akan bertanggung jawab atas kematian tidak wajar atas ketiga tokoh ternama ini?

Dan kami akan bertanya terus?????.. sampai pelaku pembunuhan dan bocoran dokumen di pertanggung jawabkan

By Turwen

Papua Israel

/fajartimur

Datang dari yang tertindas bukan untuk menindas tetapi mengangkat dan membela yang tertindas - Papua barat----- Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL hukum politik

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana