Tips Aman dari Masalah untuk Para PNS (Sebuah Pengalaman Pribadi)

08 Juni 2012 07:51:29 Dibaca :
Tips Aman dari Masalah untuk Para PNS (Sebuah Pengalaman Pribadi)
Ilustrasi Bahagia

Menjadi PNS masih menjadi salah satu trend pekerjaan di Indonesia. Buktinya setiap ada Penerimaan CPNS selalu didaftar oleh ribuan orang. Alasan yang paling banyak adalah bisa mendapatkan  penghasilan yang tetap.

Namun kita harus hati-hati, bahwa dengan penghasilan yang sudah tetap itu, kita dituntut untuk bekerja, ada kontribusi terhadap pemerintah, jangan hanya duduk, baca Koran, ngobrol, tiap bulan gajian alias makan gaji buta. Disinilah Pemimpin berperan, mengarahkan anak buahnya selama jam kerja, termasuk fikiran dan kegiatannya. Jangan sampai mereka membuat rencana-rencana yang melanggar aturan. Intinya Pemimpin itu harus befungsi, ya mengatur, ya menata dan membina. Jujur saya juga tidak tahu caranya, tapi saya ingin menjadikan para PNS di Indonesia tidak dicap jelak lagi sama rakyat Indonesia.

Kasus yang menimpa salah satu pegawai DJP yang baru tertangkap oleh KPK kemarin menambah panjang daftar PNS yang tertangkap menyalahgunakan wewenangnya. Miris sekali, padahal mereka (kemenkeu,red) itu adalah contoh birokrasi yang paling bagus (duluan diberikan remunerasi), tapi masih ada saja yang tertangkap.

Agar tidak berpotensi menjadi PNS yang bermasalah baik dengan hukum maupun dengan karier coba Tips aman dari saya berikut ini:

  1. Tidak menerima uang/hadiah/pemberian dalam bentuk apapun yang dirasa ada Kaitannya dengan Pekerjaan kita. Sekalipun itu adalah jatah kita atau sudah “biasa“ sebagai ajang bagi-bagi rezeki. Sekali saya katakan jangan diterima. Bilang saja terima kasih, saya belum perlu.  Pengalaman saya sewaktu bekerja disalahsatu BUMN di Indonesia sekitar tahun 2006, ada beberapa pegawai yang kedapatan sedang melakukan kegiatan illegal, yaitu menjual besi-besi bekas, yang setahu saya barang tersebut belum dihapus, artinya masih akan dimintai pertanggungan jawab oleh auditor. Karena itu bukan tanggung jawab saya, saya laporkan ke perwira yang bertanggung jawab via telephone, dia katakan bahwa biarkan saja, tapi jangan terima uang dari mereka sepeser pun, kalau tidak ingin di sangka terlibat. Pengalaman ini yang saya ingat dan terapkan hingga sekarang.  Dan Alhamdulillah aman lahir batin.
  2. Jangan biarkan fikiran kita tidak bekerja, carilah aktifitas. Saya pernah membaca artikel kesehatan dari seorang kompasiana, bahwa antara jam 08-12 itu adalah waktu yang paling baik bagi otak untuk bekerja, kemudian jam 14-16, adalah waktu yang paling baik untuk kegiatan fisik. Ini juga saya terapkan, pagi membaca, menulis, diskusi, setelah makan siang jalan-jalan ke luar ruangan. Dan Alhamdulillah saya dinilai sebagai pegawai yang rajin.. oleh rekan2. Tuh kan gara-gara kompasiana nih ….
  3. Bekerja saja, jangan berharap imbalan, uang, jabatan, pujian, semua itu adalah bonus, tidak lebih. Sesungguhnya bekerja itu adalah kebutuhan, layaknya kebutuhan primer lainnya.
  4. Jangan Lupa sedekah, ini bukti bahwa kita bersyukur, masih ada penghasilan, masih dikasih kesempatan bekerja, masih banyak orang yang penghasilannya dibawah 2juta/bulan, sementara gaji PNS golongan terendah sudah diatas 2 juta (kalautidaksalah.gov.id)

Sekian dulu tips dari saya seorang PNS golongan 3, masa kerja 5 tahun, diusulkan menjadi eselon iv, tapi sudah mau dihapus oleh menpan RB, akan tetap menjadi PNS yang bersih sampai pensiun nanti.

***

Sumber gambar http://caplibre.over-blog.com

Faizal Amin Haderi

/faizal_aminhaderi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Menurut saya menulis itu adalah bagian dari belajar karena untuk bisa menulis harus membaca, nah dengan membaca akan menambah pengetahuan kita dengan menulis semakin menajamkan pengetahuan tersebut. Mohon tanggapan dan koreksi nya. Bismillah.
More about me : http://www.kplptanjunguban.wordpress.com

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?