HIGHLIGHT

Warga Dambakan Angkutan Umum Nyaman dan Aman

07 Agustus 2011 23:32:01 Dibaca :

Pilihan warga untuk menggunakan angkutan umum ditentukan oleh faktor harga, kenyamanan, dan keamanan. Jika ongkos menggunakan angkutan umum lebih murah, termasuk ongkos untuk memperoleh kenyamanan dan keamanan, niscaya sebagian besar warga tak akan menggunakan kendaraan pribadi.


Jika dari rumah menuju kantor harus menggunakan ojek, lalu bus atau kereta api, lalu naik bus atau ojek lagi, boleh jadi ongkos nominalnya lebih mahal ketimbang menggunakan sepeda motor sendiri. Akan lebh mahal lagi jika waktu tempuh dengan kendaraan umum lebih lama ketimbang dengan sepeda motor atau mobil pribadi.


Oleh karena itu, angkutan umum bakal sangat diminati jikalau tarif, kenyamanan dan keamanan, serta jarak tempuh bisa bersaing dengan kendaraan pribadi. Ketiga faktor ini menjadi satu kesatuan dalam memutuskan pilihan.


Kebijakan yang efektif harus bisa mengubah struktur insentif berkendaraan. Yakni dengan meningkatkan insentif bagi pengguna angkutan umum dan mengenakan disinsentif bagi pengguna kendaraan pribadi. Perangkat kebijakannya bisa menggunakan perangkat fiskal: memberikan subsidi (insentif) bagi angkutan umum dan meningkatkan pajak (disinsentif) bagi kendaraan pribadi.


Pembenahan angkutan umum menjadi prasyarat penting. Penguatan angkutan umum di dalam pengelolaan yang terintegrasi memberikan banyak keuntungan, antara lain:


1) Menciptakan sinergi antarmoda sehingga memudahkan harmonisasi tarif angkutan, misalnya dengan tiket terusan dan terpadu.


2) Mengacu pada standar pelayanan, bukan kejar setoran, sehingga bisa meningkatkan disiplin sopir dan pengguna/penumpang.


3) Mempermudah penerapan standar lingkungan dengan penerapan kewajiban angkutan umum, khususnya bus, untuk menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.


Manfaat lain adalah masyarakat pengguna tak lagi terlalu peduli seandainya subsidi BBM dicabut, karena kenaikan harga BBM tak secara langsung menambah beban mereka. Alangkah eloknya jika sejak sekarang dana rutusan triliun rupiah untuk subsidi BBM bisa dialokasikan untuk membenahi transportasi publik secara besar-besaran.


Manfaat selanjutnya adalah udara Jakarta kian bersih dan warga bisa menikmati langit biru. Sehingga, kesehatan warga bisa lebih baik dan semakin produktif. Tentu rakyat akan kian sejahtera.

Faisal Basri

/faisalbasri

TERVERIFIKASI (BIRU)

Mengajar, menulis, dan sesekali meneliti.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?