Ternyata Ada Pihak yang Diuntungkan Oleh Kasus Kekerasan

14 September 2012 09:26:06 Dibaca :

Beberapa pekan terakhir kasus kekerasan menjadi headline di semua media informasi, baik elektronik, internet, dan media cetak, merebaknya fenomena anarkisme sejatinya sangat merugikan masyarakat, bagaimana tidak, rasa aman dan damai menjadi terancam sehingga ruang-ruang kehidupan menjadi sangat terbatas, namun dibalik kerugian yang timbul akibat aksi anarkisme ternyata ada beberapa pihak yang justru diuntungkan, salah satunya adalah pihak media.


Sebuah kontradiksi yang membuat saya kemudian berfikir apakah tribalisme merupakan sebuah hal yang naluriah? Karena melihat rating pemberitaan di media-media informasi, tema-tema kekerasan menempati urutan teratas. Ada indikasi bahwa masyarakat umumnya menyukai informasi yang bersifat negatif, dan menikmati tontonan yang memperlihatkan heroisme berdarah, sebenarnya hal ini tidak bisa dilepaskan dari naluri kemanusiaan kita yang selalu ingin mengetahui sebuah realitas yang justru tidak manusiawi, maka tidak salah ketika di suatu daerah terjadi kasus kekerasan dan konflik, mata dan fikiran kita akan senantiasa menanti-nanti pemberitaannya.


Media memang memiliki otoritas untuk menampilkan hal-hal yang mungkin akan laris di pasar konsumen, karena tidak mungkin sebuah media akan menampilkan informasi yang sepi pembaca, sehingga akan sangat hambar ketika satu hari pemberitaan, tidak terdapat tema dengan kasus kriminalitas, hal itu sebenarnya sah-sah saja ketika frame pemberitaannya tidak menyorot sebuah kasus kekerasan dengan sangat vulgar, tanpa memperhatikan aspek psikologis masyarakat yang menjadi target produksi berita.


Kasus-kasus kekerasan dan kriminalitas akan senantiasa laris dalam arena pemberitaan di berbagai media, karena dalam proses kerjanya, media tidak menggunakan nurani kemanusiaan sebagai instrument untuk melihat realitas yang terjadi, tetapi lebih mengedepankan nalar pasar yang menempatkan tema-tema yang cenderung kontroversial sebagai jualan pamungkasnya. Pihak media semestinya tidak hanya menyuguhi masyarakat dengan informas-informasi yang mungkin telah terseleksi, namun bagaimana informasi tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk meransang daya pikir masyarakat dalam melihat berbagai realitas kehidupan yang terjadi. Sehingga berita tidak sekedar menjadi objek simak dan tontonan, tetapi juga menjadi media refleksi untuk melihat berbagai realitas kehidupan secara lebih jernih dan terbuka.

Fadlan L Nasurung

/fadlan_nasurung

Penyuka perjalanan, Pecinta pengalaman
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?