KJRI Johor Baru Memberikan Perlindungan WNI kepada 7 WNI Korban Trafficking

13 Agustus 2012 07:23:43 Dibaca :

Pada tanggal 20 Juni 2012, Kepolisian Johor telah bekerjasama dengan KJRI Johor Bahru telah melaksanakan operasi dalam rangka menyelamatkan korban trafficking di Johor Bahru. Hasil operasi telah menyelamatkan enam WNI dan dua tersangka. Enam WNI sebagai korban trafficking yakni : 1) Irawati (no passport U-303229, nama asli Irma, umur 20 thn aslinya 12 thn, asal Tasikmalaya), 2) Santi (no passport A-2445346, umur 22 thn aslinya 16 thn, asal Tasikmalaya), 3) Dewi Mulyani (no passport A-2445347, umur 24 thn aslinya 19 thn, asal Tasikmalaya), 4) Ani Meilani (no passport A-2640814, umur 30 thn, asal Sukabumi), 5) Dwi Purwanti (no passport A-2444577, umur 35 thn, asal Wonogiri), dan 6) Imron ( no passport A-2445366, umur 23 thn, asal Tasikmalaya). Sedangkan dua tersangka yang telah diamankan yakni : 1) Eri Ratna Gumanti panggilan Ratna, umur 35 thn, beralamat di Kampung Cidamar RT 04 RW 06, Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor; dan 2) Kevin (warga negara Malaysia keturunan China).

KJRI Johor Bahru melalui Konsul Endro Sulaksono selaku LO Polri berperan aktif dalam pendampingan terhadap enam korban dan satu tersangka trafficking selama proses penyidikan dan pemberkasan yang dilakukan oleh penyidik kepolisian Johor maupun berkoordinasi dengan penuntut umum, serta hadir di persidangan sebagai saksi dan ahli bahasa hukum. Dalam perkembangan kasusnya, tiga korban an Irma, Dewi Mulyani dan Dwi Purwanti telah dihadirkan ke pengadilan Johor Bahru sebagai saksi korban. Semuanya lancar dalam memberikan kesaksiannya di depan Hakim, dari mulai keberadaan yang bersangkutan di Indonesia sampai dengan dipekerjakan di Malaysia. Mereka semua mengaku berangkat ke Malaysia melalui Batam bersama agen Indonesia bernama Ratna. Sesampainya di Malaysia, Ratna menyerahkan korban kepada Kevin selaku agen Malaysia dengan disertai penyerahan uang. Kevin menyalurkan korban kepada beberapa majikan di wilayah Johor Bahru untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Mereka telah bekerja selama + dua bulan dan tidak pernah mendapatkan gaji karena dijanjikan akan menerima gaji pada bulan ketujuh sebesar RM 600. Gaji tidak diberikan selama enam bulan pertama dengan alasan biaya administrasi antara majikan dengan Kevin.

Dua korban lain an Santi dan Ani Meilani, tidak dihadirkan di pengadilan karena pada proses penyidikan dan pemberkasan, antara penyidik dan penuntut umum telah ada suatu keputusan bahwa keduanya tidak perlu dihadirkan ke persidangan. Keduanya segera dipulangkan ke Indonesia yang dihantar oleh penyidik melalui pejabat Imigrasi Johor Bahru. Sedangkan satu korban an Imron akan memberikan kesaksiannya di persidangan pada akhir bulan Agustus 2012.

Ratna sebagai tersangka telah dihadirkan ke pengadilan Johor Bahru pada setiap persidangan perkara trafficking sebagai penguat keterangan saksi korban. Ratna akan memberikan keterangannya sebagai tersangka pada pertengahan bulan Agustus 2012, yang dijerat pasal 12 Undang-Undang Perdagangan Manusia tahun 2007, dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara dan atau maksimal limabelas tahun penjara.

Selama dalam persidangan, terjadi perdebatan antara pengacara dengan penuntut umum dan Hakim terhadap pemalsuan umur dan nama bagi korban trafficking an Irma (dalam passport tertera umur 20 thn aslinya 12 thn, dalam passport tertera Irawati aslinya Irma) serta Dewi Mulyani (dalam passport tertera umur 24 thn aslinya 19 thn) sebagaimana bukti kepemilikan passport dan bukti kartu keluarga yang dimiliki oleh korban. Hal ini akan menjadi catatan negatif dari sudut pandang penegak hukum Malaysia terhadap pejabat penerbit passport di Indonesia.

Seperti diketahui bahwa, Johor Bahru merupakan lintasan jalur masuk WNI dari Batam. WNI tersebut kebanyakan menggunakan visa kunjungan sosial maupun visa kerja. Namun, ada pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab telah memanfaatkan visa kunjungan sosial yang hanya berlaku selama 30 hari untuk bekerja di Malaysia, termasuk keenam korban trafficking. Akhirnya terjadi WNI overstay dan bermasalah terhadap pelanggaran Imigrasi di Malaysia. Maraknya pelanggaran Imigrasi di wilayah akreditasi KJRI Johor Bahru, maka dukungan dan kerjasama yang baik dari Ditjen Imigrasi sangat dibutuhkan dalam rangka meniadakan pemalsuan umur dan nama yang tertera pada passport serta berupaya untuk menghalangi WNI yang memanfaatkan visa kunjungan sosial untuk bekerja di Malaysia pada saat pengecekan di kantor Imigrasi perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan terjadinya WNI overstay dan WNI bermasalah.

endro sulaksono

/endro.sulaksono

posisi : Police Liaison Officer KJRI Johor Bahru
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?