HIGHLIGHT

Lolos CPNS : Bukan Tidak Mungkin

28 Mei 2012 03:14:20 Dibaca :

Bapak dan Ibu saya adalah PNS, saya masih teringat waktu kecil bahwa menjadi PNS adalah sesuatu yang membanggakan kalau boleh dibilang status sosial keluarga kami cukup dipandang oleh tetangga-tetangga, sebelum era tahun 1990 memang secara ekonomi keluarga kami tidak pernah kekurangan uang, mungkin karena waktu itu gaji PNS masih lumayan bernilai tinggi, tapi setelah memasuki tahun 1990 keatas, keadaan semakin sulit karena waktu itu gaji PNS tidak pernah naik, dan juga kebutuhan naik, karena ditahun-tahun itu kakak saya sudah mulai kuliah.



Saya ingat betul waktu SMA, teman-teman saya yang orang tuanya kerja di swasta banyak yang dibelikan motor, sedang motor ayah saya tetap bertahan dengan RX 100 tahun 1979, itupun dengan perawatan seadanya, penggantian kampas rem saja diganti dengan yang bekas tapi masih layak, itu sedikit gambaran kalau waktu itu gaji PNS benar-benar tidak layak, dari situ saya berkeyakinan untuk tidak mau jadi PNS, saya tidak mau nantinya harus kontrak rumah sana sini, karena tidak mampu beli rumah dengan gaji PNS yang seadanya itu.



Dan memang juga kebetulan saya lulus dari Undip tahun 2003 saat itu pemerintah sedang menerapkan “zero growth” atau penerimaan PNS hanya sebatas menggantikan pegawai yang pensiun, dan tidak ada pengumuman penerimaan PNS secara besar-besaran seperti sekarang ini, mungkin juga waktu itu yang diterima hanya yang mau memberi “kontribusi”. Sehingga saya memutuskan untuk tidak melamar sebagi PNS.



Lalu saya memilih berkerja di swasta, berturut-turut adalah : KAP, perusahaan tepung, perusahaan garment di Semarang. Tahun 2006 mulai ada pembukaan PNS secara besar-besaran waktu itu saya juga tidak tertarik karena kalau ndak salah ingat, waktu itu gaji PNS Pemda untuk 3A (sarjana) adalah Rp 900.000 jauh dibawah gaji saya di swasta.


Waktu terus berjalan istri saya juga bekerja diswasta, tapi karena jam kerja yang padat, dan sering lembur, sabtu juga masuk sehingga anak pertama kami lebih sering dengan pembantu daripada dengan ibunya. Dari situlah saya menyarankan istri saya untuk ikut tes PNS dengan pertimbangan : Jam kerja lebih pendek, sabtu masuk, adanya jaminan kesehatan dari askes, adanya pensiun, dan tentunya status pekerjaan juga lebih bergengsi. Pada mulanya pertimbagannya seperti itu, dan waktu itu juga kami telah siap kalau terjadi penurunkan penghasilan karena pengahasilan lebih rendah daripada diswasta.


Setelah mencoba sebanyak 5 kali mulai tahun 2006 akhirnya istri saya diterima sebagai CPNS Penata laporan keuangan di kementrian agama kabupaten Semarang dan Verifikator keuagan di pemkot Salatiga pada penerimaan PNS tahun 2010. Dan telah diangkat sebagai PNS full pada April 2012 dan setelah diangkat sebagai PNS full ternyata gajinya jauh dari bayangan saya waktu itu, sekarang untuk PNS 3A tanpa remunerasi gajinya sudah diatas 3 juta lumayan tinggi untuk pegawai entry level dan juga sangat jauh dibandingkan jaman orang tua saya dulu dan jauh juga dibandingkan tahun 2006 dulu, ternyata sekarang gaji PNS naik setiap tahun tidak seperti jaman orang tua saya dulu.


Saya ingin membagi sedikit cara-cara agar bisa jadi CPNS sehingga menjadikannya bukan tidak mungkin dengan cara yang halal tanpa harus memberikan “kontribusi” ke pihak pihak tertentu, mungkin yang paling tepat untuk menulis ini seharusnya istri saya, karena saya pernah dua kali ikut tes CPNS dan gagal (pertama tahun 2004 CPSN BPK sampai tahap akhir wawancara, dan yang kedua tahun 2010 di pemprov Jateng karena ingin ikut mendampingi istri agar serius dalam tes CPNS) tapi sedikit banyak saya tahu strategi istri saya dan ingin membaginya dengan rekan rekan :


1. Persiapan Sebelum Tes Harus Matang


Sebagian besar kandidat mungkin 90% termasuk saya sendiri adalah kandidat yang hanya mencoba peruntungan tanpa melakukan persiapan secara matang, persiapan tersebut dalam bentuk :


- Carilah bahan-bahan soal dari teman-teman kita yang sudah pernah lolos CPNS tahun tahun sebelumnya, sebelum tes CPNS tahun 2010 istri saya meminta soal-soal pada 3 temannya yang sudah lolos CPNS


- Carilah Buku latihan soal-soal CPNS yang paling mirip dengan tahun lalu, agar lebih fokus tanyakanlah judul buku yang dibaca oleh teman kita yang lolos CPNS tahun-tahun lalu


- Dari soal-soal dan Buku latihan tersebut latihlah minimal sehari 2 jam selama 2 bulan sebelum tes (dulu kami latihan mulai jam 21.00 s/d jam 23.00)


- Ajaklah istri atau suami untuk menemani mengerjakan tes, jadi kita sama – sama belajar, membuat kita tetap semangat jika ada temannya, maklum karena seharian kita sudah capek bekerja sehingga agar lebih semangat dibutuhkan teman untuk belajar


- Dari soal-soal dan buku latihan yang disarankan temannya tersebut, kemiripan dengan soal waktu tes CPNS 2010 adalah 90% sehingga istri saya bisa dengan lancar dan cepat dalam mengerjakan soal tes CPNS tersebut.



2. Jangan Pernah Menyerah


Mungkin diperlukan tidak cukup sekali atau dua kali untuk bisa lolos tes CPNS, untuk kasus istri saya, dia berhasil setelah ikut tes sebanyak 5 kali, semakin sering kita ikut tes akan semakin mengenali karakter soal sehingga kita bisa mencari referensi soal – soal yang paling mendekati tes aslinya.



3. Berdoa dan Minta doa Orang tua


Selain wajib berusaha kita juga harus secara ikhlash berdoa setiap habis sholat, dan sebaiknya setiap hari kita sholat hajat dan berdoa setelah sholat hajat tersebut. Dan yang terakhir kita minta doa orang tua kita, mungkin sebagian dari kita pasti berfikir kita telah dewasa sehingga tidak perlu lagi meminta doa orang tua kita, tapi dihadapan Allah doa orang tua kita adalah doa yang paling makbul.



Demikian saran dari kami, dengar-dengar akhir tahun 2012 moratorium penerimaan CPNS akan berakhir sehingga terdapat lowongan PNS baru sebanyak 65.000, untuk itu selamat berjuang untuk kehidupan yang lebih baik.



Salam


EDM-Ungaran

Emil Dwi

/emildwi

Tidak cocok berdasi lebih cocok berkerah biru
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?