Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora highlight

Bolang, Hutan Malabar dan ICD 2017

19 Mei 2017   11:20 Diperbarui: 19 Mei 2017   11:41 210 18 21
Bolang, Hutan Malabar dan ICD 2017
Foto.dokumen Bolang

Perhelatan Indonesia Community Day (ICD) yang digelar di Pasar Ngasem Yogjakarta, Sabtu 13 Mei 2017 sudah berakhir. Namun gaungnya masih bergema di hati. Khususnya bagi kami, anggota Bolang [Blogger Kompasiana Malang]. Betapa tidak, ajang para Blogger yang bertema Inspiraksi itu telah menyisakan jejak indah bagi kami, komunitas penulis asal Kota Malang. Jejak tersebut berupa terpilihnya Bolang sebagai Best Kompasiana Community 2017.

Bolang sendiri setengah tidak percaya menerima apresiasi yang membanggakan ini. Senang bercampur haru. Mengingat Bolang adalah komunitas kecil, dari kota kecil yang usianya masih muda, baru menginjak 2 tahun.

Namun demikian kami tidak lantas tenggelam dalam euforia berkepanjangan. Dengan memboyong piala dan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 5000.000,00 sebagai bentuk penghargaan, kami seolah diingatkan untuk tetap mempertahankan eksistensi kami sebagai komunitas yang memiliki motto Bolang Berbagi & Bolang Dolan Tapi Ora Dolanan.

Bapak Yunus Muhammad Nasuha. Foto dokpri Bolang
Bapak Yunus Muhammad Nasuha. Foto dokpri Bolang
Di Malabar Bolang Beraksi

Sejenak menoleh ke belakang, menjelang ICD, Bolang yang telah memiliki agenda rutin setiap bulan, sepakat bertemu dan membicarakan persiapan mengenai hal-hal apa saja yang akan kami usung di ICD 2017 nanti. Masing-masing anggota secara suka rela mengajukan diri siap untuk membantu secara totalitas. Sebagai contoh, Rara Muhammad, anggota Bolang termuda yang berstatus Mahasiswi menawarkan pembuatan video Bolang agar bisa ditampilkan saat Bolang manggung di pentas ICD nanti. Video ini selain menampilkan profil anggota Bolang juga menyuguhkan slide kegiatan Bolang selama 2 tahun ini. Tawaran tersebut tentu saja kami terima dengan suka cita dan gembira ria. Pembicaraan pun berlanjut untuk menentukan keputusan di mana sebaiknya pengambilan gambar video profil dilakukan. Mengingat banyak tempat-tempat indah tersebar di kota Malang, perundingan memakan waktu agak lama. Namun akhirnya pilihan jatuh pada Hutan Kota Malabar.

Kami memilih Hutan Kota Malabar bukan tanpa sebab, selain letaknya cukup strategis, Hutan buatan ini udaranya sangat sejuk. Kami tahu, pengambilan gambar tentu memakan waktu yang tidak sebentar dan melelahkan. Berada di tempat sejuk dan nyaman tentulah sangat kami butuhkan agar proses shooting tetap berjalan menyenangkan.

Hutan ini merupakan kawasan terbuka untuk umum. Letaknya di Jl. Malabar, Oro-oro Dowo, Klojen Malang. Pernah direvitalisasi oleh Pemkot Kota pada tahun 2015 dan diresmikan secara terbuka oleh Walikota Malang, HM Anton pada tahun 2016.

Masuk ke area Malabar Anda tidak akan dipungut biaya sepeser pun, kecuali ongkos parkir kedaraan.

Bolang menuju Malabar sekitar pukul 13.00 WIB. Siang yang gerah berubah menjadi sejuk begitu kaki kami melangkah memasuki area wahana buatan tersebut. Sembari menikmati keasrian yang disuguhkan, Bolang pun jeprat-jepret sana-sini berfoto ria.

Kami berjalan beriringan mencari setting area yang tepat untuk pengambilan gambar. Sutradara muda kami, Rara Muhammad tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatunya sembari memberi pengarahan apa-apa yang harus kami lakukan saat take gambar nanti.

Action!

Selayak aktor dan artis kawakan, Bolangpun beraksi.

Pengambilan gambar memakan waktu sekitar 2 jam. Pukul 15.00 kami Ishoma dan bersiap-siap untuk pulang.

Foto dokumen pribadi Bolang
Foto dokumen pribadi Bolang
Senyum Rara Muhammad...dokpri Bolang
Senyum Rara Muhammad...dokpri Bolang

Foto dokumen probadi Bolang
Foto dokumen probadi Bolang
Menuju ICD dengan Perjalanan Terbagi

Anggota Bolang terdiri dari orang-orang yang memiliki bermacam profesi. Bapak Yunus Muhammad Nasuha, beliau adalah seorang dosen yang mengajar di Universitas Islam Negeri Malang (UIN), Desol Desy seorang karyawan, Eren Hnt seorang wirausaha, Selamet Hariadi dan Mbak Ukik pengajar, Hery Supri seorang wiraswasta, Pak Rahman seorang petani dan penulis sendiri adalah perias sekaligus guru bimbel. Melihat keberagaman profesi secara umum pasti sulit dibayangkan bagaimana anggota Bolang rutin bertemu. Tapi pada kenyataannya, Bolang bisa!

Bolang hanya komunitas kecil yang memulai segala sesuatunya dari hal-hal terkecil. Hal-hal yang biasa kami coba untuk angkat kepermukaan menjadi sesuatu yang luar biasa dan bermanfaat. Kami melakukan kegiatan komunitas secara suka rela, mengalir begitu saja, tanpa paksaan. Barangkali itulah yang menyebabkan Bolang mampu solid dan kompak hingga selang waktu berjalan 2 tahun ini.

Menuju ICD 2017 di Pasar Ngasem, Yogjakarta, konsep dan rencana Bolang sudah matang sesuai dengan kesepakatan. Ada icip-icip kopi, ide dari Bapak Yunus. Bolangpun dengan suka cita melenggang berangkat menuju Yogja meski harus terbagi menjadi beberapa sesion pemberangkatan, menyesuaikan dengan jadwal luang masing-masing anggota. Meski terpisah kereta, kami tetap kompak, saling menghubungi, saling mensuport dan akhirnya bertemu kembali di ICD Yogja dalam suasana gembira ria.

Senja di Sekitar Malioboro

Penulis berangkat ke Yogja pada kloter pertama. Jumat, 12 Mei 2017. Karena penulis mesti langsung balik ke Malang begitu acara ICD bubar. Sedang anggota Bolang yang lain masih berencana menginap semalam lagi menikmati keindahan Kota Gudeg tersebut.

Penulis berangkat pagi sekitar pukul 08.00 dengan kereta api Malioboro. Berangkat berdua bersama sang jagoan, perjalanan serasa sagat menyenangkan. Sampai di Setasiun Tugu sekitar pukul 16.00 WIB. Hari masih terang. Masih ada waktu untuk menikmati keindahan Yogja di sepanjang Malioboro, Vredenburg sampai Keraton.

Foto dokpri
Foto dokpri
Di bangku taman tak bertuan, kusinggahkan lelahku, kuukir kenangan

Pada redup lampu temaram, sepanjang pikir kulabuhkan

Yogja, aku datang! Bisik itu kusematkan di bentang biru cakrawalamu

Sesaat Malioboro menyambut dengan hiruk pikuk pemusik jalanan

menyeruakkan bait rindu di antara butiran senja meluruh

Ambil daku! Serumu

Tentu, tak akan kubiarkan senyummu menjadi milik lalu lalang itu

Senyum Vredeburg, bermata biru

Ini, satu lagi! Ujarmu

Oh, pasti! Kupeluk senjamu di pelataran keraton kebanggaan

Kubisikkan kata, Tuan, aku---pasti kembali menujumu

foto dokpri
foto dokpri

foto dokpri
foto dokpri

***

Video Bolang bisa dilihat di sini : https://drive.google.com/file/d/oB4PrK7rVfXLZMIPUc21TbGg3NEU/view?usp=drivesdk

Malang, 19 Mei 2017

Lilik Fatimah Azzahra