Stephen Perdana
Stephen Perdana SEO and Digital Marketing Specialist

Selanjutnya

Tutup

5 Resep Hidup Mewah Tanpa Menguras Isi Dompet

13 Agustus 2017   21:44 Diperbarui: 13 Agustus 2017   21:56 72 0 0

Mau makan enak di restoran mewah? Mau coba Spa dan Massage kayak artis-artis terkenal? Bicara soal kemauan, kita semua pasti mau. Tapi waktu lihat isi dompet.... Well, kapan-kapan deh ya, mungkin abis gajian bulan depan.

Sebenarnya untuk hidup mewah, kita nggak perlu mengeluarkan uang banyak, asalkan kita tahu caranya. Nah, disini kita ada beberapa tips nih yang kalau dijalankan dengan baik bakal membantu kamu menikmati gaya hidup mewah tanpa harus menguras isi dompet kamu. Mau Makan enak? Oke. Ingin ke Tempat Spa? Boleh. Mau coba Salon dan Makeup? Gampang. Terus, isi Dompet? Masih penuh dong!

1. Membagi Anggaran

Menabung sebagian penghasilan adalah hal yang semua orang tahu. Tapi kenapa banyak orang yang malas menabung walaupun mereka tahu kalau hal itu sangat penting? Ini karena mereka hanya mempunyai 2 macam anggaran, yaitu anggaran masa depan (tabungan) dan anggaran masa kini. Hal ini membuat orang membuat pengeluaran yang tidak terkendali dari anggaran masa kini mereka karena tergoda oleh hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Akibatnya, untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan, mereka mengurangi jumlah anggaran masa depan yang seharusnya disisihkan.

Untuk mencegah hal ini terjadi, anda bisa membagi anggaran anda menjadi 3 bagian, yaitu anggaran masa depan (tabungan), anggaran masa kini untuk keperluan sehari-hari, dan anggaran untuk gaya hidup mewah. Dengan menambah pembagian, kita bisa lebih sadar diri dengan pengeluaran kita. Sebagai contoh, jika kita menyisihkan 500 ribu rupiah untuk pengeluaran gaya hidup bulan ini, saat kita ingin mengambil uang tersebut dan melihat bahwa uang tersebut sudah habis, maka kita akan sadar bahwa bulan ini kita telah melakukan pengeluaran tidak terkontrol sebanyak 500 ribu rupiah, sehingga bulan depan kita bisa lebih berhati-hati dalam pengeluaran.

Tentu saja ini tergantung dari mentalitas dan tekad kita sendiri. apabila saat melihat uang yang habis yang terlintas di benak kita adalah lain kali harus berhemat, maka tujuan kita sudah tercapai, yaitu melatih mental berhemat. Sebaliknya, jika yang terlintas di benak kita adalah mengambil uang dari pengeluaran sehari-hari karena masih banyak, maka kita harus berusaha mengubah hal ini karena akan berakibat negatif bagi masa depan. 


2. Manfaatkan Promo Khusus

Sekarang ini banyak Restoran dan Tempat Perawatan yang menawarkan berbagai macam promo dan diskon khusus. Promo ini biasanya berlaku untuk transaksi non-tunai, seperti kartu kredit, kartu Flazz, voucher, dll. Seperti investasi, kita harus berani mengeluarkan sejumlah uang terlebih dahulu untuk pendaftaran sehingga kita bisa mendapatkan manfaat jangka panjang. Layaknya investasi, kita juga harus melihat dan melakukan penelitian terlebih dahulu, kartu kredit apa yang mempunyai lebih banyak promo, dan apakah promo tersebut berguna bagi kita.

Dengan menggunakan promo-promo tersebut, maka kita bisa menekan pengeluaran kita serendah mungkin. Biaya yang kita gunakan untuk pendaftaran kartu kredit dan biaya tahunan jauh lebih rendah dari diskon yang bisa kita dapatkan. Sebagai contoh, apabila ada promo 20% diskon di sebuah restoran, kemudian kita membeli makanan dengan total biaya 500 ribu rupiah, kita akan mendapatkan diskon sebesar 100 ribu rupiah. 

Selama kita pandai memilih kartu dan voucher yang kita gunakan untuk promo, kita bisa menikmati pelayanan mewah dengan harga yang relatif murah.


3. Gunakan Aplikasi-Aplikasi Diskon dan Cashback

Saat ini aplikasi-aplikasi promo dan diskon sedang Booming di Indonesia. Mereka bekerjasama dengan berbagai bisnis di Indonesia untuk mempromosikan mereka, sebagai gantinya, mereka akan memberikan diskon dan potongan harga apabila pembeli datang menggunakan diskon yang sudah disepakati.

Untuk bisa mendapatkan gaya hidup mewah dengan finansial yang terbatas, aplikasi-aplikasi ini sangat vital untuk anda. Aplikasi Promo dan Diskon yang terkenal seperti DisTime ( Aplikasi Promosi, Diskon, dan Reservasi) dan Dealoka (Aplikasi Voucher Diskon dan Potongan Harga) bisa memberi diskon dan potongan harga hingga 80%! Bayangkan, Service Spa seharga 600 ribu rupiah bisa kamu nikmati hanya dengan mengeluarkan uang sebesar 120 ribu rupiah. 

Inilah kegunaan Aplikasi Promo dan alasan mengapa mereka begitu populer di Indonesia.


4. Pakailah Kendaraan Sendiri Untuk Transportasi

Saat ini transportasi sewaan seperti Go-Jek dan Grab Bike sedang populer di Indonesia. Harga yang mereka tawarkan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan transportasi umum seperti Bus Trans Jakarta dan cara pemakaian mereka lebih mudah, cukup dengan memesan maka transport akan segera menuju ke tempat kamu.

Akan tetapi apabila kamu benar-benar ingin menghemat pengeluaran sehingga bisa menambah jatah uang untuk gaya hidup mewah, maka disarankan untuk tidak menggunakan transportasi sewaan. Terus kesana pakai apa? Tentu pakai transportasi kita sendiri. Memiliki transportasi sendiri seperti sepeda motor atau mobil sangat berguna bukan hanya untuk hidup mewah, tapi juga untuk kehidupan sehari-hari.

Bayangkan, apabila kita mempunyai urusan penting kemudian aplikasi mengalami gangguan dan kita tidak mempunyai transport sendiri (Pengalaman pribadi saya). Semua rencana yang sudah dipersiapkan akan menjadi kacau dan aktifitas menjadi terganggu. Selain lebih praktis dan bebas dari masalah teknis, ternyata menggunakan transportasi sendiri harganya lebih murah daripada menggunakan trasportasi sewaan. Selama transportasi sewaan tidak mengadakan diskon besar-besaran, maka menggunakan transportasi pribadi akan lebih efektif untuk menghemat biaya pengeluaran.


5. Biasakan Berbelanja Menggunakan Uang Tunai Jika Tidak Ada Promo

Mengapa uang tunai lebih baik? Alasannya sederhana. Orang yang berbelanja menggunakan uang tunai cenderung lebih hemat daripada berbelanja menggunakan kartu kredit atau alat pembayaran non-tunai lainnya. Pada saat kita melihat uang yang ada di dompet kita semakin sedikit, secara tidak sadar kita akan berusaha menghematnya. Apabila uang di dompet habis, maka walaun kita tergoda tapi kita tidak bisa membayar sehingga hal ini membatasi pengeluaran kita.

Lain halnya dengan pembayaran non-tunai. Karena kita tidak bisa melihat uang yang kita keluarkan, dan tidak ada batas dalam bertransaksi, maka tidak ada kesadaran yang muncul sehingga kita akan tetap melakukan pengeluaran hingga nanti pada saatnya harus membayar kartu kredit, kita jadi bingung sendiri karena biaya yang harus dikeluarkan terlalu banyak. Akibatnya kita terpaksa mengambil dari pengeluaran sehari-hari atau dari tabungan kita.