PILIHAN

Keahlian Khusus yang Jarang Terendus Dalam Kerja Nyata Terangi Negeri

20 Oktober 2016 06:19:33 Diperbarui: 20 Oktober 2016 17:29:09 Dibaca : Komentar : Nilai :
Keahlian Khusus yang Jarang Terendus Dalam Kerja Nyata Terangi Negeri
201610201724-58089845f49273941a123e26.jp

Salam Kerja.

Kerja kerja kerja.

Mari kerja nyata terangi negeri.

Para sahabat yang berbahagia saya sangat senang dapat membagikan pengetahuan, informasi dan pengalaman yang saya dapatkan sejak bergabung di PT PLN (Persero) melalui tulisan ini. Sampai saat ini sudah banyak hal yang saya dapatkan dari PLN. Di PLN saya belajar apa itu kerja nyata terangi negeri. Saya belajar tentang adat, budaya, lingkungan, dan aneka macam karakter pegawai. Kalau istilah gaulnya sisi nonteknis. Begitu juga sisi teknisnya saya dapatkan, pelajari, dan praktekkan. Semua hal tersebut saya bagikan di sini dengan topik pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Keahlian khusus ini saya dapatkan saat masih bertugas di PLTD. Tidak sembarang orang bisa menguasainya, tidak sembarang tempat bisa dipelajari dan tidak sembarang waktu bisa dilakukan. 

Menurut saya hal ini menarik bahkan sangat menarik sebab keahlian ini sederhana tapi berdampak besar. Saya belum menemukan rumus empiris tentang keahlian khusus ini. Mereka saling ketergantungan memiliki keterkaitan satu sama lain yang tidak bisa dipisahkan. Bagaikan hutan dengan binatang yang ada di dalamnya. Begitu juga keahlian ini, faktor apakah yang dominan apakah orang, tempat, waktu, metode atau yang lain? Yang jelas pekerjaan ini memerlukan keahlian khusus, yang sangat bermanfaat dalam upaya PT PLN (Persero) melakukan kerja nyata terangi negeri.

Saya akan ceritakan keahlian khusus ini mulai dari kesan pertama bergabung di PT PLN (Persero). Saya masuk perusahaan elit ini dengan mengikuti tes penerimaan pegawai untuk penempatan di seluruh wilayah Indonesia. Kalau para senior menyebutnya penerimaan pegawai pusat. Saat diklat prajabatan sudah terasa bahwa kerja di PLN itu harus cepat, tepat, dan akurat. Hebat deh pokoknya. Harus disiplin dalam segala hal karena bermain dengan makhluk yang tidak kelihatan (arus listrik). Salah raba bisa kena setrum, salah pegang bisa kebakar, salah pasang bisa meledak, salah ukur bisa merusak alat itu sendiri. Tugas kerja nyata terangi negeri pertama saya adalah di pembangkit. 

Sesuai dengan bidang ilmu saya  yaitu teknik mesin dan bidang yang saya lamar engineer pembangkit (EP). Setelah melapor ke unit induk keesokan harinya saya langsung ke PLTD. Karena sudah tidak sabar melakukan kerja nyata terangi negeri. Walau jauh dari kampung halaman, walau menempuh perjalanan jauh tapi saya tetap semangat. Penasaran PLTD apa? PLTD ini ada di Nusa Tenggara Barat tepatnya di ujung timur pulau Lombok. Masuk jenis PLTD besar dengan daya terpasang 27.972 kW. Unit pembangkit ini beroperasi sesuai Standar Operational Procedur (SOP), berdasarkan kondisi mesin dan sesuai kebutuhan listrik dari masyarakat. Kalau orang-orang teknik memberi istilah interkoneksi yang secara umum bisa diartikan tenaga listrik yang dihasilkan dari beberapa unit pembangkit seperti PLTD, PLTU, dan PLTMH digabungkan dalam frekuensi yang sama untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. 

Agar mesin pembangkit bisa kontinyu menerangi negeri yang mana mesin ini seperti manusia yang memerlukan pemeriksaan dan asupan zat gizi serta vitamin maka mesin ini harus memasuki tahap medical check up. Kayak istilah medis ya. Medical check up disini adalah pemeliharaan rutin berdasarkan jam kerja atau lamanya mesin itu beroperasi diantaranya ada pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, top overhaul, semi overhaul, dan mayor overhaul.

Semua jenis pemeliharaan tersebut diatas dilakukan rutin tiap hari, minggu, dan bulan. Yang berbeda adalah mayor overhaul, kenapa berbeda? Karena downtimenya lama berkisar 45 hari. Mayor overhaul adalah pembongkaran total. Dilakukan saat mesin sudah beroperasi selama 18.000 jam. Semua komponen mesin dibongkar untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Jangan sampai terjadi kerusakan fatal yang mengakibatkan mesin tidak bisa beroperasi dalam waktu lama yang dapat berakibat macetnya suplai listrik ke masyarakat. Pembongkaran ini dilakukan dengan hati-hati agar material tidak rusak. Dan tentu saja dilakukan oleh orang yang mengerti tentang dunia mesin. Mengapa demikian? Karena material yang dibongkar adalah material utama dari mesin yang sangat vital dan berat. 

Pembongkarannya tidak sembarangan, harus mengikuti prosedur yang berurutan. Ada tanda-tanda khusus dari komponen mesin yang tidak boleh tertukar. Setelah semua komponen terbongkar pemindahannya juga harus hati-hati. Materialnya sangat berat, berat cylinder head mesin saja 132 Kg kebayang gak beratnya? Beda banget dengan cylinder head sepeda motor atau mobil teman-teman kan? Kira-kira menurut anda cara memindahkannya seperti apa? Ayo, seperti apa ya? Disini perlu keahlian dan alat khusus. Memindahkan material yang berat harus dilakukan dengan alat bantu yang dinamakan crane. Crane ada banyak, untuk sebuah PLTD crane dengan daya angkat dan angkut 20 TON cukup.  

Pengoperasian crane tidak boleh sembarangan. Di PLN ada sertifikasi operator crane. Biasanya yang memiliki sertifikat ini para teknisi lapangan. Mereka memindahkan material mesin sesuai SOP dan standar keselamatan kerja yang berlaku. Pemindahan material dengan crane memang terlihat mudah, tapi kalau teman-teman belum terbiasa apalagi tidak memiliki SIM crane akan sulit sekali. Material yang kalian angkat dan angkut akan membentur material lain sana sini. Sebab perintah yang diberikan pada crane harus tepat, tidak boleh terlalu pelan atau terlalu cepat. Inilah salah satu kemampuan pegawai PLN dalam kerja nyata terangi negeri yaitu berkomunikasi dan menyamakan frekuensi dengan crane. Dari pembongkaran saja harus teliti, apalagi yang lain. Disinilah keahlian itu mulai ditunjukkan yaitu bukan sembarang orang bisa melakukannya. Setelah semua komponen terbongkar dan ditempatkan di area khusus overhaul, selanjutnya material tersebut dibersihkan sampai mengkilap.

Setelah pembersihan selesai, kerja nyata terangi negeri selanjutnya masuk ke tahap pengukuran parts atau komponen. Semua komponen diukur seperti bushing, valve, push rod, tappet, ring piston, piston, cylinder head, cylinder liner, connecting rod, cam shaft, crank shaft, dan lain sebagainya (ijin sharing istilah mesin gan). Cukup segitu aja ya, kalau disebutkan semua nanti satu lembar folio gak muat. Semua pengukuran parts ini memerlukan ketelitian dan keahlian. Yang memerlukan keahlian khusus adalah pengukuran ovality pin journal dari crank shaft. 

Proses pengukuran ini terbilang unik dan kadang diluar dugaan tapi kalau dilogikakan masuk. Proses ini harus dilakukan oleh orang yang berkompeten. Keahlian ini merupakan kombinasi pemahaman teori, praktek langsung dan pengalaman kerja dilapangan dengan alat yang terstandarisasi. Itulah mengapa pekerjaan ini memerlukan kemampuan khusus. Kelihatannya sederhana hanya pegang alat ukur lalu dipasang pada benda yang diukur kemudian baca hasil pengukuran. Tapi kenyataannya tidaklah demikian. Salah memutar gear alat ukur hasil pembacaan berbeda, bahkan bisa merusak alat ukur itu sendiri. Salah melakukan kalibrasi alat ukur hasil pengukuran juga berbeda. Berikut saya sharing tata cara pengukuran keovalan crank pin dengan menggunakan micrometer, caranya adalah :

  • Pastikan lingkungan kerja aman dan selalu memakai peralatan safety.
  • Bersihkan permukaan crank pin dari debu, oli dan kerak bekas oli.
  • Posisikan crank pin pada posisi TDC atau BDC dengan memutar turning gear.
  • Ambil micrometer sesuai dengan ukuran pin yang akan diukur, lalu bersihkan dengan kain bersih.
  • Lakukan kalibrasi micrometer dengan alat kalibrasi sesuaikan dengan ukuran crank pin yang akan diukur. Kalibrasi ini penting untuk memastikan alat ukur berada pada posisi nol (0).
  • Lakukan pengukuran crank pin dengan cara memegang micrometer boleh tangan kanan/kiri umumnya dipakai tangan kanan, jangan menutupi skala pada posisi pengukuran agar hasil pengukuran jelas terlihat. Kemudian tahan bingkai micrometer dengan telapak tangan, selanjutnya putar selubung pengukur dan juga gigi geser dengan telunjuk dan ibu jari.
  • Putar gigi geser sampai terdengar suara klik. Lalu kunci micrometer dengan key lock nya agar skalanya tidak berubah.
  • Baca skala utama apakah menunjukkan satuan atau tengah satuan.
  • Baca skala nonius yang tepat segaris dengan skala utama. Kemudian lakukan pembacaan hasil pengukuran.
  • Cara mengetahui hasil pengukuran yaitu dengan cara menjumlahkan skala nonius dengan skala utama, lalu jumlahkan kembali atau kurangi dengan ketelitian micrometer.
  • Lakukan pengukuran di 4 posisi masing-masing pada derajat 0°, 45°, 90° dan 135°.
  • Bila pengukuran sudah selasai, bersihkan kembali micrometer dan simpan pada kotaknya.
  • Bersihkan kembali bahan dan area kerja.                                                                                                                                                                

                                                                                                                                                        Gambar micrometer

Selanjutnya untuk mendapatkan ovality, hitung dan bandingkan data hasil pengukuran. Bandingkan juga dengan standar ukuran pada buku manual dari pabrikan. Untuk melakukannya kira-kira apakah teman-teman bisa? Ragu? Atau bingung? Itulah salah satu keahlian khusus yang jarang terendus dalam kerja nyata terangi negeri. Kalau dibaca cara pengukuran di atas pasti semua merasa dan berkata bisa. Tapi di lapangan tidaklah demikian.  Sebab “bisa” karena melihat dengan “bisa” karena membaca dan “bisa” karena mengerjakan adalah berbeda. Pekerjaan ini membutuhkan intelegensi dan skill.

Pekerjaan ini sangat penting karena menentukan keovalan crank pin yang mempengaruhi kinerja dan umur part dari mesin pembangkit. Bila salah dalam pengukuran, perhitungan data hasil pengukuran akan salah. Maka ovality dari crank pin menjadi salah. Pada saat assembly tidak didapatkan clearance bearing yang sesuai petunjuk buku manual mesin. Putaran shaft tidak lembut yang mempengaruhi defleksi shaft tersebut. 

Saat mesin beroperasi oil film diluar nilai ketentuan dari pabrikan mesin. Sehingga menyebabkan kerusakan bearing dan crank pin itu sendiri. Bisa dibayangkan bukannya kondisi mesin menjadi baik dan beroperasi optimal tetapi sebaliknya yaitu kerusakan fatal yang menyebabkan downtime lama. Biaya perbaikan bertambah yang ujung-ujungnya kerugian bagi PLN dan masyarakat.

Bukan sembarang orang bisa menguasainya, yaitu tidak semua orang bisa melakukannya dengan benar dan mendapatkan hasil akurat. Latihan dan pendidikan sangat membantu dalam menguasai keahlian khusus ini dalam kerja nyata terangi negeri. Keahlian khusus ini adalah cerminan dari tingkat intelegensi, konsentrasi, bakat, pengetahuan, pengalaman kerja dan kondisi psikologis. Kondisi emosionalnya harus seimbang. Kalau emosinya lagi tinggi mungkin ada masalah pribadi, keluarga atau kantor maka pekerjaan pengukuran yang dilakukan biasanya terburu-buru. Sehingga beberapa langkah pengukuran akan terlewatkan. 

Pada saat pengukuran gigi geser alat ukur akan diputar dengan tergesa-gesa bahkan diputar kencang sehingga hasil pengukuran tidak akurat. Sebaliknya saat emosinya rendah, kurang semangat dalam pengukuran maka konsentrasinya tidak bagus, sudut ukur bisa salah, dampaknya juga sama yaitu hasil pengukuran tidak akurat. Pengukuran tidak dilakukan di sembarang tempat. Pengukuran ini dilakukan di mesin itu sendiri.Crank shaft dalam kondisi terpasang pada dudukannya di engine frame. Bisa dibayangkan salah posisi duduk atau berdiri dalam pengukuran, salah memegang alat, miring memasang alat, salah derajat putar bidang crank pin yang akan diukur menyebabkan hasil pengukuran yang didapatkan salah.

Kemudian tidak sembarang waktu bisa dilakukan. Ini hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu! Ingat kita membahas keahlian dalam pengukuran ovality ya, bukan hal-hal mistis yang mencari waktu tertentu seperti malam jumat kliwon, malam satu suro atau yang lainnya. Pengukuran ini hanya dilakukan pada saat mayor overhaul atau saat terjadi gangguan crank pin. Waktu khusus disini maksudnya pengukuran dilakukan saat si pengukur merasa nyaman. Bisa pagi siang atau sore yang jelas saat jam kerja. Bukan hari libur atau bukan pula malam hari. Sebab kalau malam waktunya istirahat. Kenyamanan dalam melakukan pekerjaan ini sangat penting. Bila melakukannya pada saat lapar, pengukuran yang dilakukan tidak sebaik saat perut terisi. Bila melakukannya saat perut kepenuhan selepas makan siang bisa-bisa mengantuk, angka 7 bisa dilihat angka 1 bahkan garis skala nonius tidak terbaca. Maka tidak tepat lagi hasil pengukurannya. Jadi pengukuran ini dilakukan pada saat si pengukur dalam kondisi psikis dan fisik yang fit dan nyaman. Kalau diluar sana disebut enjoy. Enjoy dalam kerja nyata terangi negeri!

24102011046-580898b954977361212830b9.jpg
24102011046-580898b954977361212830b9.jpg

                                                                                                                                              Gambar crank pin journal

Setelah proses pengukuran selesai didapatlah angka yang akan berbicara menentukan proses selanjutnya. Seperti threatment apa yang akan dilakukan pada crank pin tersebut, apakah perlu polishing atau tidak, perlu cek hardness atau tidak. Kemudian menentukan parts yang diganti diluar paket part mayor overhaul. Serta sebagai bank data dari historis mesin pembangkit. Bila semua itu sudah selesai selanjutnya dilakukan pemasangan kembali, penyetelan ulang, dan kalibrasi untuk memastikan kondisi mesin pembangkit ready to start. Siap beroperasi memproduksi listrik menerangi nusantara. Mempermudah aktifitas masyarakat, menggairahkan perekonomian, yang pada akhirnya memajukan bangsa Indonesia. Oleh PT PLN (Persero) diistilahkan dengan Kerja Nyata Terangi Negeri.

Singkatnya, menurut saya keahlian khusus penentuan ovality crank pin dalam kerja nyata terangi negeri adalah kombinasi dari hard dan soft skill yang tidak terlihat tapi berdampak besar. Diantaranya adalah kemampuan teknis dalam bidang pembangkit yaitu paham dunia teknik, pengukuran dan mesin karena didalamnya ada standar-standar teknis seperti ISO, JIS, SNI dan standar keselamatan kerja. Kemampuan memanfaatkan sumber daya melalui kerjasama, mengorganisasi teman, bahan dan alat kerja. Manajemen stres karena bekerja di tempat panas, bising, berdebu dan berteman dengan bau khas pelumas dan bahan bakar. Kemudian kemampuan mengkonsep teknis pengukuran yang disertai pengambilan keputusan. Dan yang terakhir kemampuan mengatur waktu karena target penyelesaian pekerjaan tersebut

Demikianlah keahlian khusus yang jarang terendus dalam kerja nyata terangi negeri pada bidang pembangkitan di PT PLN (Persero). Keahlian yang tidak akan hilang, walaupun  ada hambatan dan tekanan dalam bekerja serta tuntutan dari luar. Kemampuan, kemauan, semangat, dan tekad kerja nyata terangi negeri akan tetap berkobar. Selamat Hari Listrik Nasional ke 71. Jayalah PLN Jayalah Indonesia.

201610201722-58089c25519773905816a53d.jp
201610201722-58089c25519773905816a53d.jp

                                                                                                                                                    I Komang Eka Wimerta

                                                                                                                                                    Twitter @ekawimerta

                                                                                                                                                    Facebook @wimerta

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article