Membangun Sinergi, Mengukir Prestasi

30 Maret 2012 01:32:19 Dibaca :

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), merupakan suatu organisasi mahasiswa (ormawa), yang berada di lingkungan kampus. Kehadiran UKM sangat penting bagi mahasiswa dan suatu perguruan tinggi. Sebab UKM menjadi wadah pembelajaran, pengasahan kreativitas dan penge- tahuan bagi mahasiswa.

Di Universitas Gadjah Mada (UGM) misalnya, setidaknya ada 46 UKM. Setiap UKM terbagi atas empat bidang besar. Yaitu bidang kerohanian, bidang seni, bidang olahraga, dan bidang khusus. Bidang kerohanian seperti Jamaah Salahuddin, bidang seni seperti Paduan Suara Mahasiswa. Sedangkan bidang olah raga, seperti Kala Hitam. Dan bidang khusus, seperti Kope-rasi Mahasiswa.

Setiap UKM tentu memiliki karakter masing-masing, walaupun berada pada gugusan bidang yang sama. Dan hampir semua UKM memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Tidak hanya prestasi akademik, tetapi juga prestasi non-akademik. Sehingga boleh dibilang, besar tidaknya suatu perguruan tinggi, dapat dilihat dari geliat aktivitas UKM di dalamnya.

Namun sekarang, terlihat terjadi persaingan antar-UKM, terutama UKM-UKM di bidang yang sama. Akibatnya, primordialisme UKM melanda aktivis-aktivis kampus. Kehidupan aktivis di Gelanggang Mahasiswa, atau Student Centre, terlihat terkotak-kotak dan tampak memiliki ekslusivitas masing-masing.

Ironinya, para aktivis justru lupa bahwa mereka merupakan mahasiswa, yang duduk dan belajar di almamater yang sama. Bahkan ada celetukan menarik di UGM, UKM merupakan program studi, atau fakultas sesungguhnya bagi aktivis kampus. Karena selain sifat primordial, tidak sedikit aktivis yang lena di dalam dunia organisasi, sehingga lupa menunaikan kewajiban akademiknya sebagai seorang mahasiswa.

Hal demikianlah yang coba diperbaiki kembali oleh Direktorat Kemahasiswaan (Ditma-wa) UGM. Melihat kondisi yang tidak normal seperti di atas, Ditmawa sebagai "bapak" bagi seluruh UKM di kampus. Melaksanakan pelbagai kegiatan dan terobosan, yang merangkul seluruh UKM. Dengan tujuan tiap anggota UKM, minimal mengenal satu sama lain sebagai se-sama aktivis. Sekaligus mengingatkan mereka, sebagai mahasiswa yang masih beada di dalam satu almamater yang sama.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Ditmawa UGM, yaitu pelantikan pengurus dan pelatihan bersama, antar lembaga kemahasiswaan pada hari Kamis (26/1). Pelatihan tersebut berisi tentang kehumasan dan keprotokolan, SOP pengajuan izin kegiatan, dan bantuan dana. Juga penanaman nilai-nilai ke-UGM-an.

Kegiatan yang bertema "Membangun Sinergi, Mengukir Prestasi" tersebut. Dilanjutkan dengan outbond bersama antar UKM di lokawisata Kaliurang, pada hari Sabtu (28/1). Dan seperti yang disampaikan Dirmawa UGM, Drs. Haryanto, M.Si, output yang diharapkan dari kegiatan tersebut. Yaitu aktivis kampus memiliki hubungan komunikasi yang baik satu sama lain. Serta semakin sadar bahwa aktivitas, dan prestasi yang diraih, merupakan persembahan bagi alamamater, UGM.

Penulis rasa apa yang dilakukan oleh Ditmawa, sangat rasional dan cukup efektif. Sehingga kiranya, kegiatan-kegiatan di atas dapat di lakukan pula, oleh kampus-kampus lain di Yogyakarta. Yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kampus masing-masing. Karena penulis yakin, tidak sedikit kampus di Yogyakarta, memiliki masalah yang hampir sama, seperti UGM di atas.

Ekamara Ananami Putra

/ekamara

Mahasiswa JPP Fisipol UGM/Sekjend BEM KM UGM 2014
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?