Eka D. Nuranggraini
www.kompasiana.com/ekadnuranggraini

membaca hidup
Kompasianer sejak:
28 May 2011
Tulisan : 14 artikel
Komentar : 5 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadikan Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Cerpen

Poster Bergambar Mata

POSTER BERGAMBAR MATA Sore hari, awan hitam nampak menutupi kota kecil itu, tidak berapa lama hujan pun turun. Orang-orang nampak berlarian mencari tempat untuk berteduh, tidak ...

REP | 17 January 2013 09:07

164   0   dibaca 1 menarik

Puisi

Biarkan Saja

orang-orang tertawa entah apa yang ditertawakan aku tidak tahu biarkan saja bumi ini masih bebas (katanya) angin pun masih bertiup dedaunan pun masih berwarna hijau (kelihatannya) orang-orang berbicara entah apa yang dibicarakan aku tidak ...

FIKSI | 24 December 2012 08:38

70   0   dibaca Nihil

Puisi

engkau dan mereka

wahai para raja di dalam istana yang wah dan bapak-bapak berdasi di dalam mobil mewah di depan gedung-gedung yang megah lihatlah saudara-saudaramu yang ada di sekitarmu mereka adalah manusia ...

FIKSI | 16 December 2012 16:02

72   0   dibaca 1 menarik

Puisi

Aku Bertanya

di mana bukit itu? bukit yang dulu hijau bukit yang dulu indah di mana sawah yang luas itu? sawah yang membuat para petani bernyanyi riang sawah yang mengalunkan nyanyian damai di ...

FIKSI | 20 July 2012 12:34

75   0   dibaca Nihil

Puisi

Kami dan Langit Malam

wahai gelapnya langit malam yang tiada berbulan dan berbintang kami berteriak dan bertanya padamu ada apa dengan dunia kami ini? begitu kotorkah? begitu sakitkah? wahai langit malam jawablah kami di mana letak kebenaran ...

FIKSI | 18 July 2012 14:05

41   0   dibaca Nihil

Puisi

Republik Lucu

republik ini adalah republik yang lucu setiap hari ada saja bahan untuk melucu dari yang punya kedudukan tinggi sampai yang tidak punya kedudukan apa pun semuanya pandai melucu walau kadang ...

FIKSI | 17 July 2012 09:36

166   0   dibaca Nihil

Cerpen

Abdi

Setelah menyelesaikan tugasnya, membersihkan beberapa tempat di taman kota, Abdi nampak duduk pada sebuah kursi panjang di bawah sebuah pohon besar, sesekali dia menyeka keringat ...

FIKSI | 20 June 2012 09:41

107   0   dibaca Nihil

Puisi

Tenggelam Dalam Rindu

seorang hamba menangis di tepi kerinduan yang semakin dalam tenggelam hanya bisa terdiam membisu tak terdengar lagi suara jeritan hanya kata-kata lirih yang tertinggal menembus relung hati mengalun lembut bersama nadi yang terus berdenyut mengalirkan ...

FIKSI | 19 June 2012 13:12

70   0   dibaca Nihil

Cerpen

Lapangan Bola, Kebun, dan Sawah Desa

Anak laki-laki itu berjalan ke pinggir lapangan sambil membuka kaosnya yang basah oleh keringat, kemudian duduk di atas rumput sambil mengelap badannnya dengan kaosnya tersebut. ...

FIKSI | 15 June 2012 10:11

45   0   dibaca 1 menarik

Cerpen

Nenek Dara

Aku mulai terbiasa dengan kota kecil ini. Sebagai seorang guru, aku harus mau ditempatkan di mana saja dan kapan saja. Untung saja, sekolah di mana ...

FIKSI | 13 June 2012 13:16

198   4   dibaca 1 inspiratif

Subscribe and Follow Kompasiana: