HIGHLIGHT

Memaknai Seni, Kreativitas dan Estetika

30 Oktober 2010 08:24:00 Dibaca :

Seringkali kita dengar orang-orang berbicara tentang seni, hingga kata yang satu ini tak asing lagi bagi kita. Terlepas dari tahu atau tidak makna dari kata seni ini, kita pun sering menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Pernah suatu hari penulis membaca sebuah novel, di novel itu tertulis seperti ini, "...Bang Zaetun baru saja mengajariku sebuah pelajaran yang amat berharga, yakni pelajaran seni menikmati seni". Hemmmmm, ternyata untuk menikmati seni pun ada seninya. Itu yang dapat penulis tangkap dari kalimat tersebut.

Masih berdasarkan petikan novel di atas, tepatnya pada kata "seni menikmati seni", ternyata dalam pemakaiannya pun kata seni seringkali dipasangan dengan kata lain. Contoh seperti seni suara, seni musik, seni tari, seni lukis dan masih banyak lagi seni-seni lainnya. Nah, sebenarnya apa sih makna seni itu sendiri??. Baiklah. yuk kita cermati hasil pencarian Mbah Google berikut ini...

"Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai,..."

Dari uraian di atas dapat kita bahwa seni yang pada mulanya proses dari manusia, dalam artian merupakan runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu oleh manusia. Sehingga seni sering disamakan dengan ilmu. Ilmu itu sangat kompleks, maka seni pun memiliki makna yang kompleks pula.

Pengertian lain dari seni dapat kita temukan di KBBI, di sana disebutkan bahwa seni adalah kecakapan membuat (menciptakan) sesuatu yang elok-elok atau indah. Dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang dibuat (diciptakan) dengan kecakapan yang luar biasa. Oleh karenanya seni sangat erat kaitannya dengan kreativitas dan estetika. Sebab kreativitas itu sendiri menurut KBBI adalah kemampuan mencipta atau daya cipta. Sedangkan estetika adalah segala sesuatu dan kajian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan seni (Kattsoff, Element of Philosophy).

Kreativitas seringkali didefinisikan secara berbeda-beda. Karena keberagaman definisi itulah sehingga pengertian kreativitas tergantung pada bagaimana orang mendefinisikannya (creativity is a matter of definition). Tidak ada satu definisi pun yang dianggap tepat untuk mewakili pemahaman yang beragam tentang kreativitas. Hal ini karena kreativitas merupakan ranah psikologis yang kompleks dan multidimensional, yang mengandung berbagai tafsiran yang beragam. Selain itu definisi-definisi kreativitas yang ada seringkali memberikan tekanan yang berbeda-beda, tergantung dasar teori yang  menjadi acuan pembuat definisi tersebut.

Kreativitas lebih cenderung pada proses mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, mengekpresikan serta mengaktifkan semua kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang sifatnya baru. Kreativitas tidak hanya sekedar keberuntungan tetapi merupakan kerja keras yang disadari. Sehingga bagi orang yang kreatif kegagalan hanyalah merupakan batu sandungan atau variabel pengganggu dalam mencapai keberhasilan. Orang yang kreatif akan selalu mencoba dan mencoba lagi hingga dia akhirnya berhasil.

Lain dengan kreativitas, estetika yang pada dasarnya merupakan cabang ilmu filsafat lebih mengarah pada penilaian sebuah karya seni. Pengertian estetika sendiri setiap waktu mengalami perubahan, sejalan dengan perjalanan konsep estetika setiap zaman. Tidak ada pengertian mutlak benar dan mutlak salah dalam suatu ilmu pengetahuan ataupun filsafat, sebab pengetahuan manusia yang senantiasa berkembang itulah yang akan menyempurnakan suatu pengertian maupun gagasan.

Nah, dari paparan di atas dapat kita ketahui antara seni, kreativitas, dan estetika adalah tiga hal yang berbeda namun saling berkaitan. Sehingga untuk menciptakan sebuah karya seni yang bermutu serta memiliki nilai estetik yang tinggi, seseorang harus berusaha keras mengupayakannya karena kreatifitas bukanlah sebuah anugrah yang ajaib seperti halnya penilaian orang-orang terhadap bakat.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat serta dapat menumbuhkan minat teman-teman untuk terus melatih kreatifitas. Semangattttt!!!!!!

ISNAENI

x7210066/5B

Kikis Qays

/eisna414

belajar untuk hidup.
hidup untuk belajar.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?