Edu Badrus Shaleh
www.kompasiana.com/edubadrus
| Tulisan | : | 19 artikel |
| Komentar | : | 17 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
(sajak untuk Mama Sam) “Hujatlah Muhammad, maka akan kupenggal lehermu!” “Hujatlah Nabiku, maka akan kukunci otot-ototmu!” Aku adalah halilintar di siang kemarau seorang penangis di tengah panas ritmis atas kehendak ...
ia mengerlip kedua matanya batang-batang cinta terkelupas di antara permohonan rindu aku memandang sederas sungai sehangat kucuran air di telaga kausar ia malu-malu seperti genit kucubit asma ia mengecupku tersipu inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ...
gemetarku memuasakan seluruh jiwa gemetarku manyabuk kuldesak yang ronta adakah salah sebuah kalah adakah jawara sejumput resah dalam rengkuh doa istighfarku roboh di tebing-tebing hampa perang yang tak usai musuh dalam diri ...
“Wahai para santri sekalian… Jika kalian ingin menjadi orang sukses, maka kalian mesti bekerja sebagaimana orangtua kalian bekerja! Kalau orangtua kalian petani, jadilah petani! Kalau ...
kapankah laylatul qadar? tanya bibir manismu. aku kelu, bibirku seperti dipaku palu. tentu tak ada di dalam tidurmu, sayang. jawabku setelah beku berlalu. ia seperti mimpi yang keluar ...
/1 bismillah aku berangkat kembali bersama kereta yang lama terhenti selepas sepi mendunia di sajadah kertas dan kata walau hidup nyaris terjebak benda-benda bismillah dengan menyebut rindu yang jauh sepanjang penantian ...
Dahulu ada seorang Kiai Madura bernama Kiai Murtawi. Ia kiai yang sangat disegani masyarakat sekitar kampungnya. Bahkan tergolong keramat, setiap hari ada saja orang yang ...
kosong ...
Telah lama aku menanti sebuah detik di mana aku digubah menjadi pecinta Bukan karena sebuah masa tetapi bisikan surga yang mengudara membelai anginbumi seisinya menyampaikan engah nafas rayhan kepada karam laut ...
ternyata sudah sangat malam aku bersama waktu bertekur sepi, bertukar mimpi detik-detik menghantarkan alur lamunku ke segala penjuru, melaju seperti dayu daun kering dalam sepoi angin kuragah asa, mungkin rembulan merapatkan ...