HIGHLIGHT

Mbah Wiji 65th Babak Belur "dipukulin" DenSus 88's

07 September 2012 00:20:08 Dibaca :
Mbah Wiji 65th Babak Belur "dipukulin" DenSus 88's
Babak Belur Mbah Wiji 65 tahun (gbr:detik.com)

“..muka Wiji tampak penuh luka. Pelipis kiri dan pipi di bawah mata kanannya diperban. Hidung Wiji juga tampak luka seperti terkena pukulan senjata. Pelipis kanan Wiji dan jidatnya bengkak. Mata kirinya hampir tertutupi oleh perban. Sementara bibir atas Wiji jontor.  Wiji harus kehilangan 4 giginya karena pukulan yang cukup keras dari aparat, tangannya juga biru.." (news.detik.com/2012/09/02)

Catat, sungguh beringas dan membabi buta para personil Densus 88 yang menyergap Mbah Wiji tanpa ampun, kejinya para komando kepada seorang pria tua yang berumur 65 tahun…!

Derita Luka Fisik dan Trauma Penganiayaan

Sempat terpikir oleh saya bahwa personil Densus menggunakan gagang senpi dan pukulan tangan bertubi-tubi untuk menghantam tubuh dan wajah Mbah Wiji sehingga babak belur dan merontokkan 4 gigi, bayangkan sakit  dan derita Mbah Wiji saat kejadian berlangsung sampai sekarang (recovery). Itu baru derita fisik,dimana sampai sekarang Mbah Wiji terbaring lemah dan masih merasa pusing.

Secara kejiwaan juga mengerikan, karena cucu Mbah Wiji ( anak terduga Bayu) menangis keras melihat Mbah-nya ditangkap dan dipukuli secara beringas oleh personil Densus. Keji..!

“..Cucu (saya) menangis keras saat melihat saya dipukuli dan diikat,” kata Wiji terbata-bata. Rupanya saat itu Densus salah tangkap karena mengira Wiji adalah Bayu yang menjadi target. Densus lalu mendobrak kamar sebelah, tempat Bayu dan istrinya tidur. Di kamar itulah Bayu yang tidur ditangkap bersama tas dan sebuah ponsel. (jogja.tribunnews.com/2012/09/03)

Kita semua ngeri membayangkan trauma yang di alami oleh cucu Mbah Wiji yang masih bocah kelas 3 SD. Semoga Komnas Perlindungan Anak menindaklanjuti kasus ini.

 

1346976017449925981Mbah Wiji Terbaring Lemah dan Pusing (gbr:Ikrob Didik Irawan)

Skill Komando Anti Teror Tapi  Aksi Brutal dan Amatir

Pelatihan kepada personil Densus 88 ini tidak sepele tapi juga sangat besar anggaran operasionalnya, karena detasemen ini diklasifikasi sebagai grup elite para komando dengan spesialisasi satuan anti teror, pelatihan komando para ini setara dengan yang dimiliki oleh Detasemen 81 Koppasus TNI AD, Denjaka TNI AL serta  Denbravo TNI AU.

Densus Itu Idealnya Ksatria Bukan Para Jagal

Layaknya prajurit para komando, kemampuannya minimal setara dengan 2 orang prajurit/polisi biasa. Tapi personil Densus menyalahgunakan (gagal) kemampuan dan wewenangnya dengan “menggebuk-memukuli” Mbah Wiji (orang tua civilian not military) secara brutal tanpa ampun. Kalau salah tangkap – tidak dipukul masih mending, lah ini sudah salah tangkap kemudian membabi-buta memukuli pria tua yang tidak melakukan perlawanan blas..! apa gak brutal dan amatir tuh personil Densus..?

Pemukulan kepada Mbah Wiji membuktikan personil Densus over acting dan sewenang-wenang.

 

1346976107429577564Mbah Wiji, anak dan cucu (gbr:Bony Eko Wicaksono - Solopos)

Cuman Di Kasih 1 Juta, Sudah Habis 1,2 Juta Untuk Berobat

Polsek Kalioso kali ini kena getahnya akibat aksi brutal personil Densus yang lakukan penyergapan, Polsek Kalioso memberikan uang sebesar  Rp 1 juta kepada Mbah Wiji untuk berobat. Pake perasaan dan simpati dikit-lah, mana cukup? keluhan Retno Setyorini, anak Mbah Wiji, istri dari terduga pelaku teror Bayu.

Karena personil Densus sudah merontokkan 4 gigi Mbah Wiji, idealnya harus diganti-kan? Tolong dikoreksi, jika 1 gigi palsu mencapai Rp 500 ribu, berarti harus mengganti Rp 2 juta, betul?

Sungguh tidak manusiawi perlakuan kepada Mbah Wiji dan keluarga, apakah Kepolisian tidak punya simpati membayangkan penderitaan Mbah Wiji dan keluarga…?

Operasi Yang Prematur dan Minim Data Intelijen

Apakah sebelum penyergapan personil densus tidak mendapat briefing dari intelijen tentang siapa-siapa dan jumlah penghuni rumah terduga Bayu..?

Apakah sedemikian berbahaya terduga Bayu sehingga personil menjadi kalap dan langsung main hantam mertua bayu yakni Mbah Wiji yang berumur 65 tahun..?

Apakah intelijen tidak mengintai rumah dan penghuni tersebut..?

Apakah Mbah Wiji seoarang criminal sehingga harus dibekuk dengan kekerasan..?

Jika demikian data intelijen yang minim dan operasi penyergapan dilakukan secara tergesa-gesa alias premature, korbannya adalah Mbah Wji dan cucunya yang ketakutan berdampak trauma kejiwaan.

 

13469762111281947850Aksi Densus 88 (Tribun News Bandung)

KomJen Sutarman “Terpukul”, Faktanya Dipukuli Hingga Berdarah-darah

Jenderal polisi bintang 3 ini (Sutarman) kalo omong serampangan gak dicerna dan dinalar;

"Orang tua Bayu ini menghalang-halangi. Mungkin terpukulnya tidak sengaja,"  kata Sutarman.

Atau doi tidak bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar atau masa bodoh sehingga tidak bisa mengkomunikasikan sebuah keadaan kritis dilapangan; Sutarman bilang terpukul, padahal yang terjadi adalah dipukuli (berkali-kali dipukul bukan terpukul-sekali pukul).

 

13469763251117315646Majalah Tempo Rekening Gendut Perwira Polisi

Teguran dan Nasehat Kepada Densus 88 dan MABES POLRI

Sikap professional personil Densus 88 yang menggebuk Mbah Wiji patut dipertanyakan, apakah personil ybs rabun ayam atau personil kemaren sore sehingga gagal mengukur “lawan” kemudian membabi-buta memukuli Mbah Wiji yang renta dan lemah, physically mbah Wiji bukanlah lawan tanding yang sepadan bagi oknum personil Densus 88, Mbah Wiji juga bukan sangsak lantas bisa dipukuli se-enak udel bak anjing yang mau dimasak buat santapan di resto lapo, bukan..! Tapi lihatlah akibatnya; Mbah Wiji babak belur, gigi rontok alias patah, wajah luka sobek sehingga harus dijahit, lebam membiru dan bengkak, kalau menyergap pakai otak dan perasaan dong please.

Perlakuan kepada Mbah Wiji tergolong zolim, saya nasehat-kan supaya pihak-pihak yang terlibat meminta maaf dan melakuan tindakan yang dipandang perlu bagi Mbah Wiji dan keluarga.

Jika cuek, silahkan saja tapi ingat, do’a dan rintihan orang yang dianiaya itu sangat manjur bagi Alloh untuk diterima dan dikabulkan, dijamin personil yang terlibat akan menerima “karma” yang setimpal bahkan lebih keras, tak bisa cakap-lah saya.

Yang paling runyam bin berbahaya dan masuk kategori zolim dan biadab, apabila ternyata bukan Bayu pelaku teror sesungguhnya atau hanya dijadikan kambing hitam, maka pihak2 yang bertanggungjawab (personil densus 88 + mabes polri) akan menanggung dosa dan ketidak-tenangan hidup selama di dunia hingga akhirat, hanya Alloh Yang Maha Tahu dan Berkuasa Atas Segala Sesuatu…

*maaf, postingan kali ini saya tidak mengawali dgn Marhaba, yg artinya selamat datang (selamat membaca) karena postingan ini saya niatkan untuk Mabes Polri dan Densus 88.

Saya Ingatkan Jangan Sampai Menyesal Nanti

Ed Santo

/edsanto

TERVERIFIKASI (HIJAU)

anak tpinang,orang jawa besar di sumatera cari makan di jakarta dan manca negara, seorang pengecut untuk memulai sebuah revolusi - edsanto@rocketmail.com

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?