Dapatkah Kita Mengucap Syukur dalam Segala hal?

05 Mei 2012 10:26:21 Dibaca :

Satu hari ditanggal 15 Mei 2009 sebelum keberangkatan kami ke Bangkok untuk  pengobatan cancer stadium 2B yang telah divonis oleh RSCM Jakarta.Sebagaimana biasa isteri saya bangun terlebih dahulu dibanding saya.Pagi pagi isteri saya sudah pergi kekamar lain dimana biasanya kamar tsb tempat kami bersaat teduh dan berdoa.



Ketika selesai bersaat teduh, isteri saya pergi kedepan rumah membuka pintu. Alangkah kagetnya ketika dilihatnya pintu pagar sudah terbuka lebar tanpa terdengar sedikitpun kapan telah terbukanya pintu itu. Pada hal pintu itu sedikit agak susah dibuka dikarenakan rodanya agak macet kurang minyak . Seingat kami pintu pagar yg berat itupun sudah kami gembok malamnya. Mengapa pagi pagi itu sudah terbuka, ada apakah gerangan ?Isteri saya waktu itu belum melihat kebidang lain dimana kendaraan Kijang kami diparkir di carport.  Ketika ia melihat ke carport ..........ternyata mobil kami yang hanya satu2nya milik kami raib........... tanpa tahu kemana perginya .

Segera isteri saya menemui dan membangunkan saya sambil gemetar dan sedikit gugup dia katakan : " mobil kita hilang, pintu pagar sudah terbuka " ketika mendengar perkataan isteri saya  saya terperanjat dan langsung bangun menuju kedepan rumah. Benar saja saya melihat pintu itu sudah terbuka, gemboknyapun tidak ada. Saya katakan kepada isteri saya : "Ayo kita masuk kedalam rumah dan kita berdoa memohon ketenangan serta kedamaian dihati "

Sudah bertahun tahun kendaraan itu diparkir di Carport rumah tanpa terjadi sesuatu yang merugikan kami, akan tetapi mengapa pagi hari itu mobil kami satu2nya yang sering kami pakai untuk pelayanan hilang dicuri orang . Pengobatan cancer termasuk harus amputasi kaki belum dijalankan sekarang kami kehilangan mobil. Secara naluri manusia rasanya berat menanggung ujian semua ini .Akan tetapi ketika kami selesai berdoa kepada Tuhan, hati kami tenang dan saya juga katakan kepada isteri saya :" tadinya juga kita tidak punya apa apa, kalau Tuhan ijinkan ini terjadi kita cuma bisa berserah saja tidak perlu sedih ."

Kemudian kami berusaha untuk menghubungi polisi setempat serta salah satu radio swasta memberitahukan hal ini kepada mereka, dengan harapan mobil tsb bisa dikembalikan. Akan tetapi mobil kijang tersebut sampai saat ini tidak perah kembali..........

Apakah dengan kita kehilangan barang atau milik kita yang paling berharga sekalipun ucapan syukur kepada Sang Pencipta menjadi sirna dan kita tidak bisa bersuka cita?? Kami dapat belajar  bahwa : harta, tubuh , dan apa saja boleh hilang akan tetapi sebagai mahluk ciptaan Nya yang mulia, itu tak akan menyetop apalagi menghilangkan hati kami untuk selalu bersyukur dan bersuka cita kepada DIA yang Maha Agung dan Mulia .

Kami bersyukur Tuhan sudah menggantikan dengan kendaraan lain yang dapat kami pakai kembali untuk pelayanan dan keluarga .

Eddie Boentoro

/edowen

Senang merangkai nada2,Pemusik , Suami dari seorang isteri, ayah dari 4 orang puteri, kakek dari 6 cucu.Menjadi berkat bagi sesama.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?