SBY vs EBF

21 Februari 2012 01:03:37 Dibaca :

Setelah semalam saya ada pertemuan di
salah satu Kantor DPP sebuah Parpol untuk persiapan menyambut kedatangan salah
satu petinggi dari Negeri Tetangga Malaysia, tiba-tiba saya di telepon oleh
salah satu ajudan SBY untuk segera datang kerumah beliau di Puri Cikeas Bogor.
Setelah pulang sesampainya dirumah,ada hal yang saya ingat dari pembicaraan SBY
dan saya...

SBY:
Dalam pergaulan sehari hari, kita dengan mudah menghakimi orang lain,
meniadakan peran, meniadakan kontribusi, dan menganggap yang lain tidak pantas.
Padahal kita mengaku penganut demokrasi. Biarlah semua orang berproses dalam
ukuran ukuran kesadaran dirinya, apa ia pantas berperan,apa aturan memberi
ruang bagi keberadaan dirinya. Janganlah kita mengambil PERAN TUHAN DLM
KEHIDUPAN INI. Tuhanpun tdk mudah menghakimi.

EBF=Edi Bahari FadiL:
tp itu sedang terjadi Pak...!!! sdh SUNATULLAH kehidupan...saya haqqul yakin
itu..!!!...menurut pemahaman saya (rakyat bapak ini)...biarkanlah "selalu
ada" "oknum2" spt itu...karena kalau tdk ada "oknum2"
spt itu..tidak ada lagi nanti "manusia2 yang baik" spt yg kita cita2
kan semua....

E B F

/edongantinokezaze

TERVERIFIKASI (HIJAU)

"Aku suka belajar dari orang lain, dalam arti aku suka mengambil pelajaran dari pribadi, karakter, dan sifat orang-orang disekelilingku. Bagiku, mereka bisa memberi banyak hal yang kuperlukan untuk pergaulan, pemikiran dan untuk hidupku. Aku juga tidak keberatan orang lain belajar sesuatu dari aku (live to learn, learn to live). Bagiku membuat orang lain bahagia, adalah sesuatu yang paling membahagiakan. Mungkin disitulah letak kebahagiaanku yang paling besar" "SETIAP KARYA ITU BAIK...CUMA PENGGEMARNYA SAJA YANG BERBEDA-BEDA"
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?