Kebijakan yang "Membunuh" Rakyat Kecil

23 Februari 2012 05:29:08 Dibaca :

Pemerintah seharusnya menjadi elemen pertama yang mendukung perkembangan perekonomian rakyat kecil terutaman dibidang pertanian melalui kebijakan-kebijakan yang diambilnya. Melalui kebijakan-kebijakan inilah seharusnya pemerintah mendukung rakyat berekonomi kecil seperti petani.


Namun apa yang terjadi saat ini, saat panen raya yang seharusnya saat yang ditunggu para petani kecil adalah saat mereka mengalami kerugian yang besar..? kenapa, apa yang terjadi dengam mereka..? ya tidak lain salah satu penyebabnya adalah kebijakan pemerintah melakukan impor terhadap barang-barang komoditi pertanian.


Banyak yang beralasan impor dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Para pejabat terkait berdalih jumlah produksi diindonesia sudah tidak bisa memenuhi permintaan konsumsi pangan saat ini. Apa dampaknya kepada para petani, ya tentu saja hal ini adalah suatu pukulan yang sangat besar bagi para petani. Selain mereka harus menutupi biaya produksi yang cukup besar, para petani juga dihadapkan kepada  harga gabah yang mungkin akan anjlok dikarenakan pasar sudah dipenuhi oleh beras-beras impor.


Saat ini bukan hanya terjadi pada petani padi, hal ini juga diraasakan para petani lainnya mulai dari petani kentang, jagung, sayur mayur juga buah-buahan, terjadi demo di mana-mana sebagai bentuk protes para petani terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Namun lagi lagi pemerintah beralasan jumlah produksi para petani sudah tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan pangan pada saat ini.


Sebagai pemerintah seharusnya aparat terkait mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa mendukung perkembagan usaha para rakyat kecil. misal dengan pemerintah mengeluarkan kebijakan harga jual terendah suatu komuditi, ini demi menjaga nilai harga terendah di pasaran. Pemberian bibit unggul secara cuma-cuma, ataupun hal lain yang bisa membuat para petani kecil merasa diperhatikan, dan bisa membuat para petani merasa dihargai dan mereka bisa bersemangat.


Bukan dengan mengeluarkan kebijakan yang sama sekali tidak memihak para petani, melakukan impor adalah solusi yang sangat mudah dalam menutupi besarnya kebutuhan pangan saat ini. Tapi hal ini sangat berdampak besar bagi pertumbuhan dan perkembangan para petani kecil. Secara tidak langsung kebijakan tersebut mungkin saja akan membunuh semangat para petani dalam bekerja atau bahkan berhenti bertani dan mencoba jalan hidup lain yang dianggap lebih baik dan bisa mengangkat derajat hidup mereka. Tidak sedikit kita temukan para petani menjual lahannya karena menganggap pertanian sudah tidak menjamin kelangsungan ekonomi mereka. Berkurangnya jumlah para petani dan lahan tentunya akan berdampak pada hasil atau jumlah produksi semakin mengecil dan mengecil yang membuat negara kita akan selalu mengimpor. Negara kita dulu dikenal sebagai negara agraris dengan kekayaan dan sumberdaya yang berlimpah. Namun julukan itu telah berubah menjadi Negara pengimpor yang selalu kekurangan.

Edi Arisandi

/ediputrahukai

Anak Ke-2 dari 5 bersaudara, asli Kalimantan selatan, Tepatnya di des Hukai. Sekarang kuliah di PTS di Yogyakarta dan tinggal di AMKS Pangeran Antasari Yogyakarta
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?