HIGHLIGHT

Ahmad Heryawan: Gubernur Sejuta Spanduk

09 Juli 2012 13:37:09 Dibaca :
Ahmad Heryawan: Gubernur Sejuta Spanduk

Jika saja ada sebuah penelitian tentang survei penghitungan pemasang Spanduk, Banner, Baliho atau sejenisnya, bisa jadi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan memenangkan Rekor MURI karena mendapat predikat sebagai (calon) Gubernur yang paling banyak memasang Spaduk/ Baliho/ banner/ sejenisnya (disingkat SBB aja ya) di sepanjang jalanan Kota Bandung dan Jawa Barat.

Coba saja kita hitung, jika rata-rata pada sebuah instansi Gubernur Ahmad Heryawan memasang SBB dengan tema dan isi yang berbeda sebanyak 5 buah, dikali (x) dengan puluhan atau mungkin ratusan instansi tingkat Jawa Barat maka akan didapatkan jumlah ratusan atau bahkan ribuan buah SBB milik Ahmad Heryawan. SBB milik Gubernur Ahmad Heryawan tidak hanya dipasang di setiap instansi namun juga dipasang di setiap sudut jalan, perempatan di semua tempat strategis di Kota Bandung.

Berapa ratus belokan dan tempat strategis di Kota Bandung yang selalu dikunjungi masyarakat ramai atau yang terhitung padat kendaraan dan penduduk. Tentu sudah bisa kita dapatkan hasil hitungannya. Gubernur Ahmad Heryawan ternyata tidak hanya memasang SBBnya di jalan-jalan utama kota Bandung dan Kota/ Kabupaten di Jawa Barat, tetapi juga sampai masuk ke jalan-jalan kecil yang tidak pernah tertulis di Peta atau jalan-jalan yang tidak pernah dilalui angkutan umum/ kota.

Satu lagi yang perlu dihitung adalah, setiap ada pemasangan baliho kepala daerah tingkat kota atau foto menteri yang berada di Jawa Barat untuk kegiatan pemerintahan, foto Gubernur Ahmad Heryawan hampir selalu bisa dipastikan selalu mendampingi walaupun sebagian. Dengan demikian, maka hipotesis saya cukup wajar jika SBB Gubernur Ahmad Heryawan di seluruh Jawa Barat tidak hanya mencapai ribuan, tetapi jutaan SBB.

Sosialisasi Tokoh Perubahan

Selama perjalanan hidup saya, baru kali pertama mendapatkan pemimpin masyarakat (pemerintahan) yang mensosialisasikan tentang ketokohannya sendiri melalui SBB yang tersebar di beberapa sudut kota Bandung atau mungkin juga Jawa Barat. Gubernur Ahmad Heryawan pada tahun 2011 dinobatkan sebagai tokoh perubahan 2011 oleh sebuah media arus utama (cetak) nasional.

Untuk mensosialisasikan tentang ketokohan seorang pejabat biasanya cukup mensiasatinya melalui ucapan selamat dari kolega/ bawahan yang berada pada instansinya yang setingkat atau kolega tingkat Jawa Barat. Hal ini tidak banyak terjadi, justeru pada tahun 2012, ketokohan Ahmad Heryawan disosialisasikannya sendiri melalui SBB yang tersebar pada beberapa sudut jalan di Kota Bandung.

Tentu perilaku tersebut sangat langka terjadi sebelumnya pada tokoh-tokoh politik lainnya atau mungkin saya tidak mengetahuinya?. Namun tidak untuk Gubernur Ahmad Heryawan, sekecil apapun prestasinya akan diblow-up secara besar-besaran melalui media.

Apa yang dilakukan oleh Gubernur Ahmad Heryawan, tentu semua orang menjadi sangat mafhum, karena Pak Gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut akan mencalonkan kembali menjadi Gubernur pada perhelatan pesta pemokrasi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia ini pada Pebruari 2013 mendatang. Oleh karena itu, Ahmad Heryawan yang digadang-gadang menjadi calon satu-satu dari Partai berlambang padi tersebut sebisa mungkin mencuri start kampanye melalui soft campaign. SBBnya tidak hanya dipasang dengan mengatasnamakan Partai, ia juga memanfaatkan jabatannya untuk melakukan politisasi SBB seperti ucapan-ucapan dengan mengatasnamakan Gubernur misalnya, “Jalan Bagus, Ekonomi Lancar”. Ia juga selalu mengganti-ganti tema-tema spanduk pada titik tertentu, seperti pada titik bunderan Cibiru sesuai dengan momentum.

Arogansi (calon) Penguasa

Secara pribadi, siapapun orangnya, tentu boleh dan sah saja menggunakan ruang publik untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja, termasuk Gubernur Ahmad Heryawan. Namun jika kepentingan pribadi dan kelompoknya tersebut telah mengganggu ketertiban umum, tentu ceritanya menjadi lain. Pemasangan SBB para (calon) penguasa tersebut sangat dipaksakan untuk berada pada areal yang bukan tempatnya. Padahal di kota Bandung sendiri, telah disediakan tempat-tempat untuk pemasangan SBB. Karena memasang SBB tidak pada tempatnya sehingga mengganggu ketertiban dan kenyamanan keindahan kota Bandung yang mencoba ditata dengan rapih.

Tentu saja hal ini bukan saja dilakukan oleh Gubernur Ahmad Heryawan, tetapi juga oleh calon lainnya. Keberadaan SBB ini menjadi semakin menjadi menjelang Pemilu 2014 mendatang, maka politisi nasional yang akan terjun ke arena demokrasi turut memperkeruh keindahan kota. Apalah namanya jika ini sebagai arogansi dari (calon) penguasa, tidak mengindahkan ketertiban dan kenyamanan dari masyarakatnya sendiri. Bahkan menurut laporan sebuah Harian Regional, sebagian SBB tersebut tidak berbayar (pajak) alias liar, tidak bayar pajak ke Dinas Pertamanan Kota. Bukankah ini bentuk nyata dari arogansi kekuasaan? Padahal di kota Bandung sendiri, telah ada moratorium untuk SBB liar, tetapi pada kenyataannya (calon) penguasa tersebut tetap saja membandel. Bandel untuk anak kecil, tetapi untuk orang yang faham ya tentu ini namanya arogansi.

Pemecah Rekor Muri

Jika saja MURI sedikit cermat terhadap maraknya SBB para calon penguasa tersebut, barangkali MURI akan menjatuhkan pilihannya pada Gubernur Ahmad Heryawan sebagai Gubernur yang memasang SBB paling banyak, setidaknya untuk tingkat Jawa Barat. Walapun masih ada calon lain yang sama-sama arogan, tetapi sepertinya SBB Gubernur Ahmad Heryawan tidak terkalahkan dari sisi kuantitas.

MURI, yu kita kasih prestosi baru untuk Gubernur Jawa Barat sebagai Gubernur pemasang SBB terbanyak! Biar tambah lagi prestasi Gubernur.

Abah Raka

/dudirustandi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

#personal blog: http://urgar.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?