HEADLINE

Stroke, Pahami Dengan Benar Penyebabnya Dan Hindarilah

25 Oktober 2013 03:34:55 Diperbarui: 23 Juni 2015 23:03:42 Dibaca : 29834 Komentar : 23 Nilai : 29 Durasi Baca :
Stroke, Pahami Dengan Benar Penyebabnya Dan Hindarilah
13826713601478154086
Gambar ilustrasi otak. Sumber : 3d4medical.com
Sampai saat ini, mayoritas  masyarakat Indonesia masih menganggap dan percaya bahwa stroke disebabkan oleh penyebab tunggal : tensi tinggi (hipertensi). "Si A kena stroke, tensinya 180!", "Si B kena stroke, tensinya 220!", "Si C kena stroke, tensinya 280!", itulah yang sering kita dengar, kita ucapkan, kita yakini, dan memang kita lihat sendiri secara nyata.
.
Apakah benar stroke disebabkan oleh hipertensi ?
TIDAK BENAR.
.
Tapi bukankah pada saat seseorang terserang stroke, tensinya naik atau tinggi? Benar, pada saat seseorang terserang stroke, (hampir) selalu terdapat kenaikan tensi atau tensi tinggi (hipertensi). Tapi kenaikan tensi atau hipertensi bukan penyebab tunggal stroke, karena setiap kenaikan tensi atau hipertensi itu sendiri selalu ada penyebabnya. Apa yang menjadi penyebab kenaikan tensi atau hipertensi, itulah yang menyebabkan stroke.
Dalam kasus stroke, tensi berperan sebagai pemicu/pencetus, sedangkan penyebabnya sudah ada pada penderita yang bersangkutan. Ini juga berarti, hipertensi merupakan salah satu faktor resiko stroke. Jika seseorang bertensi tinggi, resiko untuk mengalami stroke menjadi tinggi. Semakin tinggi tensi, semakin tinggi resiko terserang stroke. Tapi, selalu ada penyebab dasar yang membuat seseorang terserang stroke.
.
Tekanan Darah ( Tensi ) : Mengapa bisa naik atau menjadi tinggi ?
.
Ada banyak sekali penyebab kenaikan tensi atau hipertensi, antara lain :
  1. Umur. Semakin bertambah umur, semakin tebal dan kaku pembuluh darah, semakin kuat jantung harus memompa,     akibatnya  semakin tinggi tensi. Pertambahan umur merupakan sebab alamiah kenaikan tensi.
  2. Berat badan. Semakin bertambah berat badan, semakin tinggi tuntutan terhadap zat-zat gizi, mengharuskan jantung bekerja lebih berat, menghasilkan kenaikan tensi. Ini berarti, umumnya : semakin gemuk seseorang, semakin tinggi tensinya.
  3. Darah terlalu kental. Semakin kental darah, semakin berat kerja jantung, semakin tinggi tensi. Darah yang terlalu kental bisa     disebabkan oleh kelebihan kadar gula darah, kolesterol, lemak darah (trigliserid), dan racun rokok.
  4. Darah terlalu encer atau kurang darah. Darah yang terlalu encer atau kurang darah  ( anemia ) memaksa jantung bekerja lebih kuat/keras untuk memompa darah, akibatnya  tensi menjadi tinggi. Penting diperhatikan bahwa yang disebut kurang darah (anemia) adalah kurang kadar Hb (Hemoglobin) dan/atau kurang Sel darah merah (Eritrosit), bukan tensi rendah.
  5. Kelebihan gondok ( hipertiroid ). Umumnya kelebihan gondok terjadi karena kelebihan konsumsi garam beryodium.
  6. Penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, kelainan katup jantung, dan beberapa penyakit jantung bawaan.
  7. Penyakit/kelainan ginjal.
  8. Keganasan/kanker.
  9. Obat-obat tertentu.
  10. Dan lain-lain. Masih banyak penyakit lain yang bisa menimbulkan kenaikan tensi atau hipertensi.
.
Jadi,  jika seseorang menderita hipertensi, ia harus berusaha menemukan penyebab hipertensi atau kenaikan tensinya. Penyebab-penyebab itulah yang membuat  seseorang mengalami keluhan-keluhan kepala, penyebab-penyebab itulah yang membuat seseorang terserang stroke.
.
Stroke : Apa dan mengapa ?
.
Pada saat serangan stroke terjadi, ada dua kemungkinan kejadian yang berlangsung di dalam otak, yaitu :
a. Ada pembuluh darah yang tersumbat di dalam otak.
b. Ada pembuluh darah yang pecah di dalam otak.
.
Dua keadaan/kejadian ini yang disebut mekanisme terjadinya stroke, atau dalam dunia medis dinamakan "patofisiologi" stroke.
.
Pembuluh darah yang tersumbat di dalam otak berakibat suplai darah untuk otak berkurang/terganggu, menimbulkan gejala-gejala dan tanda-tanda stroke. Stroke yang disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah otak disebut Stroke Iskhemik.

13826716281032708546
13826716281032708546
Gambar ilustrasi stroke iskhemik/sumbatan. Sumber : science-art.com

.
Darah yang keluar dari pembuluh darah yang pecah di dalam otak menghasilkan tekanan tinggi di dalam otak, menekan jaringan otak di sekitarnya, menimbulkan gejala-gejala dan tanda-tanda stroke. Stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah dalam otak disebut Stroke Hemoragik.
.

13826717971941124059
13826717971941124059
Gambar ilustrasi stroke hemoragik/perdarahan. Sumber : norteastrehab.com

.

Baik stroke hemoragik ( stroke perdarahan ) maupun stroke iskhemik ( stroke penyumbatan ) mempunyai faktor resiko dan penyebab yang sama, yaitu kondisi atau penyakit apapun yang menimbulkan/memicu kenaikan tensi atau hipertensi. Oleh karena itu, kita harus mengerti : mengapa kita bisa mengalami kenaikan tensi atau hipertensi. Dengan mengerti penyebab-penyebab kenaikan tensi dan hipertensi, diharapkan kita menjadi mengerti dan dapat menghindari/mencegah kejadian stroke.

.

Di antara semua penyebab kenaikan tensi atau hipertensi yang ada, lima besar penyebab stroke yang tersering adalah :
1. Hiperkolesterolemia ( kelebihan kadar kolesterol dalam darah )
2. Diabetes Mellitus ( Kencing Manis )
3. Penyakit Jantung
4. Rokok
5. Hipertrigliseridemia ( kelebihan kadar lemak darah )
.
Khusus untuk stroke perdarahan, ada satu lagi penyebab lain yang bersifat bawaan, yaitu pecahnya aneurisma otak. Aneurisma adalah pembuluh darah yang tidak normal bentuknya, yaitu berupa pembuluh darah yang menggembung / 'melentung', sementara pembuluh darah yang normal berbentuk seperti tabung/pipa. Aneurisma merupakan kelainan bawaan lahir, menjadi titik lemah yang sewaktu-waktu bisa pecah, sehingga menimbulkan perdarahan di dalam otak, menyebabkan stroke hemoragik ( stroke perdarahan ).
.
Gejala dan Tanda-tanda Stroke
.
Gejala dan tanda-tanda stroke sangat tergantung dari pembuluh darah mana di dalam otak yang mengalami sumbatan atau yang pecah ; juga sangat tergantung dari seberapa luas jaringan otak yang terpengaruh oleh sumbatan atau perdarahan tersebut.
.
Oleh karena itu, gejala dan tanda-tanda stroke juga bisa sangat bervariasi, dari ringan sampai berat, bahkan sampai kematian mendadak.
.
Sering - walaupun tidak selalu, terdapat gejala-gejala yang mendahului serangan stroke, seperti :
- sakit kepala
- pusing berputar ( vertigo )
- oyong-oyong ( dizziness )
- telinga berdengung / berdenging
- mual sampai muntah-muntah
- berkeringat dingin, termasuk berkeringat separuh badan.
.
Gejala dan tanda-tanda stroke antara lain :
- lumpuh separuh wajah, mulut tampak asimetris/'mencong'.
- lemah sampai lumpuh separuh badan ( lengan dan tungkai ).
- kebas atau kesemutan separuh wajah.
- kebas atau kesemutan separuh badan ( lengan dan tungkai ).
- bicara jadi cadel atau 'pelo'.
- tidak bisa bicara.
- tidak bisa mengerti/menangkap pembicaraan orang lain.
- gangguan ingatan/memori.
- gangguan pendengaran.
- gangguan penglihatan.
- gangguan kontrol buang air kecil.
- gangguan emosi dan mental.
- mendadak koma ( tidak sadar ), tampak tidur mendengkur/'mengorok'.
.
Gejala dan tanda-tanda stroke sungguh sangat bervariasi dan banyak ; yang tertulis di atas hanya sebagian kecil saja, yang mudah dikenal/dideteksi oleh semua kalangan - termasuk masyarakat awam. Yang menjadi prinsip adalah : gejala dan tanda-tanda stroke selalu terjadi secara mendadak.
.
Stroke : " Selama ini tidak ada sakit apa-apa kok bisa kena stroke ? "
.
Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh keluarga dan orang-orang dekat penderita stroke. Seperti telah diterangkan di atas, stroke selalu ada penyebab dasarnya, dan penyebab dasar tersebut tidak selalu menimbulkan keluhan/gejala pada penderita. Banyak orang merasa, jika tidak merasakan sakit apa-apa, tidak mengalami keluhan apa-apa, berarti tidak mengidap penyakit apapun. Dan salah satu "kesalahpahaman nasional terbesar" kita adalah : "tensi tinggi (hipertensi) menyebabkan keluhan-keluhan kepala seperti sakit kepala, pening, pusing berputar, oyong-oyong, migrain, dan sebagainya". Akibatnya, dari Sabang sampai Merauke, mayoritas masyarakat kita sering merasa : "kalau tidak pusing, kalau tidak ada keluhan-keluhan kepala, berarti tensi tidak tinggi". Kesalahpahaman inilah yang membuat mayoritas dari kita tidak pernah atau tidak rutin memantau tekanan darah kita, kadar gula darah kita, kadar kolesterol kita, kadar trigliseride kita. Maka tidak heran, saat seseorang terserang stroke, keluarga dan orang-orang terdekat sering menanyakan pertanyaan di atas.
.
Pahami Dengan Benar Penyebab Stroke Dan Hindarilah Stroke
.
Jika selama ini kita 'terjebak' dalam pemikiran bahwa stroke disebabkan oleh hipertensi atau kenaikan tensi, maka setelah membaca tulisan ini diharapkan kita menjadi mengerti dan waspada, bahwa di balik hipertensi atau kenaikan tensi, ada  penyebab-penyebab sesungguhnya dari stroke.
.
Penyebab-penyebab dan faktor resiko stroke tersebut mungkin ada pada diri kita, orang tua kita, saudara-saudara kita, anak-menantu kita, sanak famili kita, orang-orang dekat di sekitar kita, yaitu : kelebihan kolesterol, diabetes, penyakit jantung, rokok, dan kelebihan trigliseride ( lemak darah ).
.
Salah satu penyebab yang sering luput dari perhatian semua kalangan (termasuk kalangan medis) adalah rokok. Ada banyak contoh kasus di mana penderita stroke tidak berkolesterol tinggi, tidak diabetes, tidak berlemak darah tinggi, tidak hipertensi, tapi perokok berat atau bersuamikan perokok berat, atau hidup di antara anak-anak/menantu perokok berat. Kenyataan yang sering terjadi adalah : setelah kena stroke baru keluar nasehat untuk berhenti merokok, setelah kena stroke baru mau berhenti merokok.  Kita seharusnya menasehati perokok untuk berhenti merokok sebelum terserang stroke ; kita seharusnya berhenti merokok sebelum terserang stroke.
.
Dengan mengerti semua penyebab dan faktor resiko stroke, kita berkesempatan untuk mengubah keadaan, mengubah kebiasaan/gaya hidup kita yang salah, dan dengan demikian kita dapat mencegah/menghindari stroke.
.
.
Salam Kompasiana
Oktober 2013
.
.
.
dr. Kosasi
Rengat, Riau.

Kosasi Kwek

/dr.kosasi

TERVERIFIKASI

Dokter umum,
lulusan FK-Universitas Tarumanagara, Jakarta, tahun 1998. Lahir di Medan, 19 November 1972.
Tinggal dan bekerja di
Rengat, Propinsi Riau, Indonesia.
Email : dr.kosasi@gmail.com Alamat surat : Jl.A.R.Hakim 19-B, Rengat 29319, Riau.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana