DONY PURNOMO
DONY PURNOMO lainnya

Seorang anak bangsa yang memiliki impian untuk senantiasa mencerdaskan anak bangsa Aktivitas sehari-hari sebagai pengajar di SMAN 1 Purwantoro, Sebagai pemilik Bisnis SPIRIT KAOS dan suka menuliskan buah fikiran dalam coretan-coretan sederhana. kunjungi pula tulisan saya yang lain di http://pinterdw.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Media

5 Menit Untuk Menjadi Penulis

13 September 2017   06:18 Diperbarui: 13 September 2017   18:11 105 0 0
5 Menit Untuk Menjadi Penulis
Foto: Ilustrasi menulis (sumber: www.amrudly.com)

Kegiatan menulis bisa dikatakan gampang bisa juga dikatakan susah. Gampang ketika ide mengalir bebas berwujud tulisan, susah ketika ide mampet tanpa ada sedikitpun tulisan yang dihasilkan. Kegiatan menulis terbentuk dari proses pembiasaan, buktinya tak banyak orang yang bisa menuangkan gagasannya melalui tulisan.

Saat mulai menulis sampai tahap pembiasaan menulis memerlukan perjuangan yang tak mudah. Karena banyak sekali faktor penghambat yang dialami, mulai dari kemalasan, kurang percaya diri hingga bingung yang mau ditulis apa.

Untuk membiasakan menulis sebenarnya dapat dilakukan dengan mengoptimalkan waktu 5 menit. Waktu lima menit berkualitas lebih berarti dan menghasilkan daripada 5 jam yang tak berkualitas. Apa saja yang dapat dilakukan dengan waktu 5 menit untuk menjadi penulis?

5 menit membaca

Waktu 5 menit untuk membaca dapat apa? pasti itu yang menjadi pertanyaannya. Pada kesempatan waktu membaca 5 menit gunakan teknik membaca cepat. Dalam waktu 5 menit gunakan untuk membaca disitus internet mengenai materi yang dibutuhkan dengan memanfaatkan gadget

5 menit menggali ide

Setelah membaca dari berbagai referensi kemudian galilah ide menulis yang disukai, sesuai topik yang diminati. Kenapa dibatasi 5 menit karena batasan waktu akan mendorong kita untuk berfikir keras untuk menghasilkan ide. Setelah ide muncul jangan lupa tuliskan garis besarnya dalam tulisan kecil agar tidak menguap begitu saja.

5 menit menulis

Sebagai tahap latihan pembiasaan tak perlu menulis banyak, ibarat membiasakan lari tak perlu sekali lari langsung 5 km, tetapi sedikit demi sedikit ditingkatkan sehingga jika dirutinkan akan menjadi tulisan yang banyak. Tahap pembiasaan ini harus berprinsip "yang penting menulis" urusan kuantitas dan kualitas difikirkan belakangan.

Selamat mencoba, dan mari menulis untuk perubahan kearah yang lebih baik. Semangat...


Wonogiri,13-9-2017